OSKM?

August 19, 2006 Posted in Opini |

Suasana OSKM 2004. Copyright by Boulevard OSKM, singkatan dari Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa, merupakan event tahunan yang diadakan oleh Keluarga Mahasiswa ITB setiap kali tahun ajaran baru dimulai. Kegiatan ini ditujukan untuk mahasiswa angkatan terbaru. Tujuannya adalah menanamkan nilai-nilai kemahasiswaan kepada mahasiswa-mahasiswa baru tersebut.

Setiap tahunnya OSKM mengusung sebuah tema terentu. Tahun 2003, di mana saya jadi peserta, temanya adalah Kreativitas Membangun Integrasi. OSKM 2004 bertemakan Dari ITB untuk Bangsa. Tahun lalu, temanya Integrasi dan Pembelajaran. Tahun ini? Hm.. Saya nggak tahu. emoticon

OSKM bukan ospek atau perploncoan. Hal itu kerasa banget waktu saya jadi peserta di tahun 2003 dan panitia di tahun 2004. Di sini, kalo kita bener-bener mencoba mengerti makna yang ingin disampaikan dari kegiatan ini, kita akan mendapatkan banyak pembelajaran. Contohnya aja, kalo nggak salah di tahun 2003 dulu, saya menjadi mengerti akan potensi diri, kewajiban seorang mahasiswa untuk berjuang demi negaranya, dan pentingnya integrasi baik itu di dalam kampus maupun di dalam negara kita sendiri. 

Lewat OSKM juga, seluruh mahasiswa angkatan baru dan angkatan lama (yang jadi panitia) bisa saling mengenal satu sama lain antar jurusan yang berbeda. Suatu hal yang sulit dicari di waktu-waktu biasa perkuliahan kalo gak banyak beraktivitas buat kampus. Selain itu kita juga belajar banyak tentang kekompakan, keberanian untuk ngungkapin pendapat, dan sebagainya. Banyak deh..

Tapi sayangnya, dari tahun ke tahun, saya makin merasakan kalo OSKM semakin kehilangan substansinya. Perbedaan dari 2004 dan 2003 dulu, yang saya alami, adalah materinya nggak ngena. Di tahun 2005 lalu, yang terlihat lebih parah lagi. Udah waktunya dikit, banyak keanehan (seperti OSKM cuma jadi pengantar jemput acara-acara yang diadakan rektorat), dan semangatnya udah luntur. Saya ngerasa yang tersisa dari OSKM tahun lalu cuma sebagai ajang saling kenal satu sama lain, dan mungkin kebersamaan panitianya yang kuat (CMIIW).

Kemunduran yang terjadi, seperti banyak diutarakan oleh anak ITB, adalah semakin tidak bisanya rektorat menerima keberadaan OSKM. Rektorat semakin lama semakin mengambil peran mahasiswa-mahasiswa senior yang ingin menanamkan nilai-nilai kemahasiswaannya untuk meneruskan nilai tersebut ke adik-adiknya. Kenapa? Mungkin rektorat nggak percaya sama mahasiswa-mahasiswanya. Atau yang lain lagi: Pandangan rektorat dan mahasiswa terhadap kemahasiswaan sudah begitu berbeda. Menurut rektorat, mahasiswa harusnya begini, dan menurut mahasiswa, mahasiswa seharusnya begitu.

Dan itu diperparah dengan citra OSKM yang diidentikkan dengan ospek bagi orang awam. Siapa sih yang nggak mikir kalo OSKM adalah ospek kalo dia orang baru atau bukan orang dalam ITB? Kegiatan OSKM yang berlangsung di lapangan, sambil lari-lari, ada agitasi, pemakaian atribut yang aneh-aneh, seolah membenarkan pendapat bahwa OSKM adalah ospek. Sungguh disayangkan karena di dalamnya cukup banyak makna-makna yang ingin disampaikan.

Orangtua dari mahasiswa baru, pasti ingin keselamatan anaknya terjaga. Saya yakin ada tekanan ke rektorat agar ospek ditiadakan dari orangtua. Bagaimana mereka mau percaya sama mahasiswa? Siapa sih mahasiswa di mata mereka?

Belum lama ini saya pernah membaca di milis HMIF bahwa rektorat semakin membatasi kreativitas mahasiswa dengan dipersempitnya izin untuk mengadakan OSKM. OSKM yang biasanya berlangsung seminggu, kini tinggal dua hari. Itu pun yang dilegalkan sehari. Belum lagi ada isu bahwa rektorat akan meninjau status kemahasiswaan seorang mahasiswa angkatan baru kalo dia ikut OSKM.

Kalo dilihat dari sudut mahasiswa, memang bener pasti menyakitkan. Persiapan untuk OSKM pasti sudah berlangsung begitu lama dan melelahkan. Diklat-diklat untuk panitia berlangsung panjang dan menghabiskan waktu liburan. Konseptor sudah berdiskusi siang malam berbulan-bulan menyatukan pikiran untuk memberikan makna dalam OSKM ini (Kalo berkaca dari tahun-tahun sebelumnya). Tapi yang mereka dapat adalah tidak diterimanya OSKM sebagai acara yang legal dan penuh.

