Main-Main C#

June 26, 2006 Posted in Personal Life | Comments (2)

Suatu hari di himpunan, Kira-kira April 2005.. Kepala lagi sedikit pusing mengerjakan tugas kuliah Strategi Algoritmik.

"Eh.. pada ngapain?", ujar seseorang yang baru datang ke himpunan.

"Lagi ngerjain tugas Stimik..", salah satu dari rekan kelompokku menjawab.

"Oh.. Eh Udah Main-Main C# belum?", tanya seorang temanku yang baru datang ke himpunan.

"He?", kami pun terdiam semua..

"Gampang loh!", ujar temanku yang tadi masih dengan polosnya..

Kami masih diam. Bingung mau komentar apa..

Dan topik lain pun untungnya bermunculan.

Yah itu kira-kira setahun lalu, waktu kami masih baru belajar pemrograman berorientasi objek dan mengandalkan Delphi sebagai satu-satunya kakas yang bisa digunakan.Sekarang akhirnya saya bertemu dengan "mainan" teman saya itu di kerja praktek. Masalahnya adalah kami butuh sebuah aplikasi konsol yang terhubung dengan SQL Server. Logika saya (yang agak terbatas.. emoticon)dan rekan saya mengarahkan kami untuk mencoba pakai .NET.

Bermodal dengan cerita teman kami yang dulu bahwa ini gampang, kami pun memulai dengan yakinnya. Hehe..

Tapi sialnya dan kerennya saya nggak nginstall MSDN Library di komputer. Dan saya memang nggak punya. Jadi kami bekerja tanpa dokumen Help. Sesuatu yang banyak menolong kami selama 2 minggu sebelumnya, baik dalam membuat aplikasi batch, mengambil mac address, instalasi dengan Sysprep, dan lain-lain. Seperti kata seorang dosen saya, "Belajar itu cukup dari manual!".

Jadi sekarang kami gimana Pak? Belajar cukup dari coba-coba ya Pak.. 

Dan sejauh ini, hasil coba-coba kami, ya lumayan. Bisalah.. bisa dikerjain. 

Ada yang mau ikutan main-main C# bersama kami? emoticon

Salah Beli

June 25, 2006 Posted in Personal Life | No Comments »

Pagi ini, saya baru aja mengantarkan orangtua ke bandara Halim Perdanakusuma. Beliau mau pulang ke Pekanbaru, setelah ‘eksplorasi’ sekolah di Jakarta dan mengecek anaknya yang satu ini masih dalam kondisi sehat dan sejahtera emoticon.

Sewaktu pulang, saya sempat mampir ke toko kecil yang jualan banyak majalah. Berhubung tadi malam nggak berhasil membangunkan diri buat nonton Jerman vs Swedia dan pengen tau persiapan Inggris menghadapi Ekuador ntar malam, dicarilah sebuah tabloid/koran yang banyak isi sepakbolanya. Mata melirik dan mencari-cari TopSkor, koran murah yang isinya sepakbola semua.. Setelah dapat terus beli dan langsung berjalan kembali ke mobil.

Waktu mau nyampe mobil, koran itu langsung kubuka, soalnya mau lihat headline-nya.

Di bagian atas ada "Tim Orange Pesimis", ada gambar Robie Van Persie di sana dan formasi tim Belanda. Terus ke bawah lagi melihat berita lain. Lalu..

"Majikan Siksa PRT".. Loh kok? emoticon 

Terus langsung liat judulnya deh.. 

Ternyata Bukan TopSkor!!! emoticon

Ternyata Pos Metro yang terbeli. Tiba-tiba jadi bingung sendiri.. Kok bisa salah ya.. 

Yah gak papa deh.. yang penting banyak berita sepakbolanya..

