Moved

September 7, 2006 Posted in Personal Life | No Comments »

Blog ini telah dipindahkan ke tempatnya yang baru:
http://brahmasta.net
Thanks a lot :)

Apa yang sudah kita lakukan?

September 4, 2006 Posted in Personal Life | Comments (2)

[Sebuah posting cepat menjelang kuliah Tugas Akhir]

Coba sekali-kali merenung.

Apa hal yang pernah kita lakukan pada keluarga, teman-teman, tetangga-tetangga, lingkungan, daerah, bangsa, dunia, apapun yang bukan diri kamu sendiri, yang memberi pengaruh positif kepada mereka?

Pernahkah mereka tersenyum bahagia ketika berada bersama kita. Pernahkah mereka menjadi jauh lebih baik karena kita? Pernahkah mereka meninggalkan kebiasaan buruk mereka karena kita? 

Kita adalah makhluk sosial, dan orang lain adalah sesuatu yang berharga untuk kita. 

Dan itu berarti kita harus saling membantu untuk meraih manfaat di dunia yang semakin individual ini.

Mari berbagi kebahagiaan dan kekuatan..

Agar kita bisa tersenyum bersama, dan bergerak bersama. 

Ubuntu Shipped!

September 3, 2006 Posted in Information Technology | Comments (2)

Akhirnya pesanan Ubuntu saya datang. Saya melakukan pemesanan pada tanggal 3 Agustus 2006 dan tiga CD yang saya pesan datang pada Jumat kemarin, tanggal 1 September 2006.

Bungkusnya..Dalemnya..
Tiga CD yang saya pesan yaitu Ubuntu buat PC, buat PC dengan arsitektur 64 bit, dan Ubuntu untuk Mac. Kenapa pesan tiga CD itu? Ya sayang aja. Udah pesan jauh-jauh tapi yang dateng cuma satu CD kan gak seru, terus kalo mau mesan banyak tapi nggak kepakai buat apa?
Kalo ada yang berminat untuk CD-CD saya dan malas mendownload boleh pinjem kok :)

IT Doesn’t Matter?

August 30, 2006 Posted in Opini | Comments (3)

Teknologi Informasi itu nggak penting! Yang penting itu proses bisnisnya. Halah.. Saya mau kuliah tentang Sistem Informasi Enterprise tapi malah itu yang keinget-inget dan menohok. Kata-kata itu mengingatkan saya tentang mengapa proyek IT itu gagal, tidak digunakan, dan sia-sia.

Saya punya sebuah pengalaman sederhana ketika kerja praktek kemarin. Saat itu, saya mendapat tugas untuk membuat sebuah aplikasi sederhana untuk memudahkan mengambil phone billing report dari sebuah database. Report yang diambil bisa berupa daftar telpon yang dilakukan oleh sebuah ekstensi telepon per hari, pengeluaran total setiap ekstensi telepon, pengeluaran total untuk telepon internasional, dan sebagainya.

Yang jadi poin penting bukan aplikasi apa itu, tapi bagaimana saya terjebak dalam kondisi untuk selalu memberikan fitur di dalam aplikasi tersebut. Aplikasi itu boleh dibilang sederhana, karena hanya tinggal mengambil dari database sesuai dengan parameter-parameter yang telah ditetapkan seperti waktu, daerah, dan sebagainya. Tapi ketika semua fungsi itu berhasil selesai dibayangkan pembuatannya, saya pun pusing bagaimana cara menampilkan fungsi-fungsi itu agar terlihat canggih. Akhirnya, molor lah pengerjaan tugas itu sehingga hasilnya nggak sempurna.

Saya nggak tau apakah banyak orang IT yang berpikir seperti itu, tapi dosen saya di kuliah Sistem Informasi Enterprise ini bercerita bahwa itu sangat sering terjadi. Kita selalu bicara teknologi apa yang digunakan, bagaimana menerapkannya, semacam itulah..

Padahal yang dibutuhkan di dunia nyata, nggak seperti itu. Tapi apakah hasil penerapan IT itu tepat guna, mendukung proses bisnis. Kalo diambil contoh pada aplikasi kerja praktek saya, yang penting fungsinya jadi, penampilannya sesuai kebutuhan, hasilnya tepat, dan tentunya aplikasi itu harus diselesaikan tepat waktu. Jadi segala faktor yang berhubungan dengan hal-hal yang membuat pengguna atau orang IT berkata "Wah!" itu nggak penting.

Kata sang dosen sendiri, terkait masalah ini ada sebuah artikel berjudul "IT Doesn’t Matter". Artikel itu sendiri katanya cukup menghebohkan dan menohok orang IT. Setelah saya cari di Google, saya menemukan beberapa link terkait dengan artikel itu, tapi ini sepertinya yang paling konkrit:

Jadi kesimpulannya, pastikan teknologi yang Anda pakai , gunakan, dan ciptakan tepat guna. Analoginya, gak baik kalo anda membeli handphone canggih dilengkapi dengan semua fitur terkini tapi cuma dipake buat telpon dan sms. Gak perlu pake database Oracle buat perpustakaan kecil. Gak perlu bikin fitur-fitur aneh kalo gak kepake.

OSKM?

August 19, 2006 Posted in Opini | Comments (5)

Suasana OSKM 2004. Copyright by Boulevard OSKM, singkatan dari Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa, merupakan event tahunan yang diadakan oleh Keluarga Mahasiswa ITB setiap kali tahun ajaran baru dimulai. Kegiatan ini ditujukan untuk mahasiswa angkatan terbaru. Tujuannya adalah menanamkan nilai-nilai kemahasiswaan kepada mahasiswa-mahasiswa baru tersebut.

Setiap tahunnya OSKM mengusung sebuah tema terentu. Tahun 2003, di mana saya jadi peserta, temanya adalah Kreativitas Membangun Integrasi. OSKM 2004 bertemakan Dari ITB untuk Bangsa. Tahun lalu, temanya Integrasi dan Pembelajaran. Tahun ini? Hm.. Saya nggak tahu. emoticon

OSKM bukan ospek atau perploncoan. Hal itu kerasa banget waktu saya jadi peserta di tahun 2003 dan panitia di tahun 2004. Di sini, kalo kita bener-bener mencoba mengerti makna yang ingin disampaikan dari kegiatan ini, kita akan mendapatkan banyak pembelajaran. Contohnya aja, kalo nggak salah di tahun 2003 dulu, saya menjadi mengerti akan potensi diri, kewajiban seorang mahasiswa untuk berjuang demi negaranya, dan pentingnya integrasi baik itu di dalam kampus maupun di dalam negara kita sendiri. 

Read more…

Favorite Albums

August 18, 2006 Posted in Personal Life | Comments (5)

Minggu lalu, sewaktu hari terakhir KP, Hard Rock FM yang biasanya menemani keberangkatan ke kantor tiba-tiba mati. Jadilah kami tidak bisa mendengarkan "Good Morning Hard Rockers Show". Padahal acara itu yang biasanya bikin saya dan temen KP saya, Ridwan, terhibur tiap paginya.

Jadilah kami mencari stasiun radio lain yang setidaknya bisa mengisi kebosanan menikmati panjangnya perjalanan Bekasi - Jakarta. Dan jadilah si Ridwan memilih i-Radio. Terus terjadilah percakapan ini:

Ridwan: "Kalo yang ini musiknya gak lo banget Brahm"
Saya   : "Loh? Emang musik gw itu kayak apa?" 
Ridwan: "Musik lo kan yang kayak gini.. " (Tiba-tiba bergaya moshing
Saya   : (Bingung…) "Oh gitu ya.. ?" emoticon

Haha.. Emang bener sih, saya penikmat musik keras. Mungkin temen saya itu sering denger saya muterin CD lagu-lagu yang keras. Tapi setelah saya lihat-lihat koleksi album favorit saya, ternyata saya gak gitu2 amat kok.  Dari beberapa album  musik yang saya miliki ada lima yang jadi favorit. Kelimanya adalah…

Read more…

Tujuhbelasan dan Warganegara yang Baik

August 17, 2006 Posted in Opini | Comments (1)

Yah postingnya tentang tujuhbelasan.. basi ga sih?

Hehe, jujur aja, gw nulis ini bukan karena membaca dari tempat lain, tapi karena tadi siang juga kepikiran. Soalnya, pada hari ini lah, negara kita tercinta resmi berada. Pada tanggal ini lah (dan tentunya dengan tahun yang berbeda. Hohoho..) perjuangan untuk mendapatkan kebebasan telah berakhir. Kita adalah Indonesia.

