Adolf Hitler
January 20, 2006
Posted in Uncategorized, Fun |
Halo, tadi saat bongkar2 hard disk gw menemukan teks drama super garing yang pernah gw bikin waktu SMU kelas 2. Judulnya Adolf Hitler. Konon ini menceritakan kehidupan Hitler semasa kecil dan bagaimana dia bisa muncul sebagai pemimpin. Gw udah rada2 lupa sih.. Yang dikurung pake /**/ itu komentar gw sekarang. Take a look:
Adolf Hitler
Cond : (Dingin) Masuk! Langsung saja. Mana surat-surat kamu?
Hitler : Ini Pak.
Cond : (Melihat surat-surat) Oke ini semua sudah lengkap. STTB SD, SMP, SMA, SLB, SIM, KTP, Pasfoto, STNK. Tapi setelah saya melihat semuanya. Saya piker kamu sulit masuk ke sekolah ini. Sebab kamu memiliki kekurangan dan kelebihan.
Hitler : Apa itu Pak?
Cond : Mau kelebihan atau kekurangan dulu?
Hitler : Kekurangan Pak.
Cond : Nilai kamu nggak bagus sama sekali. Saya saja heran kamu bisa lulus SMA. Kamu ada ikut les di luar nggak?
Hitler : Dulu saya ikut Primagama, cuma belakangan saya nggak bias ikut lagi. Habis saya sibuk sih. Sudahlah ngeband, main basket, ikut nari, mana jadi ketua OSIS lagi.
Cond : Udah tahu bodoh nggak les pula.
Hitler : Oh iya, kelebihan saya apa Pak?
Cond : Kelebihan berat badan. Udah… keluar kamu!
/*Kebetulan yang main jadi Hitler orangnya gemuk*/
Hitler : Jadi Saya nggak bisa masuk?
Cond : Nggak.
Hitler : Udah kautolak, kau hina lagi aku. Teganya kau!
Cond : Emang tega, aku kan bukan penyayang binatang.
Hitler : Jadi aku harus ke mana lagi sekolah… biar sukses
Cond : Sudahlah… kau nggak bakalan sukses. Ingatlah nasehat saya ini agar kamu tidak lupa.
Hitler : Kurang ajar… Kusumpahi 7 turunan kau pesek semua!
Cond : Terserahlah… yang penting nggak kayak binatang.
Hitler : (Pergi dengan geram dan sedih)
Sedih karena ditolak, ia memutuskan untuk tidak kuliah. Ia hidup dengan upah order dari jasa melukis kartu pos dan iklan. Suatu sore, di rumahnya, saat ayahnya pulang dari kantor, Hitler bercakap-cakap dengan ayahnya
/* R Hitler : Bapaknya Hitler. Raden Hitler? */
R. Hitler : Papa pulang…
Hitler : Kok rapi amat, ada yang ngurusin ya?
R. Hitler : Kan pake Trika!
Hitler : Oh, aku pikir habis dari lokalisasi.
R. Hitler : Apa? Kamu kok tahu?
Hitler : Eh, salah. Maksudnya lokasi. Papa bilang apa tadi?
R. Hitler : Ah, nggak ada. Cuma bercanda. Saya dapat berita tadi. Rupanya Jerman kalah.
Hitler : Mana… menang kok lawan Arab Saudi 8-0. Klose cetak tiga gol. /*Lagi musim piala dunia 2002*/
R. Hitler : Emang kamu ngerti Bola?
Hitler : Apa?
R. Hitler : Emang kamu ngerti… Bola!
Hitler : Emang papa bukan bola? Bola berketombe lain lho! Jadi Pa? Jerman kalah perang?
R. Hitler : Iya. Isi perjanjian Versailles sangat merugikan kita.
Hitler : Saya nggak terima. Saya mau lawan tu sekutu!
R. Hitler : Tekadmu bagus nak… Papa harap diterima di SisiNya.
Hitler : Betul!
