Mengenai Pemimpin dan Politik
July 17, 2006
Posted in Opini |
Ada pengalaman pribadi yang menarik ketika saya pindah ke Bandung untuk menjadi seorang mahasiswa. Ini berkaitan dengan siapa yang akan menjadi pemimpin dalam suatu lingkungan, komunitas, apapun. Saya mengalami namanya perubahan lingkungan di sini.
Paradigma sebelumnya, saya berpikir bahwa pemimpin, adalah seseorang yang diberikan tanggung jawab oleh orang banyak karena orang-orang tersebut percaya dengan kemampuannya. Pemimpin itu diperoleh dari musyawarah mufakat. Jadi tidak pernah ada dalam pikiran saya seorang pemimpin itu mencalonkan diri, mengungkapkan visi misinya, dan sebagainya. Yang ada dalam pikiranku adalah seorang pemimpin berusaha mencapai apa yang diinginkan bersama di komunitasinya, tentunya dengan juga memasukkan pikiran-pikirannya, agar tercapai kesepakatan bersama.
Maka dari itu saya melihat seorang pemimpin punya tanggung jawab yang besar. Dan aku melihat itu juga gak sembarangan mencalonkan diri. Saya gak pernah berani mengajukan diri. Sebab itu berarti harus memiliki kepercayaan dari seluruh komunitasnya sebelum dia mencalonkan diri. Dan terus terang, di sini semua terasa berbeda.
Saya kadang tidak suka dengan calon-calon pemimpin yang berusaha menarik perhatian dan kepercayaan secara instan, yaitu dalam masa kampanye. Calon-calon pemimpin ini sebelumnya tidak terlihat integritasnya di dalam komunitasnya tersebut. Tapi secara mendadak muncul, memberikan pikiran-pikirannya yang mendobrak dan inovatif, dan tentunya dengan strategi-strategi politis di balik tim suksesnya untuk menarik perhatian massa untuk memilihnya.
Kenapa gak dari dulu mas?
Entah kenapa, saya punya pandangan buruk dengan politik. Saya nggak suka. Sebab saya melihat egoisme di balik politik. Yang saya rasakan bukan malah melakukan sesuatu untuk kepentingan dan keuntungan bersama, tapi malah memunculkan egoisme masing-masing untuk mencapai keselamatan dan keuntungan pribadi.
So, what’s your opinion? Saya berusaha membuka pikiran atas pikiran saya yang mungkin kolot ini.
Yah, klo kata sy sih. Mungkin perlu ada kampanye2 kayak begitu, soalnya hampir gada masyarakat yg peduli sama sosok pemimpin sampe saat tibanya pemilihan umum. Sebetulnya mungkin beberapa dari calon (atau untuk kebanyakan kasus, malah gak ada) itu emang udah banyak bertindak bahkan sebelum2 kampanye, tapi sekali lagi karena sebelum kampanye ini gada masyarakat yg waro dia terpaksa ngadain kampanye untuk nunjukin eksistensi diri dia. Gitu gak ya?
Comment by diBond — July 17, 2006 @ 11:02 am
Gw rasa pemimpin yang lo permasalahin di sini adalah pemimpin organisasi yang cuma sekedar ‘nama’. Pemimpin yang dipilih karena emang tiap periode harus ada pemimpin baru. Bukan karena dorongan dari anggota2 organisasinya. Makanya : pemimpin ini nggak dikenal; muncul tiba-tiba kayak petir di siang bolong; dan harus menarik perhatian secara instan.
Walhasil, dia emang bisa mimpin organisasi. Tapi dia nggak bisa mimpin orang2 yang ada di organisasi itu.
Hmmm… lo ngerasa nggak sih di kampus kita banyak organisasi yang begitu??? Hehehe….
Comment by Weno — July 18, 2006 @ 5:42 pm
Haha, ya memang gw sedikit melakukan generalisasi. Pemimpin yang gw maksud emang sedikit banyak seperti itu. Bukan dorongan dari anggotanya tapi dorongan dari diri sendiri. Tapi itu nggak salah sih, cuma gw sedikit ‘terganggu’ aja kalo ada orang yang muncul menjadi pemimpin di suatu organsasi, tapi sebelumnya ia sendiri tidak begitu peduli dengan organisasi itu. Hehe..
Comment by brahmasta — July 19, 2006 @ 12:35 pm