Tapi, apakah kita benar-benar bebas?

Read more…

Susahnya Mendesain

Posted in Uncategorized | No Comments »

Hm, kayaknya ini udah ke-berapa kalinya blog ini berganti theme. Dan sekarang, theme ini masih dalam pengerjaan. Karena pengerjaannya nggak direncanakan, jadinya ngabisin banyak waktu banget. Kurang lebih sekitar dua jam waktu dihabiskan buat membuka-buka situs OSWD.org, TemplateBox, dan Wordpress.net. Tapi kesimpulannya, gak ada theme yang sesuai selera. Akhirnya theme dikembalikan ke theme default Wordpress, yaitu Kubrick, yang seperti di bawah ini:

Kubrick Theme Setelah kembali memakai theme ini, rasanya kok jadi sejuta umat amat ya? Jadinya saya coba modifikasi sendiri deh, Yah biarpun cupu, yang penting desain sendiri. Hehehe.. Jadilah sekarang situs ini seperti yang anda lihat. Headernya saya ganti dengan warna hitam, lalu judulnya saya masukin ke gambarnya soalnya di sini gak bisa upload font. Terbatas nih..

Oh iya buat yang liat (kalo ada.. ) tolong di-comment dong, ini modifikasi yang saya lakukan aneh atau nggak. Jelek atau bagus.. Yah apapun lah..

Hm, ngomong-ngomong soal keterbatasan, ada teman saya yang sepertinya udah nggak tahan dengan layanan gratisan yang fiturnya kurang. Sekarang dia pindah (lagi) ke tempat barunya di sini.

Oke deh, waktunya memodifikasi lagi.. :)  

My Cubicle

August 3, 2006 Posted in Fun | Comments (3)

Buat yang lagi KP atau mau nginget2 masa-masa KP, you would like this. Saya sering banget ndengerin ini di Hard Rock FM pagi-pagi pas mau berangkat ke kantor. Haha.. :)

“My Cubicle”

Lyrics by: Morning Sidekick
Performed by: Jym Britton

Parody on “You’re Beautiful” by James Blunt

My job is stupid my day’s a bore,
Inside this office from eight to four
Nothin’ ever happens my life is pretty bland,
Pretending that I’m working, pray I don’t get canned.

My Cubicle, My cubicle
It’s One of Sixty two
It’s my small space in a crowded place
Just a six-by-six foot booth
And I hate it that’s the truth

When I give a sigh as the boss walks by,
no one ever talks to me or looks me in the eye.
And I really should work but instead I just sit here and surf the Internet.

In My Cubicle, My cubicle
It doesn’t have a view.
It’s my small space in a crowded place
I sit in solitude.
And sometimes I sit here nude.

Mp3-nya dapet di-download di sini

Have fun :)  

nb. referensi diperoleh dari rekeche.blog setelah nyari di google

10:03

Posted in Personal Life | Comments (1)

I don’t know what will be happen
Is it good? Is it bad?
I don’t know

Sometimes bad things can give you good things in the future.
And sometimes good things always making bad things inside of it.

My dear..
Maybe the bad thing will give u great future with happiness
And maybe the good thing will always give us tears and sickness..
And I still don’t know

Dipresentasi MLM

August 1, 2006 Posted in Personal Life, Opini | Comments (1)

Kemarin, saya chatting dengan seorang teman lama dari sekolah. Setelah ber-say hi dan nanyain di mana kuliah, dia langsung menawarkan sebuah bisnis.

Saya yang kebetulan sekali sudah sering mendengar manuver seperti ini, langsung sadar. Dia pasti baru bergabung dengan sebuah MLM, dan mau mengajak saya jadi downlinenya. Kebetulan saya sendiri pernah ikutan MLM sewaktu tingkat satu, sebelum akhirnya keluar.

Berikut kutipan pembicaraan saya dengan teman tersebut. Namanya sengaja saya samarkan jadi mlmers, dan nama-nama lain disandikan, biar privacy si teman saya ini gak terganggu.

Read more…

Nyobain Ubuntu

July 31, 2006 Posted in Information Technology | Comments (3)

Kemarin saya nyobain Ubuntu di laptop. Katanya sih si Ubuntu ini sekarang jadi distro linux paling laris, karena kemudahannya dan komitmennya buat selalu free of charge

Pas baru nginstall emang ada benernya tentang kemudahan itu. Beda dengan Fedora, yang instalasinya ribet, Ubuntu memasang sistem operasi linuxnya hanya dalam sedikit langkah. Bahkan waktu selesai, boot loadernya langsung memasukkan Windows di dalemnya. Masuk ke Windowsnya pun tanpa masalah. Kalo gak salah dulu waktu nyobain Fedora kalo mau masuk Windows pertama kali harus pake CDnya.

Mengenai masalah-masalah, sejauh ini sih belum ada masalah dengan komputer saya (Iyalah nginstallnya baru tadi malam). Kayaknya sih dia bisa nge-detect semua driver yang dibutuhkan. Konkrit.

Sekian sekilas info :p Agak ga enak badan nih.. Main bolanya terlalu diforsir kemarin :)

8 Jam Sehari

July 19, 2006 Posted in Personal Life | Comments (3)

Tadi pagi, waktu terbangun, waktu terasa begitu cepat berlalu.
Sudah pagi lagi, sudah saatnya berangkat lagi.
Ntar pas sampe rumah, pasti tiba-tiba udah ngantuk aja.
Sudah malam, sudah saatnya tidur lagi.
Entah 8 atau 10 atau 12 jam sehari, rutinitas tidak pernah berhenti.
Dengan waktu sebanyak itu saya memang sudah melakukan banyak hal yang sebelumnya saya rasa saya tidak bisa melakukannya secepat itu sewaktu kuliah.
Jadi tersadar kalo waktu kuliah banyak jam-jam yang terbuang sia-sia.
Padahal kalo diingat-ingat mestinya jumlah jamnya sama loh.
Kalo di sini, berangkat jam 6 pagi dan pulang nyampenya jam 7 malam.
Kalau kuliah, berangkat jam 7 pagi dan pulangnya antara jam 7 sampai 9 malam.
Tapi aku tidak merasa dapat apa-apa dan tidak melakukan banyak hal sewaktu kuliah.
Beda dengan sekarang. Ada aja progress yang berhasil dilakukan.
Berarti kuliahnya belum beres nih. Kurang niat.. 
Padahal mau tingkat terakhir loh! 

Mari Berdoa, Tapi..

July 18, 2006 Posted in Uncategorized | Comments (2)

Kemarin, Indonesia ditimpa musibah.

Lagi.

Kemarin juga saya mendengar pengakuan dosa orang-orang di Jakartan di sebuah stasiun radio. Tapi pengakuan dosa yang diungkapkan dengan bangga melalui sms ke penyiarnya.

Ada yang udah tidur sama istri orang. Ada yang tidur dengan  pacar teman baiknya. Macem-macem.

Semua partisipan tertawa bersama, seolah itu hal yang sederhana.

Saya sendiri entah kenapa merasa biasa dengan kondisi begitu. Kalo boleh melakukan generalisasi, emang kehidupan moral kita sudah seperti itu. Tidak mengherankan, bukan?

Tapi setelah itu tiba-tiba ada sebuah sms yang mengabarkan bahwa Tsunami di Pangandaran itu beneran terjadi.

Sang penyiar langsung mengajak kita berdoa bersama. Agar tidak ada yang terkena bencana lagi.

Sebuah contoh nyata dimana kita mengingat Tuhan hanya ketika kita takut atau sudah ditimpa bencana.

Kita sudah diperingatkan berkali-kali bukan?

Tuhan masih sayang sama kita, karena kita sering diperingatkan.

Mari kita berdoa bersama-sama, agar kita diauhkan dari segala musibah.

Tapi jangan lupa, jangan lari dariNya ketika kita sedang berbahagia. 

Mengenai Pemimpin dan Politik

July 17, 2006 Posted in Opini | Comments (3)

Ada pengalaman pribadi yang menarik ketika saya pindah ke Bandung untuk menjadi seorang mahasiswa. Ini berkaitan dengan siapa yang akan menjadi pemimpin dalam suatu lingkungan, komunitas, apapun. Saya mengalami namanya perubahan lingkungan di sini.