R. Hitler : ya!(semangat)… aduh.. dada papa sakit… (pingsan, mati)
Hitler : Kenapa Pa? Hah Papa? Bangun Pa! Papa……..!!
/* Ricken, Am, Steven, Ariel Surkenon, Markus: Anggota2 partainya Hitler */
Hitler : Selamat malam semua!
Anggota : … (Diam)
Ricken : Sebutkan dulu kata kuncinya!
Hitler : Aduh, saya lupa. Heil Hitler!
Anggota : Heil Hitler!
Ricken : Bagus!
Hitler : (Menembakkan peluru ke Ricken. Ricken mati. Am dan Steven mengangkatnya keluar) Seharusnya saya yang bilang itu. Dasar bodoh! Mari kita mulai rapat kita. Misalkan saja Yahudi menghancurkan segala yang kita miliki, kalian mau nggak?
Anggota : Tentu tidak. (Ariel berbicara panjang lebar dengan Markus)
Hitler : Stop bicaranya Ariel…
A. Surkenon : Ampun Bos…
Hitler : Baiklah, sidang kita lanjutkan. Karena kalan tidak mau Hitler menghancurkan daripada kita, di mana mereka adalah bangsa yang lebih rendah daripada kita, Bangsa Aria. Maka dari itu, Senyum-senyum juga lagi kamu manis, Maka dari itu kita harus menghancurkan mereka. Hidup Jerman! /* Kata yang dimiringkan itu quote dari guru2 kami tercinta*/
Anggota : Hidup!
Hitler : Hidup Bangsa Aria!
Anggota : Hidup!
Hitler : Hidup Hitler!
Anggota : … (berpikir sejenak) hidup (lemas)
Hitler : Si Babi…
Am : Ada surat Bos!
Hitler : Apa isinya?
Am : Wah, nggak tau pak.
Hitler : Buka dulu dong, baca, kasih tahu saya. Telmi amat. Ngomong-ngomong tugas kamu sudah kamu kerjakan?
Am : Belum
Hitler : Yang lain gimana?
Anggota : Udah!
Hitler : Kamu sendiri yang belum buat. Gimana sih? Tugas itu sudah saya kasih dua minggu lalu. Ya sudah, nama kamu saya tandai. Baca surat itu!
Am : (Membuka surat) Ada kabar baik dan kabar buruk Bos.
Hitler : Kabar buruk dulu.
Am : Presiden Hindenburg meninggal.
Hitler : Kabar baiknya?
Am : Bos ditunjuk menjadi Presiden Jerman yang baru.
Hitler : Iya? Baguslah. Berarti rencana kita bisa jalan. Kita langsung aja serang Yahudi, kalian siap?
Anggota : Siap!
Steven : Duitnya dari mana?
Hitler : Itu urusan kalian. Aku mau pulang. Gaek aku lagi nggak ada di rumah. Heil Hitler! Am, kamu pimpin sidang.
Am : Baiklah, untuk diketahui, pemerintah hanya menyiapkan dana sebanyak 25 Juta Mark. Sementara kita butuh 50 Juta Mark. Apa yang harus kita lakukan?
Am : Wah bagus juga.
Markus : Temanya tembang kenangan aja, biar gaek-gaek datang.
A. Surkenon : Kita adain band, nari, kabaret, lelang kue, ama tari tor-tor.
Am : Oke…oke… kita adakan minggu depan.
Alhasil, dari malam dana tersebut dapat diperoleh dana yang dibutuhkan. Jerman semakin menggila. Mereka lalu menyerang Austria, Luxembourg, dan Belanda. Rencana utama, Yahudi, akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Tapi, di balik semua itu, ada satu hal yang tidak diketahui Hitler.
