4 Days in Bali…!

July 8, 2006 Posted in Personal Life, Fun |

Well, di tengah-tengah masa Kerja Praktek saya, dengan ‘kurang ajarnya’ saya minta izin untuk berlibur ke Bali dengan alasan pernikahan sepupu. Untungnya sang bos mengizinkan. Jadilah saya, bersama rombongan keluarga besar sebanyak 12 orang, pergi berlibur ke Bali. Maaf ya Bos!emoticon

FYI, saya punya garis keturunan Bali. Bapak saya asli Bali dan dulunya tinggal di Tohpati, Kesiman. Coba aja liat wajah saya. Kayak Dewa Budjana loh. Hehehe… emoticon

Lanjut, kalo di KP kita punya activity log untuk memudahkan kita membuat laporan nantinya, saya juga punya sedikit ‘activity log’ mengenai liburan beberapa hari ini. Buat apa? Biar inget udah ngapain aja di sana. Maklum saya anaknya pelupa. Sekalian bisa berbagi cerita. Kalo Anda mau sedikit melihat-lihat, silahkan scroll ke bawah.

Day 0, Selasa 4 Juli 2006

Yap! Liburan dimulai. Rombongan "jalan-jalan-ke-Bali" yang terdiri dari saya, Bapak, Ibu, Livy, Nomi, beserta tujuh orang anggota keluarga besar Petemon (Keluarga dari Ibu) bertolak dari Soekarno-Hatta dan tiba di bandara Ngurah Rai, Bali sekitar pukul 18:00 waktu setempat. Malamnya kami menginap di Inna Sanur Beach Hotel yang (tentunya..) berada di tepi pantai Sanur. Nggak ada aktivitas khusus malam ini. Habis buat perjalanan.

Day 1, Rabu 5 Juli 2006

Hari ini adalah hari pernikahan. Soalnya dihabiskan dengan mendatangi acara pernikahan sepupu saya di Bali. Upacaranya berlangsung menggunakan adat Bali tentunya. Setelah mendatangi upacara pernikahan tersebut, saya jadi tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang budaya Bali. Soalnya sepertinya bener-bener orisinil.

Oh iya ada yang menarik.  Di acara pernikahan tersebut  terdapat sebuah grup musik gamelan yang mengiringi acara pernikahan. Dan salah satu dari sekian banyak orang yang memainkan gamelan tersebut, hadirlah seorang Wanita Bule yang memainkan sejenis biola. Sedang apa dia ya? Mempelajari budaya Bali? Ingin menjadi orang Bali? Yang jelas kehadirannya begitu mencolok.

Kembali ke acara pernikahan. Acara ini sendiri terdiri atas dua bagian. Yang pertama, pagi hari, adalah acara Mesakapan. Apa yang dilakukan di sana lebih kurang sebagai ucapan Ijab Kabul, peresmian ikatan pernikahan dengan menuliskannya di catatan Sipil, dan juga pengesahan ikatan pernikahan dalam agama Hindu. Acara berlangsung sekitar 1 jam plus makan-makan.

Bagian kedua, bernama Pamitan dan Wetonan, dilakukan sore harinya di rumah mempelai wanita. Acara ini berkaitan erat dengan budaya Bali mengenai status wanita yang dinikahi. Seorang wanita yang dinikahi, berarti "diambil" dari keluarganya. Setelah pengambilan tersebut, orangtua wanita itu tidak memiliki hak asuh lagi terhadap anaknya. Anak tersebut telah menjadi "milik" sang suami. Pamitan sendiri berarti pamit dari rumah, keluarga, dan leluhur. Sementara Wetonan dimaksudkan untuk menyelesaikan seluruh urusan sang wanita dengan rumah tersebut. Acara berlangsung juga lebih kurang selama 1 jam, lalu kembali dilanjutkan makan-makan dan silaturahmi.

Selain kedua acara tersebut, malamnya, seperti umumnya pernikahan, diadakan resepsi. Sebenarnya dalam budaya Bali tidak ada acara resepsi. Hanya saja acara ini diadakan untuk mengundang selueuh teman-teman dan rekan kerja agar bisa turut merayakan pernikahan ini.

Dan tau gak apa yang bisa didapatkan dari semua acara tersebut?

Perut penuh..

Day 2, Kamis 6 Juli 2006

Pagi hari, rombongan bertolak ke Inna Kuta Beach Hotel. Kami berganti suasana dari Pantai Sanur ke Pantai Kuta. Dari sepi ke ramai. Dari pemandangan matahari terbit ke matahari terbenam. Menarik juga melihat perbedaan yang begitu kentara dari kedua pantai tersebut. Kuta begitu ramai. Sementara Sanur sepi. Mungkin ini dikarenakan Sanur pantainya kecil dan tidak sebersih Kuta.

Setelah meletakkan barang-barang di hotel, rombongan ini langsung menelusuri tempat-tempat wisata di bagian Barat Bali (sebenarnya tengah sih..), yaitu Pura Kedaton, Bedugul, Tanah Lot, dan satu lagi tempat yang banyak kera-nya.. Sori lupa. Hehehe. Dari semua tempat itu yang paling berkesan adalah Tanah Lot. Pemandangan matahari terbenam dari Tanah Lot benar-benar indah. Semua orang yang datang ke sana menghabiskan waktu untuk mengabadikannya.