Paradigma sebelumnya, saya berpikir bahwa pemimpin, adalah seseorang yang diberikan tanggung jawab oleh orang banyak karena orang-orang tersebut percaya dengan kemampuannya. Pemimpin itu diperoleh dari musyawarah mufakat. Jadi tidak pernah ada dalam pikiran saya seorang pemimpin itu mencalonkan diri, mengungkapkan visi misinya, dan sebagainya.  Yang ada dalam pikiranku adalah seorang pemimpin berusaha mencapai apa yang diinginkan bersama di komunitasinya, tentunya dengan juga memasukkan pikiran-pikirannya, agar tercapai kesepakatan bersama.

Maka dari itu saya melihat seorang pemimpin punya tanggung jawab yang besar. Dan aku melihat itu juga gak sembarangan mencalonkan diri. Saya gak pernah berani mengajukan diri. Sebab itu berarti harus memiliki kepercayaan dari seluruh komunitasnya sebelum dia mencalonkan diri. Dan terus terang, di sini semua terasa berbeda.

Saya kadang tidak suka dengan calon-calon pemimpin yang berusaha menarik perhatian dan kepercayaan secara instan, yaitu dalam masa kampanye. Calon-calon pemimpin ini sebelumnya tidak terlihat integritasnya di dalam komunitasnya tersebut. Tapi secara mendadak muncul, memberikan pikiran-pikirannya yang mendobrak dan inovatif, dan tentunya dengan strategi-strategi politis di balik tim suksesnya untuk menarik perhatian massa untuk memilihnya.

Kenapa gak dari dulu mas?

Entah kenapa, saya punya pandangan buruk dengan politik. Saya nggak suka. Sebab saya melihat egoisme di balik politik. Yang saya rasakan bukan malah melakukan sesuatu untuk kepentingan dan keuntungan bersama, tapi malah memunculkan egoisme masing-masing untuk mencapai keselamatan dan keuntungan pribadi.

So, what’s your opinion? Saya berusaha membuka pikiran atas pikiran saya yang mungkin kolot ini.

A Little Story about Leno

Posted in Personal Life | Comments (1)

Leno, adalah mobil Suzuki Baleno tahun 2000 yang udah dua tahun menjadi partner dalam berjalan ke sana kemari baik di Bandung maupun Jakarta. Mobil itu dibeli Bapak saya tahun 2004 dari rekannya yang ingin buru-buru menjual mobilnya karena akan pindahan ke kota lain.

Tapi mobil adalah tetap mobil (?). Mobil, terutama yang sudah berumur, pasti rewel. Saya sendiri udah lupa berapa kali mengganti onderdilnya. Mulai dari Power Window, Knalpot, ampas kopling, dan sebagainya. Hebatnya lagi, Leno suka rewel di saat-saat yang tidak seharusnya. Beberapa masalah yang masih bisa diingat:

Power Window

Masalah ini udah kayak mendarah daging dengan Leno. Kira-kira mungkin ada sekitar setengah tahun saya menggunakan fasilitas "membuka pintu" buat ngambilin tanda masuk kampus, tiket di gerbang tol, dan karcis parkir. Setelah mengeluarkan 1,5 juta rupiah untuk membeli power window baru, barulah kaca terkutuk itu bisa naik turun. Sialnya lagi, setelah diperbaiki, masalah lain muncul. Kaca jendela tidak bisa tertutup dengan baik atau.. Miring! Udah berapa montir turun tangan buat nyelesaiin ini tapi akhirnya seseorang yang skillful dari Suzuki Kalimalang berhasil membereskannya minggu lalu.

Knalpot

Sewaktu sedang melaju di Tol Cikampek, saya dikejutkan dengan tenaga mobil yang tiba-tiba hilang. Gak lama kemudian seseorang dari mobil sebelah mengisyaratkan bahwa ada masalah dengan knalpot mobil ini. Saya langsung berhenti dan melihat ke bawah, dan ternyata pipa knalpotnya lepas dari ujung kenalpot dan menggesek jalan. Hmpf.. padahal di saat itu saya harus buru-buru ke Bandara Halimperdanakusuma buat jemput orangtua. Karena gak bisa nemuin sesuatu buat mengikat knalpot itu agar tidak menggesek jalanan, akhirnya saya minta bantuan patroli tol. Lalu mobil diderek ke bengkel di Bekasi. Orangtua saya akhirnya naik taksi dan Bapak saya menyusul ke Bengkel.

Ada cerita lucu sih sewaktu di bengkelnya. Mobil ini sebelumnya pernah ke bengkel tersebut. Masalah knalpot ini bukan yang pertama. Kira-kira seperti ini kejadiannya:
Montir : "Knalpotnya lepas pak, Knalpot yang Bapak pakai sekarang gak bagus kualitasnya.. Saya bisa ngasih yang bagus dan nggak bakal gini Pak.."
Bapak saya
: "Lho? Kan knalpot yang lama itu dipasang di sini?"
Montir : (Kaget) "…"
Akhirnya sang montir memberi diskon.

Ampas Kopling

Ya kembali, masalah muncul di jalan tol. Tiba-tiba mobil bisa di-gas dengan putaran mesin tinggi tapi kecepatannya gak naik-naik. Akhirnya saya mengemudikan mobil itu pelan-pelan sampai ke bengkel. Dan ternyata setelah didiagnostik di sana, ampas koplingnya sudah harus diganti. Buset. Kenapa sih kejadiannya selalu di jalan tol?

Sebenernya sih ada beberapa masalah lain, seperti lampu belakang, tape, dan lain-lain yang sifatnya gak begitu penting. Tapi gak diceritain di sini. Sebenarnya masalah-masalah yang terkait lebih ke arah onderdil-onderdilnya yang sudah berumur dan waktunya untuk diganti. Mesinnya sih baik-baik aja. Mobil itu udah mengalami perjalanan jauh dari Pekanbaru - Bandung, Melewati daerah perbukitan (sewaktu pelantikan dan acara-acara himpunan lainnya). Mesinnya masih oke kok. Namun, Bapak saya kemarin menuturkan tekadnya untuk menjual mobil itu. Sayang banget sih sebenarnya kalo mobil itu harus dijual. Soalnya udah sehati sih.. Mau make ampe tua juga gapapa deh. Udah banyak kenangannya. Hehe.. emoticon

Ada yang berminat? 

Malam-Malam.. Bengong..

Posted in Personal Life | Comments (4)

Wadoh…!

Kenapa bisa bangun jam segini? Tidur sore-sore, dan kebangun jam 11 malam? Buset..

Jadilah sekarang malam yang panjang.

Terduduk di atas kasur

Berduel dengan nyamuk-nyamuk ganas yang belum sarapan

Memandangi hp yang udah berisi 4 sms dan banyak sekali missed calls. 

Beberapa hari yang lalu saya emang sempet menginginkan sebuah hari di mana bisa dari rutinitas sehari-hari dan menghabiskannya dengan bermalas-malasan. Dan hari ini, hal itu bener-bener terjadi. Berikut kronologisnya:

05:00
Bangun pagi-pagi, nganterin orangtua ke Bandara Halimperdanakusuma, selanjutnya pulang, lalu tidur.

09:00
Bikin sarapan, terus main FM (Haha.. udah lama nih..), terus tiba-tiba keinget sama sebuah novel yang belum selesai dibaca. Akhirnya baca novel sampai siang.

14:00
Siangnya (kira-kira pukul 2 ) mandi, makan, lalu browsing-browsing bentar, lalu membaca majalah dan koran-koran, shalat, terus gak jelas (Lupa udah ngapain aja).

16.30
Tiba-tiba ngantuk setelah baca majalah.

23.00
Terbangun sambil menyaksikan jendela yang gelap. Terus bingung..

Anak-anak, jangan ditiru ya…  

4 Days in Bali…!

July 8, 2006 Posted in Personal Life, Fun | Comments (4)

Well, di tengah-tengah masa Kerja Praktek saya, dengan ‘kurang ajarnya’ saya minta izin untuk berlibur ke Bali dengan alasan pernikahan sepupu. Untungnya sang bos mengizinkan. Jadilah saya, bersama rombongan keluarga besar sebanyak 12 orang, pergi berlibur ke Bali. Maaf ya Bos!emoticon

FYI, saya punya garis keturunan Bali. Bapak saya asli Bali dan dulunya tinggal di Tohpati, Kesiman. Coba aja liat wajah saya. Kayak Dewa Budjana loh. Hehehe… emoticon

Lanjut, kalo di KP kita punya activity log untuk memudahkan kita membuat laporan nantinya, saya juga punya sedikit ‘activity log’ mengenai liburan beberapa hari ini. Buat apa? Biar inget udah ngapain aja di sana. Maklum saya anaknya pelupa. Sekalian bisa berbagi cerita. Kalo Anda mau sedikit melihat-lihat, silahkan scroll ke bawah.