A. Surkenon : Malam Bos!
I. Ambee : Ke mana aja malam-malam gini?
A. Surkenon : Nonton.
A. Surkenon : Nggak Ah… ngapain nonton-nonton gituan. Nggak mendidik tahu!
I. Ambee : Terserahlah. Hitler jadi nyerang kita?
A. Surkenon : Jadi, bulan depan.
I. Ambee : Oke, dalam satu bulan ini kita siapkan pasukan.
A. Surkenon : Sip! Awas… Hitler datang pergi kau!
I. Ambee : Oke… oke…
Hitler : Woi, hitam… Ada perubahan rencana. Besok kita serang Yahudi.
A.Surkenon : Apa? Serius lu!
Hitler : Kan enak bikin kejutan. Malam ini kita berangkat. Cepetan siap-siap sana.
A. Surkenon : Ah.. Oh… Iya… Oke… Oke. Aduh… gimana nih nasib Yahudi….
Hitler : Apa?
A. Surkenon : Nggak ada… pergi yok!
Hitler : (jalan) Nah kita sudah sampai… Cari bangsa-bangsa Yahudi itu! Di mana mereka kira-kira Am?
Am : Diperkirakan mereka berada di Timur, dekat Danau Up Down
Hitler : Kok kamu yakin sekali?
Am : Sekarang sedang kemarau Bos. Tentara Yahudi pasti kehausan. Danau Up Down yang terpencil pasti jadi tempat persembunyian mereka.
A. Surkenon : (Menjauh dari mereka) Ndeee… gimana ya.. supaya bangsa Yahudi nggak kena’(berpikir). Oh iya..!!! Woi Am… (mendekat ke Am)Aku rasa mereka tidak di situ. Mereka cukup pintar untuk tidak bersembunyi di situ.
Am : Kau tahu apa? Saya ahli perang.
A. Surkenon : Saya tahu benar orang Yahudi. Mereka tidak sebodoh kau.
Am : Terserahlah. Mau taruhan?
Hitler : Diam kalian! Kubunuh kalian nanti. Sekarang mana yang benar?
Am : Timur.
A. Surkenon : Saya rasa di barat.
Am : Timur!
A. Surkenon : Barat!
Am : Barat!
A. Surkenon : Timur! Eh salah, Barat!
Hitler : Bapak kalian satu-satu. Diam! Ariel, kamu memang tahu betul sifat orang Yahudi kan?
Am : Tapi Bos…
Hitler : Sudahlah. Ariel, perintahkan mereka cari di barat.
A. Surkenon : Siap!
Ternyata di Barat sedang mangkal pasukan Amerika. Alhasil, pasukan Jerman hancur lebur karena tidak siap. Amerika pun semakin gencar menyerang Jerman pada hari-hari berikutnya. Jerman jadi kacau. Konon ini berkat kecerdikan A. Surkenon. Hitler ngamuk-ngamuk mendapatkan hasil ini.
/* Akhir cerita, ternyata bapaknya hitler itu Rubens Hitler!*/
Hitler : Pan***!! Kurang ajar Ariel! Sok tahu dia! Pan***!!! Mana dia!
Am : Tunggu sebentar Bos. Biar saya Panggilkan. Ariel!!
Ariel : Aku di sini!! Ngapain nyari-nyari aku?
Am : Bos manggil tuh!
Hitler : Ariel jahanam, kemari kau! Kurang ajar kau! Semua ini gara-gara kau Pasti kau berkhianat!
Ariel : Sebenarnya Bos… Aku… Tapi Bos… Ah sudahlah…
I. Ambee : Hahahahahahahahaha!! Hah… hahh.. hahh
Ariel : Tulah kalau banyak kali action. Sementara fisik nggak mendukung.
I. Ambee : Kamu bilang apa?
Ariel : Nggak deh bos. Ampun!
Am : Bos? Berarti kau…
I. Ambee : Hahahahahahahah…hah.. hahh.. Sebenarnya di anak buahku…
Ariel : Iya, betul sekali! Aku mata-mata dari Yahudi. Kau sudah terlambat untuk menyadarinya Hitler!
Rubens : Hahahahahaha
Hitler : Papa?
Rubens : Anakku…
Hitler : Papa…
Rubens : Anakku…
Hitler : Papa, bukannya engkau sudah mati?