Tapi sebenarnya apakah OSKM itu memang mestinya ada? Kita juga harus menyadari bahwa citra buruk ospek itu lah yang membuat rektorat meninggalkan OSKM. Selalu ada yang pingsan, sakit, atau apapun yang mengkhawatirkan dari pelaksanaan OSKM. Saya nggak tahu gimana persiapan OSKM dan metode pelaksanaannya tahun ini, namun menurut saya memang pelaksanaannya harus diubah. Metodenya harus berubah.

Tahun lalu saya sempat ikutan jadi pelatih di acara Strategi Sukses di Kampus (SSDK) oleh rektorat bersama Weno. Kami berbagi ilmu mengenai bagaimana metode belajar dan beraktivitas yang baik di dalam satu kelas berisi 40 orang angkatan baru (2005). Dan di situ saya jadi disadarkan bahwa metode OSKM yang lama mungkin sudah bukan waktunya lagi diterapkan. Hal-hal indah yang diberikan oleh OSKM pasti ada alternatif metode penyampaiannya yang lebih manusiawi. Tapi saya belum tahu itu. Saya merasakan getir itu ketika Program Pembinaan Anggota Baru untuk HMIF pada tahun 2005 dijalankan. Tapi saya sendiri belum bisa memikirkan metode apa yang cocok untuk meninggalkan metode ‘kayak ospek’ itu. Dan masalahnya lagi metode itu udah sempat dipikirkan oleh teman-teman saya yang duduk di ‘kursi panas’ konseptor, tapi banyak tidak disetujui oleh massa himpunan.

Udah ah, jadi kepanjangan. Jadi kesimpulannya, menurut saya, paradigma lama mengenai pelaksanaan OSKM yang lama sebaiknya ditinggalkan, dan diganti dengan metode baru yang lebih manusiawi dan dapat diterima. Hindari penyiksaan fisik dan tekanan. Manusia jangan dipaksa dengan agitasi. Mereka bukan binatang yang dapat bekerja dengan Carrot and Stick (Ditekan dari belakang, diberi hadiah di depannya buat motivasi). Selamat berjuang para panitia OSKM!

Beberapa Pembahasan dan Referensi Mengenai OSKM:

Referensi Gambar: Boulevard ITB

// updated @10:43:

Ternyata Bapak Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pak Widyo Nugroho, mengumumkan bahwa di ITB tidak diperkenankan lagi OSPEK. No problem. Kita gak ospek, kita melakukan kaderisasi atau pembinaan. Kekerasan fisik memang sebaiknya dihilangkan.

Berita ada di:

Thanks to Milis ITB

 

5 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://brahmasta.blogsome.com/2006/08/19/oskm/trackback/

  1. yahh… ga ada ospek2an lagi dong
    ngga seru ah…
    ntar mahasiswa ITB semua kelakuannya kayak rektor dan kroco2nya deh…
    mau jadi apa?

    Comment by amudi — August 19, 2006 @ 12:59 pm

  2. Perubahan memang ga bisa dibendung Bram (mengutip dari Chairil Anwar.. bener ga sih??).

    Menurut gue memang saatnya kita ninggalin cara-cara lama. Jujur selama gue sekolah dulu gue ga pernah ngalamin namanya ospek atau kegiatan semacamnya. Hampir kegiatan yang gue ikutin selalu berkonsep: “Kalo bisa dipermudah kenapa harus dipersulit?”. Dan percaya tidak percaya, cara ini berhasil. Konsep dan pemikiran panitia banyak mengena terhadap persertanya.

    -> amudi:
    Haha.. gue ga setuju bang. Rektor dan kroco-kroconya itu lulusan ITB juga atau ngga sih?? Kalo iya berarti hal ini membuktikan ospek ga berhasil. Stuju ga bang Amudi?? :D

    Comment by dee — August 24, 2006 @ 10:14 am

  3. Lupa nambah link tadi Bram… Sekarang post lagi cuma buat nambah link.. Ga penting banget ya??

    Comment by dee — August 24, 2006 @ 10:17 am

  4. Rektorat sama KM kok susah banget ya akurnya…

    Comment by Weno — August 28, 2006 @ 1:07 pm

  5. yaaaaaa!
    “lagi bljr bahasa sopan neh” maklum biasa pake bhs gaoel
    aku ada kenangan ospek donk!
    aku harus gimana biar deket ama senior neehhh!
    aku calon anak itb 2008 loh !
    ftsl(tapi gw mau ngambil lingkungan yang kyknya agak gampang)
    tapi masuk lewat usm terpusat !
    jangan dibedain ya!
    kemampuanya ama anak snm-ptn….
    gitu 2 soalnya susah ampe aku mau maaf” kencing &BAB di celana…
    hehehe
    salam kenal

    Comment by ndoe — June 24, 2008 @ 5:18 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.