Day 0, Selasa 4 Juli 2006

Yap! Liburan dimulai. Rombongan "jalan-jalan-ke-Bali" yang terdiri dari saya, Bapak, Ibu, Livy, Nomi, beserta tujuh orang anggota keluarga besar Petemon (Keluarga dari Ibu) bertolak dari Soekarno-Hatta dan tiba di bandara Ngurah Rai, Bali sekitar pukul 18:00 waktu setempat. Malamnya kami menginap di Inna Sanur Beach Hotel yang (tentunya..) berada di tepi pantai Sanur. Nggak ada aktivitas khusus malam ini. Habis buat perjalanan.

Day 1, Rabu 5 Juli 2006

Hari ini adalah hari pernikahan. Soalnya dihabiskan dengan mendatangi acara pernikahan sepupu saya di Bali. Upacaranya berlangsung menggunakan adat Bali tentunya. Setelah mendatangi upacara pernikahan tersebut, saya jadi tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang budaya Bali. Soalnya sepertinya bener-bener orisinil.

Oh iya ada yang menarik.  Di acara pernikahan tersebut  terdapat sebuah grup musik gamelan yang mengiringi acara pernikahan. Dan salah satu dari sekian banyak orang yang memainkan gamelan tersebut, hadirlah seorang Wanita Bule yang memainkan sejenis biola. Sedang apa dia ya? Mempelajari budaya Bali? Ingin menjadi orang Bali? Yang jelas kehadirannya begitu mencolok.

Kembali ke acara pernikahan. Acara ini sendiri terdiri atas dua bagian. Yang pertama, pagi hari, adalah acara Mesakapan. Apa yang dilakukan di sana lebih kurang sebagai ucapan Ijab Kabul, peresmian ikatan pernikahan dengan menuliskannya di catatan Sipil, dan juga pengesahan ikatan pernikahan dalam agama Hindu. Acara berlangsung sekitar 1 jam plus makan-makan.

Bagian kedua, bernama Pamitan dan Wetonan, dilakukan sore harinya di rumah mempelai wanita. Acara ini berkaitan erat dengan budaya Bali mengenai status wanita yang dinikahi. Seorang wanita yang dinikahi, berarti "diambil" dari keluarganya. Setelah pengambilan tersebut, orangtua wanita itu tidak memiliki hak asuh lagi terhadap anaknya. Anak tersebut telah menjadi "milik" sang suami. Pamitan sendiri berarti pamit dari rumah, keluarga, dan leluhur. Sementara Wetonan dimaksudkan untuk menyelesaikan seluruh urusan sang wanita dengan rumah tersebut. Acara berlangsung juga lebih kurang selama 1 jam, lalu kembali dilanjutkan makan-makan dan silaturahmi.

Selain kedua acara tersebut, malamnya, seperti umumnya pernikahan, diadakan resepsi. Sebenarnya dalam budaya Bali tidak ada acara resepsi. Hanya saja acara ini diadakan untuk mengundang selueuh teman-teman dan rekan kerja agar bisa turut merayakan pernikahan ini.

Dan tau gak apa yang bisa didapatkan dari semua acara tersebut?

Perut penuh..

Day 2, Kamis 6 Juli 2006

Pagi hari, rombongan bertolak ke Inna Kuta Beach Hotel. Kami berganti suasana dari Pantai Sanur ke Pantai Kuta. Dari sepi ke ramai. Dari pemandangan matahari terbit ke matahari terbenam. Menarik juga melihat perbedaan yang begitu kentara dari kedua pantai tersebut. Kuta begitu ramai. Sementara Sanur sepi. Mungkin ini dikarenakan Sanur pantainya kecil dan tidak sebersih Kuta.

Setelah meletakkan barang-barang di hotel, rombongan ini langsung menelusuri tempat-tempat wisata di bagian Barat Bali (sebenarnya tengah sih..), yaitu Pura Kedaton, Bedugul, Tanah Lot, dan satu lagi tempat yang banyak kera-nya.. Sori lupa. Hehehe. Dari semua tempat itu yang paling berkesan adalah Tanah Lot. Pemandangan matahari terbenam dari Tanah Lot benar-benar indah. Semua orang yang datang ke sana menghabiskan waktu untuk mengabadikannya.

Tapi bukan berarti tempat lain gak seru, di tempat kera itu (duh apa namanya ya?), kami dihadapkan dengan 500 kera liar yang kelaparan. Maklum, pengelola setempat tidak punya dana untuk memberi makan kera-kera tersebut. Makanan kera-kera itu datang dari kacang-kacang yang diberi pengunjung. Kacang-kacang itu bisa dibeli sewaktu masuk ke dalam. Sayangnya, dikarenakan jumlah turis yang menurun sejak ada Bom Bali I dan II, jumlah pengunjung tempat ini otomatis menjadi sedikit, yang juga berarti, jumlah makanan yang diberikan ke kera-kera menjadi sedikit. Hasilnya kera-kera tersebut selalu sigap mengambil kacang yang ada di tangan pengunjung dan bahkan seringkali berantem sesamanya untuk mendapatkan kacang-kacang yang jatuh. Sedih bener.

Lebih menyedihkan lagi, setelah selesai, kami digiring ke salah satu dari puluhan tempat souvenir di sana oleh pemandunya dan setengah dipaksa untuk membeli souvenir-souvenir tersebut. Karena kasihan dan nggak enak, akhirnya kami membeli beberapa souvenirnya. Setelah melihat kondisi toko-toko dan kelakuan para penjualnya, saya ngerasa pasti toko-toko ini penjualannya sudah sangat minim.

Rombongan ini sampai kembali di Hotel kira-kira pukul 8 Malam. Perjalanan hari ini sangat melelahkan. Tapi jangan salah, anggota rombongan bergender perempuan tidak segan-segan melanjutkan hari dengan berbelanja di Kuta. Sementara anggota bergender lawannya tewas di tempat tidur. Hehe..

Day 3, Jumat 7 Juli 2006

Inilah hari idaman para wanita. Hari ini jadwalnya adalah: Belanja! Kuta merupakan surga belanja karena bermacam-macam produk internasional berada di situ. Otomatis hari itu habis untuk belanja, berkeliling, dan membeli oleh-oleh. Nothing special..

Day 4, Sabtu 8 Juli 2006

Pulang deh. Pesawat berangkat pukul 12.00 waktu setempat, dan akhirnya saya sampai di Bekasi kota tercinta pukul 16.30.

Sebenernya ya, tempat wisata di Bali itu banyak banget. Kalo punya waktu seminggu, mungkin kita bisa menjelajahi seluruh tempat wisata di Bali. Tapi sayangnya, dari beberapa yang saya lihat sekarang dan tahun-tahun sebelumnya kunjungan ke kampung halaman ini, objek-objek wisata tersebut kurang dipelihara dengan baik. Sehingga banyak muncul hal-hal menyedihkan seperti kisah di atas. Bali bener-bener kaya akan budaya dan sangat menarik buat dikunjungi. Mestinya jangan sampai disia-siakan. Itu kan aset negara loh dari sektor pariwisata..

Buat yang belum pernah ke Bali, segera lah ke Bali. Pemerintah setempat sedang berusaha mendatangkan turis-turis domestik, karena turis internasional mulai menurun. Dengan datang, kita bisa menghidupkan dan meramaikan lagi Bali agar kehidupan pariwisatanya bisa kembali. Banyak loh orang-orang yang kehilangan pendapatan karena peristiwa Bom Bali. Restoran-restoran yang biasanya ramai, jadi sepi. Pedagang kerajinan di pasar-pasar mulai bingung karena barang-barangnya tak kunjung dibeli.

Jadi, datang ke Bali ya! 

Tangisi Negeri Kita Sendiri

July 2, 2006 Posted in Opini | Comments (2)

Kemarin malam, saya tertegun menyaksikan kekalahan Inggris atas Portugal. Negara ini kembali gagal di tangan adu penalti. Suatu hal yang menjadi ‘kutukan’. Inggris tidak pernah menang melalui adu penalti. Selalu kalah menyakitkan.