Rubens : Papa memang sudah mati nak. Ini adalah roh Papa. Coba kau sentuh tubuh ayah…
Hitler : (Berusaha menyentuh tubuh Rubens) Iya!! Tembus!!
Cond : Hihihihihihihi… Halo!!
I. Ambee : Siapa itu?
Cond : Ini aku… Oliver Cond. Kepala sekolah. Kau masih ingat aku Hitler?
Hitler : Eh, si Babi! Ngapain ke sini?
Cond : Hahahaha udah kubilang kau nggak akan berhasil jadi orang. Kau mau buktikan aja. Di neraka kabarnya kau bakal dating beberapa hari lagi.
Hitler : Lho. Kau udah mati juga? Coba aku sentuh… (menyentuh Cond) Lho.. kok tidak tembus?
Cond: Tentu tidak. Saya kan pakai sayap. Jadi tidak tembus ke samping. Hahahahaha!
I. Ambee : Udah! Bukan saatnya untuk bermain-main.
Oliver : Lho.. itu kan Isaac Ambee… Kabarnya kau bakal ditolak masuk surga.
I. Ambee : Lho… saya kan rajin beribadah…
Oliver : Beribadah di depan gaek aja. Kalo nggak ada gaek, sama tahu ajalah kita, nonton!
I. Ambee : Makasih ya!
Am : Kalo aku masuk mana?
Rubens : Kemarin ada kau lihat namanya?
Oliver : Nggak. Oh Iya! Kau nggak masuk mana-mana. Emang buaya ke akherat?
Am : Si Babi!
Rubens : Cuma nggak tahulah… kami sibuk di sana. Begitu mereka tahu saya dari mana, Banyak yang minta servis.
Am : Ooh…
Ariel : Woi! Ala tuh! Capek aku lihat kalian. Kayaknya harus mati satu-satu nih!
I. Ambee : Tunggu instruksi aku dulu! Aku kan bos kau…
Ariel : (Menembak Isaac) Banyak kali gayanya.. (Isaac jadi arwah)
I. Ambee : Rupanya kayak ginilah sikap kau sama aku. Dasar pengkhianat!
Ariel : Am… Kamu pilih yang mana? Tetap setia atau bergabung sama aku? Mau mati ayau hidup?
Hitler : Kau mau berkhianat Am?
Am : Bagaimana mungkin aku berkhianat? Bagaimanapun juga bos… kebahagiaanmu kebahagiaanku juga. Penderitaanmu kebahagiaanku juga. Jadi sorilah bos!
Hitler : Am… teganya kau melakukan ini padaku. Kukutuk kau jadi buaya!
Ariel : Emang udah kayak buaya kok…
Hitler : Ayah.. Kepala Sekolah.. tolonglah aku…
Rubens : (menggeleng) Maaf… bukan hak kami nak…
Oliver : Nggak juga sih… kami kan kesepian di neraka… nanti banyak cewek cantik kok Hitler, di sana. Kan ada papamu. Cuma semuanya setan.
Rubens : Bisa aja kamu… Udah yuk. Kita balik. Udah maghrib nih. Isaac.. mau ikut?
I. Ambee : Oke deh… Bye semua…
Ariel : Sekarang tinggal kau sendiri Hitler… Selamat tinggal… (Menembakkan peluru ke Hitler.
Am : Kayaknya udah nih.. woi.. Pulang yuk! Udah maghrib.
Ariel : O ya.. sebelumnya aku antar dulu kau ke neraka. (nembak). Nah.. baru kau pulang! Hahaha. Selamat tinggal semua…
Akhirnya mayat Hitler ditemukan dan orang-orang mengambil kesimpulan bahwa Hitler bunuh diri karena Jerman kalah dari sekutu.(*)
Anggota Kelompok:
Brahmasta Adipradana
Dicky Danil
Ingkondo Damayanto
Kenri Pomar
Pierre Yohannes E. Lubis
Surya Anggara