Formasi Kamar

April 25, 2006 Posted in Personal Life | No Comments »

Seringkali saya memperhatikan hal-hal yang sesunggihnya nggak begitu esensial. Hal ini sangat terlihat pada perhatian ke barang-barang yang ada di sekitar.

Contohnya ketika komputer ini mengalami sedikit cacat di bagian bawahnya langsung kepala pusing memikirkannya. Berikutnya waktu gitar listrik lecet untuk pertama kalinya langsung pusing memandangi dan memikirkan bagaimana memperbaiki cacatnya. Waktu handphone lecet juga gitu. Duh rasanya gak seneng liatnya.

Bukan Cuma ke kondisi fisik barang-barang, tapi juga susunan, tata letak dan keserasian warna. Kalo lagi parah bisa habis waktu buat ngurusin yang nggak penting gituan. Di kosan, kamar 213 yang kuhuni ini adalah yang paling sering berganti formasi. Formasi pertama begini, eh gak puas, bulan depan ganti formasi lain.

Malam ini lagi-lagi pikiran ini pusing mikirin itu. Akhirnya formasi kamar kembali ke bulan lalu. Kulkas bertukar posisi dengan komputer, Yang membuat saya sedikit nyaman kalo main (main? Belajar kali? Gak ding main..) komputer sambil nonton.

Sebenernya sih masih ada ketidakpuasan sih. Posisi meja belajar, yang dekat dengan pintu kamar mandi. Selalu menjadi masalah. Entah kenapa ada feeling gak bagus di situ…Jadinya bau kamar mandi yang gak sedap kecium waktu duduk di meja belajar.. WOI BRAM!!!.. Ngapain sih dipikirin.. Hahaha..

Saatnya kembali ke tugas besok MPPL, trus besoknya Grafika, terus besoknya terusin PPL, SBD juga dikerjain.. Tapi eh dapet tugas grafika lagi, lalu rupanya tugas Progin udah keluar, jadi ngerjain Progin deh.. Tapi sambil ngerjain Grafika loh, PPLnya lupa. SBD apa lagi. Eh besoknya gak kerasa tiba-tiba PPL udah mau Deadline! Grafikanya ditunda dulu, yang sks banyak diutamakan. Lalu… Terus.. Lantas…

GILA!!

(Untung gak ngambil Jarkom..)

n.b.

Sebenernya gak seheboh ini koq. Tekanan batin lebih banyak dirasakan oleh penulis dibandingkan dengan effort yang diberikan penulis untuk mengerjakannya. Untuk itu penulis sering mencari pelampiasan. Liat aja, sekarang lagi nonton F1 sambil nulis.. Hehehehe…

Manchester United 1999

April 17, 2006 Posted in Fun, Opini | Comments (2)

Gol kemenangan Soskjaer di final 1999

Hari ini, 17 April 2006, Manchester United (MU) berhasil memenangkan pertandingan melawan Tottenham Hotspurs dengan skor 1-2. Wayne Rooney menjadi pahlawan kemenangan MU dengan dua golnya. Dengan kemenangan ini, perayaan juara Chelsea jadi sedikit tertunda. Tidak hari ini Chelsea.. Hehe..

Ketika melihat MU sekarang dibandingkan dengan MU dulu, ketika meraih Treble Winners tahun 1999 (Juara Liga, Piala FA, dan Liga Champions), saya melihat sangat banyak perbedaan. Mulai dari cara bermainnya, karakter pemain-pemainnya (ya iyalah pemainnya juga udah ganti..), dan yang paling penting yang saya rasakan, adalah sekarang saya nggak berani yakin bahwa MU bakal menang dalam suatu pertandingan. Pasti bawaannya nggak tenang kalo nonton MU. Mereka bisa mempertahankan keunggulan ga ya? Mereka bisa mencetak gol gak ya? Itu Ronaldo bakal main nggak konkrit gak ya? Rio Ferdinand bakal main bagus gak ya?