Saya pun kembali melanjutkan menonton TV, sebuah komentar muncul dari salah satu pembawa acara kuis Piala Dunia di SCTV, yang mengatakan bahwa penggemar Inggris jangan bersedih. Di turnamen berikutnya pasti bisa lebih baik lagi.

Sewaktu mendengar itu, saya langsung kepikiran. Kenapa sih kita heboh-heboh menjadi pecinta dari salah satu negara yang ada di dunia? Kalo jadi penggemar saja sih mungkin tidak apa-apa, tapi kalo sudah sampai menangis sedih karena kekalahan suatu tim yang tidak ada hubungannya ke kita, dan lagi itu bukan tim nasional kita, tampaknya cukup aneh.

Penggemar sepakbola kita lebih cenderung memperhatikan dunia sepakbola internasional dibandingkan sepakbola nasional. Saya yakin banyak orang akan dengan mudahnya menyebutkan seluruh anggota timnas Inggris sampai pemain yang kurang dikenal, seperti Scott Carson misalnya, dibandingkan dengan anggota timnas kita yang lagi belajar di Belanda.

Kebanggaan kita terhadap negara kita sendiri sudah luntur.

Kita negara besar loh, ada lebih dari 200 juta penduduk di sini yang sebagian besar di antaranya mencintai sepakbola. Tapi kenapa tidak ada Lionel Messi, Ronaldinho, atau Wayne Rooney -nya Indonesia. Kenapa dari sekumpulan besar manusia itu nggak ada yang muncul seorang tokoh besar sepakbola yang akan membangkitkan sepakbola kita?

Mungkin jawabannya pembinaan pemain muda dan kualitas kompetisi kita.

So, sekarang, piala dunia, adalah saat kita untuk mempelajari kualitas sepakbola dunia dan membawanya ke Indonesia. Jangan tangisi kekalahan negara lain. Di pelupuk mata kita, sepakbola Indonesia, masih merangkak mencari bentuk diriya. Mencari dukungan dari bangsa kita sendiri untuk tetap hidup.

Main-Main C#

June 26, 2006 Posted in Personal Life | Comments (2)

Suatu hari di himpunan, Kira-kira April 2005.. Kepala lagi sedikit pusing mengerjakan tugas kuliah Strategi Algoritmik.

"Eh.. pada ngapain?", ujar seseorang yang baru datang ke himpunan.

"Lagi ngerjain tugas Stimik..", salah satu dari rekan kelompokku menjawab.

"Oh.. Eh Udah Main-Main C# belum?", tanya seorang temanku yang baru datang ke himpunan.

"He?", kami pun terdiam semua..

"Gampang loh!", ujar temanku yang tadi masih dengan polosnya..

Kami masih diam. Bingung mau komentar apa..

Dan topik lain pun untungnya bermunculan.

Yah itu kira-kira setahun lalu, waktu kami masih baru belajar pemrograman berorientasi objek dan mengandalkan Delphi sebagai satu-satunya kakas yang bisa digunakan.Sekarang akhirnya saya bertemu dengan "mainan" teman saya itu di kerja praktek. Masalahnya adalah kami butuh sebuah aplikasi konsol yang terhubung dengan SQL Server. Logika saya (yang agak terbatas.. emoticon)dan rekan saya mengarahkan kami untuk mencoba pakai .NET.

Bermodal dengan cerita teman kami yang dulu bahwa ini gampang, kami pun memulai dengan yakinnya. Hehe..

Tapi sialnya dan kerennya saya nggak nginstall MSDN Library di komputer. Dan saya memang nggak punya. Jadi kami bekerja tanpa dokumen Help. Sesuatu yang banyak menolong kami selama 2 minggu sebelumnya, baik dalam membuat aplikasi batch, mengambil mac address, instalasi dengan Sysprep, dan lain-lain. Seperti kata seorang dosen saya, "Belajar itu cukup dari manual!".

Jadi sekarang kami gimana Pak? Belajar cukup dari coba-coba ya Pak.. 

Dan sejauh ini, hasil coba-coba kami, ya lumayan. Bisalah.. bisa dikerjain. 

Ada yang mau ikutan main-main C# bersama kami? emoticon

Salah Beli

June 25, 2006 Posted in Personal Life | No Comments »

Pagi ini, saya baru aja mengantarkan orangtua ke bandara Halim Perdanakusuma. Beliau mau pulang ke Pekanbaru, setelah ‘eksplorasi’ sekolah di Jakarta dan mengecek anaknya yang satu ini masih dalam kondisi sehat dan sejahtera emoticon.

Sewaktu pulang, saya sempat mampir ke toko kecil yang jualan banyak majalah. Berhubung tadi malam nggak berhasil membangunkan diri buat nonton Jerman vs Swedia dan pengen tau persiapan Inggris menghadapi Ekuador ntar malam, dicarilah sebuah tabloid/koran yang banyak isi sepakbolanya. Mata melirik dan mencari-cari TopSkor, koran murah yang isinya sepakbola semua.. Setelah dapat terus beli dan langsung berjalan kembali ke mobil.

Waktu mau nyampe mobil, koran itu langsung kubuka, soalnya mau lihat headline-nya.

Di bagian atas ada "Tim Orange Pesimis", ada gambar Robie Van Persie di sana dan formasi tim Belanda. Terus ke bawah lagi melihat berita lain. Lalu..

"Majikan Siksa PRT".. Loh kok? emoticon 

Terus langsung liat judulnya deh.. 

Ternyata Bukan TopSkor!!! emoticon

Ternyata Pos Metro yang terbeli. Tiba-tiba jadi bingung sendiri.. Kok bisa salah ya.. 

Yah gak papa deh.. yang penting banyak berita sepakbolanya..

Sampai di rumah, saya langsung membuka koran itu, membacanya sebentar sambil minum susu. Hehe.. dan ternyata, isinya mirip-mirip dengan koran Lampu Merah atau sejenisnya. Tengok berita-berita terkini dari koran tersebut: "Pemenang Waria Dikirim ke Bangkok", kemudian "Kasus Keracunan Nasi Uduk 5 Karyawan Diperiksa", lalu "Depok Surga Perampok".emoticon

Jadi resmi salah beli. Mendingan beli koran biasa deh.

Pesan moral: Sebelum membeli sesuatu pastikan barang yang kamu ambil adalah barang yang benar. Hehehe..

Bekasi itu Agak Jauh..

June 24, 2006 Posted in Personal Life | Comments (1)

"Lo tinggal di mana Bram?"

"Bekasi"

"Wah jauh ya?"

Kira-kira itu yang menjadi tanggapan orang ketika mendengar tempat tinggal saya. Semenjak kerja praktek di Siemens saya jadi merasakan bagaimana menjadi seorang pria kantoran yang tinggal di Bekasi. Soalnya selama dua bulan ini, saya menetap di sebuah rumah di Taman Century I Pekayon. Rumah itu rumah milik orangtua, dan biasa ditinggali sewaktu lagi liburan ke Jakarta (atau Bekasi?).

Hm, jadi seperti apa menjadi orang kantoran tersebut?

Lumayan..

Lumayan capek!

Haha.. setiap hari saya berangkat dari rumah antara pukul 06:00 pagi sampai 06:30. Sampai di Siemens antara pukul 07:15 sampai 07:30. Sorenya, saya berangkat pulang kira-kira 17.00-17:30. Dan sampainya antara pukul 19:00-20:00. Jadi total sekitar 12-14 jam dihabiskan di luar rumah.

Sebenernya sih saya sudah cukup terbiasa dengan jumlah jam segitu. Tapi bedanya adalah sekitar tiga jam sehari dihabiskan untuk mengemudi. Dan itu ternyata cukup menyita tenaga. Sampai di rumah, bawaannya udah mau ke tempat tidur dan siap untuk bangun jam 5 pagi keesokan harinya.

Tempat kerja saya sendiri terbilang cukup dekat. Di Siemens Business Park Pancoran. Masih agak-agak di timur Jakarta. Tapi kenapa lama? Karena biasanya ada sedikit kemacetan. Sewaktu berangkat kemacetan ada di Pintu Masuk Pondok Gede Timur dan jalan raya Halim-Cawang. Sementara kalo pulang di deket-deket Halim dan di Pintu Masuk Bekasi Barat.

Selain membuang tenaga, posisi tempat tinggal di sini juga membuang banyak bensin. Saya sendiri belum menghitung berapa pengeluaran buat bensin. Tapi yang jelas jauh lebih banyak dibanding waktu di Bandung dulu.

