Manchester United 1999
April 17, 2006
Posted in Fun, Opini |
Hari ini, 17 April 2006, Manchester United (MU) berhasil memenangkan pertandingan melawan Tottenham Hotspurs dengan skor 1-2. Wayne Rooney menjadi pahlawan kemenangan MU dengan dua golnya. Dengan kemenangan ini, perayaan juara Chelsea jadi sedikit tertunda. Tidak hari ini Chelsea.. Hehe..
Ketika melihat MU sekarang dibandingkan dengan MU dulu, ketika meraih Treble Winners tahun 1999 (Juara Liga, Piala FA, dan Liga Champions), saya melihat sangat banyak perbedaan. Mulai dari cara bermainnya, karakter pemain-pemainnya (ya iyalah pemainnya juga udah ganti..), dan yang paling penting yang saya rasakan, adalah sekarang saya nggak berani yakin bahwa MU bakal menang dalam suatu pertandingan. Pasti bawaannya nggak tenang kalo nonton MU. Mereka bisa mempertahankan keunggulan ga ya? Mereka bisa mencetak gol gak ya? Itu Ronaldo bakal main nggak konkrit gak ya? Rio Ferdinand bakal main bagus gak ya?
Kalo nonton MU tahun 1999 dulu, sampai beberapa tahun berikutnya, saya nggak akan khawatir MU bakal kalah atau ditahan imbang 0-0. Pertandingan pasti akan dihadiri banyak gol berkualitas. Bukan gol-gol kebetulan hasil kesalahan lawan, tapi gol-gol hasil kerjasama yang baik dari tim.
Ryan Giggs pasti akan mengobrak-abrik pertahanan dari sayap kiri, memberi umpan silang yang matang, atau muncul lepas dari jebakan offside mendapatkan umpan lambung dari belakang.
David Beckham adalah spesialis bola-bola jauh dari sayap kanan. Dia tidak pernah menggiring bola. Dia cukup memberikan bola langsung kepada siapapun yang punya kesempatan mencetak gol. Permainannya stabil. Dan menghasilkan banyak assist buat gol-gol MU.
Paul Scholes selalu mengejutkan dari luat kotak penalti dengan tendangan kerasnya. Roy Keane adalah pemimpin tim yang sangat dibutuhkan sebagai pemberi inspirasi. Lini belakang selalu dipegang oleh Jaap Stam, Ronny Johnsen, Dennis Irwin, dan Gary Neville yang meskipun gak terlalu tangguh, cukup membuat hati tenang
Di lini depan ada duet keling Dwight Yorke dan Andy Cole. Meski kadang sering kelihatan kurang skill, tapi konkrit. Banyak golnya.. Yorke selalu siap menerima umpan silang Beckham dan meneruskan ke gawang.
Kalau misalnya si duet keling itu lagi gak jelas, MU punya cadangan yang gak kalah kelas. Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer siap menggantikan dan mencetak gol di menit-menit terakhir. Ingat aja contohnya di final Liga Champions. Keduanya mencetak gol kemenangan MU pada saat injury time.
Oh iya jangan lupain cadangan-cadangan lainnya, masih ada Nicky Butt, Phil Neville, Henning Berg, David May, Jesper Blomvqist (bener gak ya namanya), Wesley Brown (baru masuk tim), dan Raymond van der Gouw.
Wah kalo diceritain pasti banyak lagi. MU is my favorite. Jadi inget waktu saya loncat teriak ngelihat gol Soskjaer dan heboh sendiri malam-malam di rumah pas final Liga Champion 1999 (kebayang?). Musim itu benar-benar jadi musim terbaik untuk MU. Kapan ya bisa terulang lagi?
MU, sekarang mungkin masih mencari-cari bentuk permainannya yang baru. Lagipula, MU perlu mencari sosok pengganti Roy Keane, yang bisa jadi ‘jiwa’ tim. Untuk hal ini, menurut saya Neville belum bisa.
Tapi tenang aja deh, pemain-pemain MU sekarang masih muda dan potensial. Dan tentu saja, ada Rooney!
Tinggal tunggu aja;
Lagipula musim ini MU masih bisa dapat Piala Carling + Posisi 2. Itu udah oke kok
Comment by weno — April 25, 2006 @ 12:35 pm
gemblung
Comment by qodam — October 11, 2008 @ 8:26 am