Sampai di rumah, saya langsung membuka koran itu, membacanya sebentar sambil minum susu. Hehe.. dan ternyata, isinya mirip-mirip dengan koran Lampu Merah atau sejenisnya. Tengok berita-berita terkini dari koran tersebut: "Pemenang Waria Dikirim ke Bangkok", kemudian "Kasus Keracunan Nasi Uduk 5 Karyawan Diperiksa", lalu "Depok Surga Perampok".emoticon

Jadi resmi salah beli. Mendingan beli koran biasa deh.

Pesan moral: Sebelum membeli sesuatu pastikan barang yang kamu ambil adalah barang yang benar. Hehehe..

Bekasi itu Agak Jauh..

June 24, 2006 Posted in Personal Life | Comments (1)

"Lo tinggal di mana Bram?"

"Bekasi"

"Wah jauh ya?"

Kira-kira itu yang menjadi tanggapan orang ketika mendengar tempat tinggal saya. Semenjak kerja praktek di Siemens saya jadi merasakan bagaimana menjadi seorang pria kantoran yang tinggal di Bekasi. Soalnya selama dua bulan ini, saya menetap di sebuah rumah di Taman Century I Pekayon. Rumah itu rumah milik orangtua, dan biasa ditinggali sewaktu lagi liburan ke Jakarta (atau Bekasi?).

Hm, jadi seperti apa menjadi orang kantoran tersebut?

Lumayan..

Lumayan capek!

Haha.. setiap hari saya berangkat dari rumah antara pukul 06:00 pagi sampai 06:30. Sampai di Siemens antara pukul 07:15 sampai 07:30. Sorenya, saya berangkat pulang kira-kira 17.00-17:30. Dan sampainya antara pukul 19:00-20:00. Jadi total sekitar 12-14 jam dihabiskan di luar rumah.

Sebenernya sih saya sudah cukup terbiasa dengan jumlah jam segitu. Tapi bedanya adalah sekitar tiga jam sehari dihabiskan untuk mengemudi. Dan itu ternyata cukup menyita tenaga. Sampai di rumah, bawaannya udah mau ke tempat tidur dan siap untuk bangun jam 5 pagi keesokan harinya.

Tempat kerja saya sendiri terbilang cukup dekat. Di Siemens Business Park Pancoran. Masih agak-agak di timur Jakarta. Tapi kenapa lama? Karena biasanya ada sedikit kemacetan. Sewaktu berangkat kemacetan ada di Pintu Masuk Pondok Gede Timur dan jalan raya Halim-Cawang. Sementara kalo pulang di deket-deket Halim dan di Pintu Masuk Bekasi Barat.

Selain membuang tenaga, posisi tempat tinggal di sini juga membuang banyak bensin. Saya sendiri belum menghitung berapa pengeluaran buat bensin. Tapi yang jelas jauh lebih banyak dibanding waktu di Bandung dulu.

Jadi gajinya habis buat bensin dong? Haha.. yang penting pengalamannya bung! Saya sudah mulai menikmati kerja praktek di sini. Apalagi setelah tugas pertama mengenai instalasi Sysprep itu selesai. Jadi agak santai. Sekarang kerjaannya bantu-bantu partner KP saya, yang sibuk melakukan maintenance database komputernya Siemens. Kecapean yang diceritakan sebelumnya, merupakan bagian dari pengalaman-pengalaman menarik yang ada selama kerja praktek di sini.

Pengalaman menarik? Yah tunggu aja cerita berikutnya!emoticon 

 

Kerja Praktek dan CAT Client

June 20, 2006 Posted in Personal Life | Comments (1)

Libur pasca Semester 6 biasa digunakan oleh mahasiswa IF untuk menjalani kerja praktek. Sebuah mata kuliah wajib yang mengharuskan kita bekerja untuk sebuah instansi dan menerapkan ilmu-ilmu yang kita miliki di sana. Pada semester 7, semester di mana SKS kuliah ini diambil, setiap kelompok mahasiswa yang melakukan kerja praktek akan melakukan presentasi laporan hasil kerja prakteknya di hadapan dosen, yang bakal menelurkan nilai indeks untuk mata kuliah itu..