Jadi gajinya habis buat bensin dong? Haha.. yang penting pengalamannya bung! Saya sudah mulai menikmati kerja praktek di sini. Apalagi setelah tugas pertama mengenai instalasi Sysprep itu selesai. Jadi agak santai. Sekarang kerjaannya bantu-bantu partner KP saya, yang sibuk melakukan maintenance database komputernya Siemens. Kecapean yang diceritakan sebelumnya, merupakan bagian dari pengalaman-pengalaman menarik yang ada selama kerja praktek di sini.

Pengalaman menarik? Yah tunggu aja cerita berikutnya!emoticon 

 

Kerja Praktek dan CAT Client

June 20, 2006 Posted in Personal Life | No Comments »

Libur pasca Semester 6 biasa digunakan oleh mahasiswa IF untuk menjalani kerja praktek. Sebuah mata kuliah wajib yang mengharuskan kita bekerja untuk sebuah instansi dan menerapkan ilmu-ilmu yang kita miliki di sana. Pada semester 7, semester di mana SKS kuliah ini diambil, setiap kelompok mahasiswa yang melakukan kerja praktek akan melakukan presentasi laporan hasil kerja prakteknya di hadapan dosen, yang bakal menelurkan nilai indeks untuk mata kuliah itu..

Yah sebenernya pasti udah pada tahu sih..

Liburan ini saya menjalaninya di Siemens AG. Sebuah perusahaan elektronik yang.. hm.. gak ngerti juga sih. Dia mengembangkan bisnisnya ke mana-mana, sampai alat-alat kesehatan. Sebelumnya aku mikirnya cuma alat elektronik seperti HP, HP, dan HP. Tapi ternyata nggak. Jadi jangan bayangkan Siemens itu HP doang yah. Lagian bagian pembuatan HPnya ternyata udah dijual ke BenQ.

Hm, ngerjain apa di sana?

Wah di luar bayangan deh..

Yah aku melakukan eksplorasi terhadap sistem instalasi CAT Client dengan Metode Sysprep (Huwek.. susah amat bahasanya..). Jadi gini, komputer di Siemens itu kan banyak banget. Lebih dari 3000. Dan semuanya terintegrasi dalam sebuah sistem yang bernama Client Architecture Technology (CAT). Sistem ini berbasis Windows. Dengan sistem ini, setiap komputer milik Siemens sudah memiliki standar aplikasi dan setting dsb yang sama. Sistem ini juga secara otomatis melakukan update jika standar diperbaharui. Misalnya ada update untuk Office, antivirus, dan sebagainya. Pokoknya bikin komputernya gak bisa kita otak atik.. Dan komputer yang tidak berbasis CAT ini, gak bisa masuk ke dalam jaringannya Siemens.

Lanjut, jadi ceritanya aku bekerja di bagian CIO infrastructure. Bagian ini menangani masalah troubleshooting segala infrastruktur di Siemens. Terutama ya si CAT itu. CAT ini banyak banget masalahnya. setiap hari kerjaan pegawai-pegawai bagian itu melayani keluhan dari banyak pengguna CAT di Siemens dan gak sempat melakukan kerjaan yang lain. Terus, setiap hari juga, komputer-komputer baru berdatangan. Jumlahnya 10-30 lah.. semuanya harus di-install-in CAT, yang memakan waktu 2 jam satu komputernya (sekalian nginstall Windows, Office, Antivirus, dll dalam satu paket instalasi).

Dalam proses instalasi itu sendiri, ada dua metode yang dimiliki oleh CAT tersebut. Yang pertama, yang sekarang selalu digunakan, yaitu Unattended. Jadi proses instalasi (secara teori..) tinggal masukin CD, terus ditinggal (selama dua jam).. ngambil data dari server.. dan..jadi deh. Metode kedua adalah Sysprep. Jadi sebuah komputer diinstall dengan metode unattended sebagai master, selanjutnya komputer-komputer sejenis meng-klon komputer tersebut dengan menggunakan file image yang dihasilkan komputer master tersebut. Konon kata mbah-mbah yang berpengalaman di CIO dan dokumentasi-dokumentasi yang kubaca, bisa mempercepat si 2 jam itu menjadi setengah jam. Wow! Reduksi cost perusahaan yang tinggi. Soalnya perusahaan ini punya banyak sekali komputer yang harus diinstall CAT. Lebih kurang Sysprep itu seperti gambar di bawah

Tapi sayangnya di Siemens Indonesia ini, metode kedua belum diterapkan karena belum berhasil dicoba. Aku udah mencobanya selama seminggu ini dan sampai sekarang baru bisa membuat image dari komputer. Buat melakukan kloning.. ada sebuah error yang fatal. Aku masih berusaha menyelesaikan ini. Soalnya, ini bagian dari kerjaan di kerja praktekku.

Yah semoga seiring dengan berjalannya waktu aku bisa menyelesaikan ini. Trial and Error untuk instalasi sangat memakan waktu. Ini yang menyebabkan perkembangannya tidak begitu cepat.

Jadi bisa ya? Yuk..

Cerita selanjutnya mengenai KP akan datang.. :)

Back to Incubus

May 19, 2006 Posted in Fun | No Comments »

Setelah sekian lama akhirnya telinga ini kembali ke koleksi lama grup musik favorit: Incubus. Yah jatuh cinta lagi deh.. Padahal udah lama melupakannya.. hehe..

Sekarang Incubus sedang mengerjakan album terbarunya. Hm, judulnya saya belum tahu. Tapi ternyata setelah album A Crow Left of a Murder, band ini sempat menyumbang empat lagu untuk soundtrack film Stealth (2005). Satu lagu dari empat tersebut adalah lagu lama, Aqueous Transmission, yang udah keluar di album Morning View. Sisa tiga lagu lainnya itu lagu baru. Admiration, Make a Move, dan Neither of us Can See..

Saya baru menyadari keberadaan tiga lagu itu setelah meng-copy seluruh file musik Incubus dari kampus. Pas diputar di kamar, jadi bingung. Kok yang ini gak pernah denger ya? Tadinya kupikir lagu lama, tapi rasanya ada yang aneh. Soalnya nuansanya seperti album terakhir, A Crow Left of a Murder. setelah lihat tahunnya.. 2005!

Setelah eksplorasi di internet, baru ketahuan kalo tiga lagu itu jadi soundtrack film.

Btw, ngomong-ngomong tentang Incubus, saya udah jatuh cinta sejak 5 tahun lalu. Ketika album Morning View lagi baru keluar. Saya waktu itu dapetin dari Mp3 punya temen, dan akhirnya diputar di komputer, diulang.. diulang.. diulang.. gak bosen-bosen.

Morning View sendiri merupakan album favorit saya. Sesuai dengan covernya yang menggambarkan suasana pagi, albumnya bener-bener menyegarkan (emang mandi?). Waktu itu saya lagi jenuh ngelihat teman-teman sekitar sibuk mendengarkan Limp Bizkit, Linkin Park, Slipknot, dan banyak sejenisnya lah. Hip metal pokoknya.. Morning View memberi nuansa beda aja waktu itu. Mendampingi album Coldplay dan Matchbox Twenty saya.

Incubus sendiri emang nggak terlalu terkenal di sini. Jarang banget ada publikasi mengenai band ini baik itu di majalah, maupun video klip. Tapi sepertinya penggemarnya banyak banget kok. Contohnya aja waktu baru pindah ke Bandung, temen kamar sebelah saya demen banget ama lagu-lagunya Incubus, sampe punya koleksi video klipnya di komputer..

Hm, tertarik mendengarkan?? emoticon Oh iya kalo mau ke website resminya ada di http://www.enjoyincubus.com

Formasi Kamar

April 25, 2006 Posted in Personal Life | No Comments »

Seringkali saya memperhatikan hal-hal yang sesunggihnya nggak begitu esensial. Hal ini sangat terlihat pada perhatian ke barang-barang yang ada di sekitar.

Contohnya ketika komputer ini mengalami sedikit cacat di bagian bawahnya langsung kepala pusing memikirkannya. Berikutnya waktu gitar listrik lecet untuk pertama kalinya langsung pusing memandangi dan memikirkan bagaimana memperbaiki cacatnya. Waktu handphone lecet juga gitu. Duh rasanya gak seneng liatnya.