Tapi bukan berarti tempat lain gak seru, di tempat kera itu (duh apa namanya ya?), kami dihadapkan dengan 500 kera liar yang kelaparan. Maklum, pengelola setempat tidak punya dana untuk memberi makan kera-kera tersebut. Makanan kera-kera itu datang dari kacang-kacang yang diberi pengunjung. Kacang-kacang itu bisa dibeli sewaktu masuk ke dalam. Sayangnya, dikarenakan jumlah turis yang menurun sejak ada Bom Bali I dan II, jumlah pengunjung tempat ini otomatis menjadi sedikit, yang juga berarti, jumlah makanan yang diberikan ke kera-kera menjadi sedikit. Hasilnya kera-kera tersebut selalu sigap mengambil kacang yang ada di tangan pengunjung dan bahkan seringkali berantem sesamanya untuk mendapatkan kacang-kacang yang jatuh. Sedih bener.

Lebih menyedihkan lagi, setelah selesai, kami digiring ke salah satu dari puluhan tempat souvenir di sana oleh pemandunya dan setengah dipaksa untuk membeli souvenir-souvenir tersebut. Karena kasihan dan nggak enak, akhirnya kami membeli beberapa souvenirnya. Setelah melihat kondisi toko-toko dan kelakuan para penjualnya, saya ngerasa pasti toko-toko ini penjualannya sudah sangat minim.

Rombongan ini sampai kembali di Hotel kira-kira pukul 8 Malam. Perjalanan hari ini sangat melelahkan. Tapi jangan salah, anggota rombongan bergender perempuan tidak segan-segan melanjutkan hari dengan berbelanja di Kuta. Sementara anggota bergender lawannya tewas di tempat tidur. Hehe..

Day 3, Jumat 7 Juli 2006

Inilah hari idaman para wanita. Hari ini jadwalnya adalah: Belanja! Kuta merupakan surga belanja karena bermacam-macam produk internasional berada di situ. Otomatis hari itu habis untuk belanja, berkeliling, dan membeli oleh-oleh. Nothing special..

Day 4, Sabtu 8 Juli 2006

Pulang deh. Pesawat berangkat pukul 12.00 waktu setempat, dan akhirnya saya sampai di Bekasi kota tercinta pukul 16.30.

Sebenernya ya, tempat wisata di Bali itu banyak banget. Kalo punya waktu seminggu, mungkin kita bisa menjelajahi seluruh tempat wisata di Bali. Tapi sayangnya, dari beberapa yang saya lihat sekarang dan tahun-tahun sebelumnya kunjungan ke kampung halaman ini, objek-objek wisata tersebut kurang dipelihara dengan baik. Sehingga banyak muncul hal-hal menyedihkan seperti kisah di atas. Bali bener-bener kaya akan budaya dan sangat menarik buat dikunjungi. Mestinya jangan sampai disia-siakan. Itu kan aset negara loh dari sektor pariwisata..

Buat yang belum pernah ke Bali, segera lah ke Bali. Pemerintah setempat sedang berusaha mendatangkan turis-turis domestik, karena turis internasional mulai menurun. Dengan datang, kita bisa menghidupkan dan meramaikan lagi Bali agar kehidupan pariwisatanya bisa kembali. Banyak loh orang-orang yang kehilangan pendapatan karena peristiwa Bom Bali. Restoran-restoran yang biasanya ramai, jadi sepi. Pedagang kerajinan di pasar-pasar mulai bingung karena barang-barangnya tak kunjung dibeli.

Jadi, datang ke Bali ya! 

4 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://brahmasta.blogsome.com/2006/07/08/4-days-in-bali/trackback/

  1. Tempat yang banyak kera nya itu nama nya Sangeh… Brahm …!! Kera di tempat itu nakal2 abis. Sepertinya dididik untuk ngisengin pengunjung. Atau sebenernya mereka inisiatif sendiri sok sok akrab dengan pengunjung. Pernah kamu dijailin mereka ?

    Comment by Sandclow — July 10, 2006 @ 9:28 am

  2. Jalan-jalan ke Tampak Siring nggak?
    Hehe… gw jadi inget 4 tahun lalu. Pergi ke Bali buat lomba, tapi malah kebanyakan jalan-jalannya =P. Yang susah di Bali itu, angkutan umum! Gw sempet keliling-keliling jalan kaki di sekitar tempat nginap. Karena emang nggak ada angkotnya. Kalo gw perhatiin, anak-anak sekolahan juga rata-rata pada naik motor. Bahkan banyak pengendara cewek.
    Soal pariwisata, nggak cuma di Bali kok. Hampir di semua tempat wisata di Indonesia yang pernah gw kunjungin nggak dikelola dengan baik. Padahal objek wisatanya sendiri menurut gw bagus-bagus. Banyak loh pantai yang lebih bagus dari Kuta. Gw pernah liat video liburan sepupu gw di Lombok. Pantainya oke banget, bersih.
    Cuma, ya… usaha kita aja mungkin kurang buat promosiin objek-objek wisata tersebut. Makanya kita taunya Kuta doang. Hehe…

    Comment by Weno — July 11, 2006 @ 10:34 pm

  3. test

    Comment by brahmasta — July 13, 2006 @ 11:24 am

  4. Hiya… Curang curang curang…
    Yg jalan2 ke Bali, bikin orang mupeng. Hehe, tapi gpp sih. Kan uda dikasi oyeh-oyeh. Hihiy.. Ngomongin soal Bali, jadi inget sekali-kalinya liburan ke Bali yang kebanyakan dihabisin di hotel. Hiks, menyedihkan. Suatu saat nanti, liburan ke Bali yuk nyu… =)

    Comment by diBond — July 13, 2006 @ 11:25 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.