Yah sebenernya pasti udah pada tahu sih..

Liburan ini saya menjalaninya di Siemens AG. Sebuah perusahaan elektronik yang.. hm.. gak ngerti juga sih. Dia mengembangkan bisnisnya ke mana-mana, sampai alat-alat kesehatan. Sebelumnya aku mikirnya cuma alat elektronik seperti HP, HP, dan HP. Tapi ternyata nggak. Jadi jangan bayangkan Siemens itu HP doang yah. Lagian bagian pembuatan HPnya ternyata udah dijual ke BenQ.

Hm, ngerjain apa di sana?

Wah di luar bayangan deh..

Yah aku melakukan eksplorasi terhadap sistem instalasi CAT Client dengan Metode Sysprep (Huwek.. susah amat bahasanya..). Jadi gini, komputer di Siemens itu kan banyak banget. Lebih dari 3000. Dan semuanya terintegrasi dalam sebuah sistem yang bernama Client Architecture Technology (CAT). Sistem ini berbasis Windows. Dengan sistem ini, setiap komputer milik Siemens sudah memiliki standar aplikasi dan setting dsb yang sama. Sistem ini juga secara otomatis melakukan update jika standar diperbaharui. Misalnya ada update untuk Office, antivirus, dan sebagainya. Pokoknya bikin komputernya gak bisa kita otak atik.. Dan komputer yang tidak berbasis CAT ini, gak bisa masuk ke dalam jaringannya Siemens.

Lanjut, jadi ceritanya aku bekerja di bagian CIO infrastructure. Bagian ini menangani masalah troubleshooting segala infrastruktur di Siemens. Terutama ya si CAT itu. CAT ini banyak banget masalahnya. setiap hari kerjaan pegawai-pegawai bagian itu melayani keluhan dari banyak pengguna CAT di Siemens dan gak sempat melakukan kerjaan yang lain. Terus, setiap hari juga, komputer-komputer baru berdatangan. Jumlahnya 10-30 lah.. semuanya harus di-install-in CAT, yang memakan waktu 2 jam satu komputernya (sekalian nginstall Windows, Office, Antivirus, dll dalam satu paket instalasi).

Dalam proses instalasi itu sendiri, ada dua metode yang dimiliki oleh CAT tersebut. Yang pertama, yang sekarang selalu digunakan, yaitu Unattended. Jadi proses instalasi (secara teori..) tinggal masukin CD, terus ditinggal (selama dua jam).. ngambil data dari server.. dan..jadi deh. Metode kedua adalah Sysprep. Jadi sebuah komputer diinstall dengan metode unattended sebagai master, selanjutnya komputer-komputer sejenis meng-klon komputer tersebut dengan menggunakan file image yang dihasilkan komputer master tersebut. Konon kata mbah-mbah yang berpengalaman di CIO dan dokumentasi-dokumentasi yang kubaca, bisa mempercepat si 2 jam itu menjadi setengah jam. Wow! Reduksi cost perusahaan yang tinggi. Soalnya perusahaan ini punya banyak sekali komputer yang harus diinstall CAT. Lebih kurang Sysprep itu seperti gambar di bawah

Tapi sayangnya di Siemens Indonesia ini, metode kedua belum diterapkan karena belum berhasil dicoba. Aku udah mencobanya selama seminggu ini dan sampai sekarang baru bisa membuat image dari komputer. Buat melakukan kloning.. ada sebuah error yang fatal. Aku masih berusaha menyelesaikan ini. Soalnya, ini bagian dari kerjaan di kerja praktekku.

Yah semoga seiring dengan berjalannya waktu aku bisa menyelesaikan ini. Trial and Error untuk instalasi sangat memakan waktu. Ini yang menyebabkan perkembangannya tidak begitu cepat.

Jadi bisa ya? Yuk..

Cerita selanjutnya mengenai KP akan datang.. :)