Bukan Cuma ke kondisi fisik barang-barang, tapi juga susunan, tata letak dan keserasian warna. Kalo lagi parah bisa habis waktu buat ngurusin yang nggak penting gituan. Di kosan, kamar 213 yang kuhuni ini adalah yang paling sering berganti formasi. Formasi pertama begini, eh gak puas, bulan depan ganti formasi lain.

Malam ini lagi-lagi pikiran ini pusing mikirin itu. Akhirnya formasi kamar kembali ke bulan lalu. Kulkas bertukar posisi dengan komputer, Yang membuat saya sedikit nyaman kalo main (main? Belajar kali? Gak ding main..) komputer sambil nonton.

Sebenernya sih masih ada ketidakpuasan sih. Posisi meja belajar, yang dekat dengan pintu kamar mandi. Selalu menjadi masalah. Entah kenapa ada feeling gak bagus di situ…Jadinya bau kamar mandi yang gak sedap kecium waktu duduk di meja belajar.. WOI BRAM!!!.. Ngapain sih dipikirin.. Hahaha..

Saatnya kembali ke tugas besok MPPL, trus besoknya Grafika, terus besoknya terusin PPL, SBD juga dikerjain.. Tapi eh dapet tugas grafika lagi, lalu rupanya tugas Progin udah keluar, jadi ngerjain Progin deh.. Tapi sambil ngerjain Grafika loh, PPLnya lupa. SBD apa lagi. Eh besoknya gak kerasa tiba-tiba PPL udah mau Deadline! Grafikanya ditunda dulu, yang sks banyak diutamakan. Lalu… Terus.. Lantas…

GILA!!

(Untung gak ngambil Jarkom..)

n.b.

Sebenernya gak seheboh ini koq. Tekanan batin lebih banyak dirasakan oleh penulis dibandingkan dengan effort yang diberikan penulis untuk mengerjakannya. Untuk itu penulis sering mencari pelampiasan. Liat aja, sekarang lagi nonton F1 sambil nulis.. Hehehehe…

Manchester United 1999

April 17, 2006 Posted in Fun, Opini | Comments (1)

Gol kemenangan Soskjaer di final 1999

Hari ini, 17 April 2006, Manchester United (MU) berhasil memenangkan pertandingan melawan Tottenham Hotspurs dengan skor 1-2. Wayne Rooney menjadi pahlawan kemenangan MU dengan dua golnya. Dengan kemenangan ini, perayaan juara Chelsea jadi sedikit tertunda. Tidak hari ini Chelsea.. Hehe..

Ketika melihat MU sekarang dibandingkan dengan MU dulu, ketika meraih Treble Winners tahun 1999 (Juara Liga, Piala FA, dan Liga Champions), saya melihat sangat banyak perbedaan. Mulai dari cara bermainnya, karakter pemain-pemainnya (ya iyalah pemainnya juga udah ganti..), dan yang paling penting yang saya rasakan, adalah sekarang saya nggak berani yakin bahwa MU bakal menang dalam suatu pertandingan. Pasti bawaannya nggak tenang kalo nonton MU. Mereka bisa mempertahankan keunggulan ga ya? Mereka bisa mencetak gol gak ya? Itu Ronaldo bakal main nggak konkrit gak ya? Rio Ferdinand bakal main bagus gak ya?

Kalo nonton MU tahun 1999 dulu, sampai beberapa tahun berikutnya, saya nggak akan khawatir MU bakal kalah atau ditahan imbang 0-0. Pertandingan pasti akan dihadiri banyak gol berkualitas. Bukan gol-gol kebetulan hasil kesalahan lawan, tapi gol-gol hasil kerjasama yang baik dari tim.

Ryan Giggs pasti akan mengobrak-abrik pertahanan dari sayap kiri, memberi umpan silang yang matang, atau muncul lepas dari jebakan offside mendapatkan umpan lambung dari belakang.

David Beckham adalah spesialis bola-bola jauh dari sayap kanan. Dia tidak pernah menggiring bola. Dia cukup memberikan bola langsung kepada siapapun yang punya kesempatan mencetak gol. Permainannya stabil. Dan menghasilkan banyak assist buat gol-gol MU.

Paul Scholes selalu mengejutkan dari luat kotak penalti dengan tendangan kerasnya. Roy Keane adalah pemimpin tim yang sangat dibutuhkan sebagai pemberi inspirasi. Lini belakang selalu dipegang oleh Jaap Stam, Ronny Johnsen, Dennis Irwin, dan Gary Neville yang meskipun gak terlalu tangguh, cukup membuat hati tenang

Di lini depan ada duet keling Dwight Yorke dan Andy Cole. Meski kadang sering kelihatan kurang skill, tapi konkrit. Banyak golnya.. Yorke selalu siap menerima umpan silang Beckham dan meneruskan ke gawang.

Kalau misalnya si duet keling itu lagi gak jelas, MU punya cadangan yang gak kalah kelas. Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer siap menggantikan dan mencetak  gol di menit-menit terakhir. Ingat aja contohnya di final Liga Champions. Keduanya mencetak gol kemenangan MU pada saat injury time.

Oh iya jangan lupain cadangan-cadangan lainnya, masih ada Nicky Butt, Phil Neville, Henning Berg, David May, Jesper Blomvqist (bener gak ya namanya), Wesley Brown (baru masuk tim), dan Raymond van der Gouw.

Wah kalo diceritain pasti banyak lagi. MU is my favorite. Jadi inget waktu saya loncat teriak ngelihat gol Soskjaer dan heboh sendiri malam-malam di rumah pas final Liga Champion 1999 (kebayang?). Musim itu benar-benar jadi musim terbaik untuk MU. Kapan ya bisa terulang lagi?

Sajian Televisi Kita..

Posted in Opini | Comments (2)

Sejak selesai berkutat dengan penyakit hepatitis beberapa waktu yang lalu, saya jadi sering menghabiskan waktu di kostan. Sebelumnya, waktu sakit, saya juga menghabiskan waktu di tempat tidur. Satu-satunya aktivitas yang tidak menghabiskan tenaga dan gampang dilakukan adalah menonton televisi. Gampang. Tinggal nyalakan, dan nikmati.

Tapi setelah berhari-hari melihat acara televisi, saya menemukan bahwa dunia pertelevisian udah nggak semenarik waktu masih SD dulu (Lha jauh banget ya bandingannya?). Yah nggak pas SD aja sih. Pokoknya sebelum kuliah. Dulu, saya punya beberapa tontonan wajib. Tontonan yang nggak akan ditinggalkan walau apapun yang terjadi. Contohnya kartun-kartun hari minggu, siaran sepakbola Liga Inggris plus berita-berita sepakbola, Si Doel anak sekolahan, Seputar Indonesia, dan apa lagi ya? Banyak kayaknya. Bahkan saya begitu merasakan kehadiran Dunia Dalam Berita yang hadir jam 7 malam dan 9 malam [CMIIW]. Jam-jam segitu terasa begitu sakral. Haha..

Kembali ke atas, kenapa saya bilang dunia televisi kita kurang menarik? Karena acara-acaranya monoton. Setiap channel sepertinya memberi sesuatu yang sama. Nggak ada yang bener-bener unik. Contohnya ya acara gosip yang selalu ada pagi, siang, sore, dan bahkan tengah malam, sinetron yang ceritanya melulu tentang cinta anak SMU, dan sebagainya. Semuanya terlihat begitu jelas dan mudah ditebak. Ketika Anda mencoba melihat seluruh channel di suatu waktu sama, pasti kebanyakan acaranya menyajikan sesuatu yang sejenis. Jadi Anda akan dengan cerdasnya bisa menebak acara apa itu.

Terus hal lain yang saya perhatikan adalah acara-acara tersebut terkesan begitu mudah dibuat. Dangkal. Entah kenapa. Contohnya acara-acara kuis seperti Indosat Super Show atau sejenisnya yang membawa suatu nama komersil. Pasti isinya ada band yang tampil, kuis-kuis berhadiah baik melalui sms maupun telepon, terus ada pembawa acara yang cantik-cantik disodorkan biar penonton pria pada melotot memandanginya.