Kalo nonton MU tahun 1999 dulu, sampai beberapa tahun berikutnya, saya nggak akan khawatir MU bakal kalah atau ditahan imbang 0-0. Pertandingan pasti akan dihadiri banyak gol berkualitas. Bukan gol-gol kebetulan hasil kesalahan lawan, tapi gol-gol hasil kerjasama yang baik dari tim.

Ryan Giggs pasti akan mengobrak-abrik pertahanan dari sayap kiri, memberi umpan silang yang matang, atau muncul lepas dari jebakan offside mendapatkan umpan lambung dari belakang.

David Beckham adalah spesialis bola-bola jauh dari sayap kanan. Dia tidak pernah menggiring bola. Dia cukup memberikan bola langsung kepada siapapun yang punya kesempatan mencetak gol. Permainannya stabil. Dan menghasilkan banyak assist buat gol-gol MU.

Paul Scholes selalu mengejutkan dari luat kotak penalti dengan tendangan kerasnya. Roy Keane adalah pemimpin tim yang sangat dibutuhkan sebagai pemberi inspirasi. Lini belakang selalu dipegang oleh Jaap Stam, Ronny Johnsen, Dennis Irwin, dan Gary Neville yang meskipun gak terlalu tangguh, cukup membuat hati tenang

Di lini depan ada duet keling Dwight Yorke dan Andy Cole. Meski kadang sering kelihatan kurang skill, tapi konkrit. Banyak golnya.. Yorke selalu siap menerima umpan silang Beckham dan meneruskan ke gawang.

Kalau misalnya si duet keling itu lagi gak jelas, MU punya cadangan yang gak kalah kelas. Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer siap menggantikan dan mencetak  gol di menit-menit terakhir. Ingat aja contohnya di final Liga Champions. Keduanya mencetak gol kemenangan MU pada saat injury time.

Oh iya jangan lupain cadangan-cadangan lainnya, masih ada Nicky Butt, Phil Neville, Henning Berg, David May, Jesper Blomvqist (bener gak ya namanya), Wesley Brown (baru masuk tim), dan Raymond van der Gouw.

Wah kalo diceritain pasti banyak lagi. MU is my favorite. Jadi inget waktu saya loncat teriak ngelihat gol Soskjaer dan heboh sendiri malam-malam di rumah pas final Liga Champion 1999 (kebayang?). Musim itu benar-benar jadi musim terbaik untuk MU. Kapan ya bisa terulang lagi?

Sajian Televisi Kita..

Posted in Opini | Comments (2)

Sejak selesai berkutat dengan penyakit hepatitis beberapa waktu yang lalu, saya jadi sering menghabiskan waktu di kostan. Sebelumnya, waktu sakit, saya juga menghabiskan waktu di tempat tidur. Satu-satunya aktivitas yang tidak menghabiskan tenaga dan gampang dilakukan adalah menonton televisi. Gampang. Tinggal nyalakan, dan nikmati.

Tapi setelah berhari-hari melihat acara televisi, saya menemukan bahwa dunia pertelevisian udah nggak semenarik waktu masih SD dulu (Lha jauh banget ya bandingannya?). Yah nggak pas SD aja sih. Pokoknya sebelum kuliah. Dulu, saya punya beberapa tontonan wajib. Tontonan yang nggak akan ditinggalkan walau apapun yang terjadi. Contohnya kartun-kartun hari minggu, siaran sepakbola Liga Inggris plus berita-berita sepakbola, Si Doel anak sekolahan, Seputar Indonesia, dan apa lagi ya? Banyak kayaknya. Bahkan saya begitu merasakan kehadiran Dunia Dalam Berita yang hadir jam 7 malam dan 9 malam [CMIIW]. Jam-jam segitu terasa begitu sakral. Haha..

Kembali ke atas, kenapa saya bilang dunia televisi kita kurang menarik? Karena acara-acaranya monoton. Setiap channel sepertinya memberi sesuatu yang sama. Nggak ada yang bener-bener unik. Contohnya ya acara gosip yang selalu ada pagi, siang, sore, dan bahkan tengah malam, sinetron yang ceritanya melulu tentang cinta anak SMU, dan sebagainya. Semuanya terlihat begitu jelas dan mudah ditebak. Ketika Anda mencoba melihat seluruh channel di suatu waktu sama, pasti kebanyakan acaranya menyajikan sesuatu yang sejenis. Jadi Anda akan dengan cerdasnya bisa menebak acara apa itu.

