Mari Berdoa, Tapi..
July 18, 2006
Posted in Uncategorized |
Kemarin, Indonesia ditimpa musibah.
Lagi.
Kemarin juga saya mendengar pengakuan dosa orang-orang di Jakartan di sebuah stasiun radio. Tapi pengakuan dosa yang diungkapkan dengan bangga melalui sms ke penyiarnya.
Ada yang udah tidur sama istri orang. Ada yang tidur dengan pacar teman baiknya. Macem-macem.
Semua partisipan tertawa bersama, seolah itu hal yang sederhana.
Saya sendiri entah kenapa merasa biasa dengan kondisi begitu. Kalo boleh melakukan generalisasi, emang kehidupan moral kita sudah seperti itu. Tidak mengherankan, bukan?
Tapi setelah itu tiba-tiba ada sebuah sms yang mengabarkan bahwa Tsunami di Pangandaran itu beneran terjadi.
Sang penyiar langsung mengajak kita berdoa bersama. Agar tidak ada yang terkena bencana lagi.
Sebuah contoh nyata dimana kita mengingat Tuhan hanya ketika kita takut atau sudah ditimpa bencana.
Kita sudah diperingatkan berkali-kali bukan?
Tuhan masih sayang sama kita, karena kita sering diperingatkan.
Mari kita berdoa bersama-sama, agar kita diauhkan dari segala musibah.
Tapi jangan lupa, jangan lari dariNya ketika kita sedang berbahagia.
Hehe.. Tumben km ngomong kayak beginian. Hihiy, km ngegemesin deh. Bagus bagus. Jadi anak yg baik ya. Biar sayanya ketularan baik nyuw… Gunyuw…
Comment by diBond — July 18, 2006 @ 6:53 pm
Herannya, kenapa yang ditimpa musibah itu bukannya mereka-mereka yang merendahkan moral itu ya???
Comment by Weno — July 19, 2006 @ 12:56 pm