Kedangkalan lain yang terlihat jelas adalah acara-acara agama. Dari judulnya aja udah terlihat kurang mencari makna. Sebut misalnya Kusebut NamaMu, yang nota bene adalah reff dari lagu Dewa 19. Terlihat sekali sengaja dipas-pasin. Terus ada Taubat, Insyaf dan apapun yang sejenisnya yang menunjukkan kitab Al-Quran di logo awalnya tapi isinya banyak gak jauh-jauh dari prostitusi. Yang ditontonkan wanita-wanita yang ceritanya terlibat prostitusi yang pastinya berpakaian seksi. Film agama kok ngasih cewe-cewe berbaju seksi. Kalo memang cerita seperti itu harus diungkapkan, jangan dipertontonkan! Ya nggak? Kenapa sih, ceritanya nggak orang-orang yang kena akibatnya karena korupsi, kolusi, dan nepotheisme? Atau ceritakan tentang seorang manusia yang bisa teguh membawa diri di tengah maraknya budaya barat yang muncul, tetap berbakti pada orangtua, jujur dalam segala aktivitasnya. Kan lebih baik ngajarin masyarakat untuk bersikap jujur daripada memunculkan ide di benak mereka buat melakukan yang nggak-nggak. Jadi kembali ke dangkal tadi, film-film rohani tersebut kehilangan maknanya.

Begitulah yang terjadi, banyak acara-acara kita yang kehilangan maknanya. Waktu kita habis untuk menonton sesuatu yang tidak menambah sesuatu ke dalam kita. Saya jadi ingat dulu di TPI ada acara yang membahas pelajaran-pelajaran yang ada di sekolah. Ilmu-ilmu Fisika, Matematika, Biologi. Saya selalu nonton itu sebelum berangkat ke sekolah yang dimulai siang hari. Saya jelas-jelas mendapat sesuatu dari situ..

Tapi di luar itu, saya masih punya beberapa acara yang menarik buat saya. Menurut saya cukup unik dan menghibur, meski gak selalu saya tonton:

  • Sport TV7 : Menarik, karena muncul setiap pagi [jam 7.30]dan membahas seluruh kejadian dalam dunia olahraga. Buat yang suka olahraga pasti jadi tontonan wajib.
  • Autobiography : Acara satu jam yang membahas tentang perjalanan hidup tokoh-tokoh penting dunia. Ada di Metro TV setiap Sabtu pukul 17.00
  • Extravaganza : Nggak tau kenapa jarang nggak lucu. Bagus buat hiburan.
  • Bajaj Bajuri : Sampai kapanpun kayaknya saya pasti nonton acara ini. Padahal diulang-ulang terusMenarik karena seperti melihat bangsa sendiri. Beneran loh..
  • Bang Jagur : Yah membawa penyegaran rohani dengan sederhana dan menghibur..
  • Liga Inggris!! Haha yah sekarang liga Inggris menjadi liga paling banyak ditonton di dunia [Hasil poling ESPN]. Saya selalu nonton big match dan highlightnya.

Hm, setelah dilihat-lihat emang banyak juga yang menarik ya? Pesannya, tonton acara yang berkualitas. Karena menonton TV itu menyia-nyiakan waktu. Membuat kita nggak produktif.. Sip?

Bola, Laptop, Grafika, dan Makanan

March 2, 2006 Posted in Personal Life | No Comments »

Rabu Malam, di sebuah kamar yang sumuk, hadir di sini menulis di sebuah laptop baru. hehehe.. Sekarang lagi masa ujicoba nih. Habis nginstall program-program yang dirasa dibutuhkan, bingung mau ngapain. Duasar.. jadinya nulis2 d.

Malam ini anak2 cikapayang pada main bola. Tadinya pengen ikut, tapi aduh gak enak badan ei. Udah beberapa hari. Tadi aja pas kuliah grafika udah kedinginan mampus. Kuliah Grafika hari ini berlangsung seperti biasa. Beberapa orang jadi korban penunjukan buat dikerjain di depan. Terus sebagai penutup, dateng tugas mingguan. Tugasnya lebih berat dari minggu sebelumnya. Sekarang harus bongkar font di windows, memodifikasi, merotasi, dan (yang hubungannya gak ada dengan font) membuat animasi pesawat datang ke arah kita, dengan badan yang membesar dan baling-balingnya berputar. Jadi animasi pesawat ini menerapkan prinsip rotasi dan translasi. Oh iya semua tugasnya dikerjain dalam DOS mode. DOS. Katanya sih tahun lalu itu tugas 4 minggu. Koq sekarang jadi satu minggu ya?

Yah anyway, kemarin gw dikasitau ama Dini supaya gak ganti-ganti obat. Soalnya gw habis cerita ama dia kalo beli obat flu yang gak pernah gw coba. Katanya ada temennya yang suka minum obat gak teratur dan ganti2 terus meninggal. Hiks. Dan dia serius cerita gitu. Bukan becanda.Tapi habis itu dia cerita kalo temannya itu hidupnya gak teratur juga. Hm.. beda dong ama gw. hehehe gak ding.. Kalo diingat-ingat beberapa kejadian yang udah lewat, banyak indikasi kalo makanan yang beredar itu gak sehat ya? Kemarin ada isu formalin. Terus gw juga dibilangin bahwa makan mi instan itu gak baik. Ada zat kandungannya yang gimanaaaa gitu males nulisnya. Terus gw juga habis nonton sinetron rohani yang gak jelas (Tahu kan yang mana? Sinetron yang tokohnya suka susah dikuburin, mati berubah jadi apa.. ) yang menceritakan tentang penjual ayam bangkai . Gak penting ya yang terakhir? Jadi kita harus pandai memilih makanan.. Makanan rumah yang paling baik d kayaknya. Jadi kangen rumah..

Hm, udah ah. Lama-lama makin nyampah. Ya udah deh… See u.

The Future is Yours

February 25, 2006 Posted in Movies | No Comments »

Kayak iklan apa ya? Well, gw baru aja habis menyelesaikan trilogi Back to the Future. Filmnya Steven Spielberg taun 80-an. Walopun gw udah nonton itu film berulang-ulang, tetep aja film itu bikin gw puas banget. Nggak kayak sinetron-sinetron nasional yang sepertinya menghina kecerdasan organisme.

Well, gw gabisa (baca: males) nyeritain filmnya kayak apa, cuma yang pasti bagus banget. Cukup membuat kepala ini berpikir, dan penasaran! I recomend u to watch these movies (Buat yang belum pernah). Ada versi VCDnya koq dijual di pasaran.

Ada sesuatu yang gw dapatkan dari film itu. Yaitu, masa depan ditentukan oleh kita sendiri. Di film itu diliatin kalo suatu perubahan kecil di masa lalu bisa mengubah semuanya di masa yang akan datang. Masa datang merupakan hasil dari fungsi apa yang kita lakukan masa kini.

Oleh karena semua masa depan itu bergantung pada kita saat ini, lakukanlah sesuatu di masa sekarang dengan sebaik2nya! Sekali kita melangkah ke depan, kita tidak akan pernah kembali ke masa lalu. Lakukan yang terbaik sekarang agar kita bisa mendapatkan yang terbaik nantinya.

This day

February 23, 2006 Posted in Personal Life | No Comments »

OK bagaimana kabar hari ini? baik sih. Lumayan. Tadi pagi sempat kesel karena habis keluar kelas nggak boleh masuk lagi. Ternyata sang dosen memberi aturan bahwa tidak boleh ada keluar masuk. Dan gw kena d.. Again and again.

Ya kenapa again and again? Soalnya gw gak tau karena gw gak baca peraturannya. Sama seperti kasus waktu gw cuma diperbolehkan mengambil 12 sks. Gw gak baca aturan kampus yang menuliskan kalo ngambil ksm nggak boleh terlambat. Jadilah kena sanksi akademik.

Selain kejadian di atas, nggak ada yang spesial sih. Paling diberondong tugas-tugas kuliah. Biar kata orang semester ini paling berat, ternyata gw belum ngerasa berat (ya 12 sks gitu loh.. Gak ding 4 sks sisanya gw nabung). Soalnya gw tercatat GB nih. Tugas pertama Grafika dikerjain gak ngambil peran, tugas 2 juga. PPL masih dikit. Jadi ya, relatif gak berat sih. Tapi tunggu aja minggu2 berikut.

Apa lagi ya? wah jadi nginget2 waktu ulang tahun dua hari lalu. Gilee dini nyiapinnya pol2an ampe dirayain anak2 di himpunan. Terus mana bikin buku ucapan selamat, yang diisi banyak orang. Padahal malemnya ya, udah ngerayain di rumahnya. Kue ulangtahunnya pizza lagi. hehehe..

Eh sekarang si dia ada di sebelah. Hehe jadi udah dulu ya.