Terus hal lain yang saya perhatikan adalah acara-acara tersebut terkesan begitu mudah dibuat. Dangkal. Entah kenapa. Contohnya acara-acara kuis seperti Indosat Super Show atau sejenisnya yang membawa suatu nama komersil. Pasti isinya ada band yang tampil, kuis-kuis berhadiah baik melalui sms maupun telepon, terus ada pembawa acara yang cantik-cantik disodorkan biar penonton pria pada melotot memandanginya.

Kedangkalan lain yang terlihat jelas adalah acara-acara agama. Dari judulnya aja udah terlihat kurang mencari makna. Sebut misalnya Kusebut NamaMu, yang nota bene adalah reff dari lagu Dewa 19. Terlihat sekali sengaja dipas-pasin. Terus ada Taubat, Insyaf dan apapun yang sejenisnya yang menunjukkan kitab Al-Quran di logo awalnya tapi isinya banyak gak jauh-jauh dari prostitusi. Yang ditontonkan wanita-wanita yang ceritanya terlibat prostitusi yang pastinya berpakaian seksi. Film agama kok ngasih cewe-cewe berbaju seksi. Kalo memang cerita seperti itu harus diungkapkan, jangan dipertontonkan! Ya nggak? Kenapa sih, ceritanya nggak orang-orang yang kena akibatnya karena korupsi, kolusi, dan nepotheisme? Atau ceritakan tentang seorang manusia yang bisa teguh membawa diri di tengah maraknya budaya barat yang muncul, tetap berbakti pada orangtua, jujur dalam segala aktivitasnya. Kan lebih baik ngajarin masyarakat untuk bersikap jujur daripada memunculkan ide di benak mereka buat melakukan yang nggak-nggak. Jadi kembali ke dangkal tadi, film-film rohani tersebut kehilangan maknanya.

Begitulah yang terjadi, banyak acara-acara kita yang kehilangan maknanya. Waktu kita habis untuk menonton sesuatu yang tidak menambah sesuatu ke dalam kita. Saya jadi ingat dulu di TPI ada acara yang membahas pelajaran-pelajaran yang ada di sekolah. Ilmu-ilmu Fisika, Matematika, Biologi. Saya selalu nonton itu sebelum berangkat ke sekolah yang dimulai siang hari. Saya jelas-jelas mendapat sesuatu dari situ..

Tapi di luar itu, saya masih punya beberapa acara yang menarik buat saya. Menurut saya cukup unik dan menghibur, meski gak selalu saya tonton:

  • Sport TV7 : Menarik, karena muncul setiap pagi [jam 7.30]dan membahas seluruh kejadian dalam dunia olahraga. Buat yang suka olahraga pasti jadi tontonan wajib.
  • Autobiography : Acara satu jam yang membahas tentang perjalanan hidup tokoh-tokoh penting dunia. Ada di Metro TV setiap Sabtu pukul 17.00
  • Extravaganza : Nggak tau kenapa jarang nggak lucu. Bagus buat hiburan.
  • Bajaj Bajuri : Sampai kapanpun kayaknya saya pasti nonton acara ini. Padahal diulang-ulang terusMenarik karena seperti melihat bangsa sendiri. Beneran loh..
  • Bang Jagur : Yah membawa penyegaran rohani dengan sederhana dan menghibur..
  • Liga Inggris!! Haha yah sekarang liga Inggris menjadi liga paling banyak ditonton di dunia [Hasil poling ESPN]. Saya selalu nonton big match dan highlightnya.

Hm, setelah dilihat-lihat emang banyak juga yang menarik ya? Pesannya, tonton acara yang berkualitas. Karena menonton TV itu menyia-nyiakan waktu. Membuat kita nggak produktif.. Sip?