My Cubicle

August 3, 2006 Posted in Fun | Comments (3)

Buat yang lagi KP atau mau nginget2 masa-masa KP, you would like this. Saya sering banget ndengerin ini di Hard Rock FM pagi-pagi pas mau berangkat ke kantor. Haha.. :)

“My Cubicle”

Lyrics by: Morning Sidekick
Performed by: Jym Britton

Parody on “You’re Beautiful” by James Blunt

My job is stupid my day’s a bore,
Inside this office from eight to four
Nothin’ ever happens my life is pretty bland,
Pretending that I’m working, pray I don’t get canned.

My Cubicle, My cubicle
It’s One of Sixty two
It’s my small space in a crowded place
Just a six-by-six foot booth
And I hate it that’s the truth

When I give a sigh as the boss walks by,
no one ever talks to me or looks me in the eye.
And I really should work but instead I just sit here and surf the Internet.

In My Cubicle, My cubicle
It doesn’t have a view.
It’s my small space in a crowded place
I sit in solitude.
And sometimes I sit here nude.

Mp3-nya dapet di-download di sini

Have fun :)  

nb. referensi diperoleh dari rekeche.blog setelah nyari di google

4 Days in Bali…!

July 8, 2006 Posted in Personal Life, Fun | Comments (4)

Well, di tengah-tengah masa Kerja Praktek saya, dengan ‘kurang ajarnya’ saya minta izin untuk berlibur ke Bali dengan alasan pernikahan sepupu. Untungnya sang bos mengizinkan. Jadilah saya, bersama rombongan keluarga besar sebanyak 12 orang, pergi berlibur ke Bali. Maaf ya Bos!emoticon

FYI, saya punya garis keturunan Bali. Bapak saya asli Bali dan dulunya tinggal di Tohpati, Kesiman. Coba aja liat wajah saya. Kayak Dewa Budjana loh. Hehehe… emoticon

Lanjut, kalo di KP kita punya activity log untuk memudahkan kita membuat laporan nantinya, saya juga punya sedikit ‘activity log’ mengenai liburan beberapa hari ini. Buat apa? Biar inget udah ngapain aja di sana. Maklum saya anaknya pelupa. Sekalian bisa berbagi cerita. Kalo Anda mau sedikit melihat-lihat, silahkan scroll ke bawah.

Day 0, Selasa 4 Juli 2006

Yap! Liburan dimulai. Rombongan "jalan-jalan-ke-Bali" yang terdiri dari saya, Bapak, Ibu, Livy, Nomi, beserta tujuh orang anggota keluarga besar Petemon (Keluarga dari Ibu) bertolak dari Soekarno-Hatta dan tiba di bandara Ngurah Rai, Bali sekitar pukul 18:00 waktu setempat. Malamnya kami menginap di Inna Sanur Beach Hotel yang (tentunya..) berada di tepi pantai Sanur. Nggak ada aktivitas khusus malam ini. Habis buat perjalanan.

Day 1, Rabu 5 Juli 2006

Hari ini adalah hari pernikahan. Soalnya dihabiskan dengan mendatangi acara pernikahan sepupu saya di Bali. Upacaranya berlangsung menggunakan adat Bali tentunya. Setelah mendatangi upacara pernikahan tersebut, saya jadi tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang budaya Bali. Soalnya sepertinya bener-bener orisinil.

Oh iya ada yang menarik.  Di acara pernikahan tersebut  terdapat sebuah grup musik gamelan yang mengiringi acara pernikahan. Dan salah satu dari sekian banyak orang yang memainkan gamelan tersebut, hadirlah seorang Wanita Bule yang memainkan sejenis biola. Sedang apa dia ya? Mempelajari budaya Bali? Ingin menjadi orang Bali? Yang jelas kehadirannya begitu mencolok.

Kembali ke acara pernikahan. Acara ini sendiri terdiri atas dua bagian. Yang pertama, pagi hari, adalah acara Mesakapan. Apa yang dilakukan di sana lebih kurang sebagai ucapan Ijab Kabul, peresmian ikatan pernikahan dengan menuliskannya di catatan Sipil, dan juga pengesahan ikatan pernikahan dalam agama Hindu. Acara berlangsung sekitar 1 jam plus makan-makan.

Bagian kedua, bernama Pamitan dan Wetonan, dilakukan sore harinya di rumah mempelai wanita. Acara ini berkaitan erat dengan budaya Bali mengenai status wanita yang dinikahi. Seorang wanita yang dinikahi, berarti "diambil" dari keluarganya. Setelah pengambilan tersebut, orangtua wanita itu tidak memiliki hak asuh lagi terhadap anaknya. Anak tersebut telah menjadi "milik" sang suami. Pamitan sendiri berarti pamit dari rumah, keluarga, dan leluhur. Sementara Wetonan dimaksudkan untuk menyelesaikan seluruh urusan sang wanita dengan rumah tersebut. Acara berlangsung juga lebih kurang selama 1 jam, lalu kembali dilanjutkan makan-makan dan silaturahmi.

Selain kedua acara tersebut, malamnya, seperti umumnya pernikahan, diadakan resepsi. Sebenarnya dalam budaya Bali tidak ada acara resepsi. Hanya saja acara ini diadakan untuk mengundang selueuh teman-teman dan rekan kerja agar bisa turut merayakan pernikahan ini.

Dan tau gak apa yang bisa didapatkan dari semua acara tersebut?

Perut penuh..

Day 2, Kamis 6 Juli 2006

Pagi hari, rombongan bertolak ke Inna Kuta Beach Hotel. Kami berganti suasana dari Pantai Sanur ke Pantai Kuta. Dari sepi ke ramai. Dari pemandangan matahari terbit ke matahari terbenam. Menarik juga melihat perbedaan yang begitu kentara dari kedua pantai tersebut. Kuta begitu ramai. Sementara Sanur sepi. Mungkin ini dikarenakan Sanur pantainya kecil dan tidak sebersih Kuta.

Setelah meletakkan barang-barang di hotel, rombongan ini langsung menelusuri tempat-tempat wisata di bagian Barat Bali (sebenarnya tengah sih..), yaitu Pura Kedaton, Bedugul, Tanah Lot, dan satu lagi tempat yang banyak kera-nya.. Sori lupa. Hehehe. Dari semua tempat itu yang paling berkesan adalah Tanah Lot. Pemandangan matahari terbenam dari Tanah Lot benar-benar indah. Semua orang yang datang ke sana menghabiskan waktu untuk mengabadikannya.

Tapi bukan berarti tempat lain gak seru, di tempat kera itu (duh apa namanya ya?), kami dihadapkan dengan 500 kera liar yang kelaparan. Maklum, pengelola setempat tidak punya dana untuk memberi makan kera-kera tersebut. Makanan kera-kera itu datang dari kacang-kacang yang diberi pengunjung. Kacang-kacang itu bisa dibeli sewaktu masuk ke dalam. Sayangnya, dikarenakan jumlah turis yang menurun sejak ada Bom Bali I dan II, jumlah pengunjung tempat ini otomatis menjadi sedikit, yang juga berarti, jumlah makanan yang diberikan ke kera-kera menjadi sedikit. Hasilnya kera-kera tersebut selalu sigap mengambil kacang yang ada di tangan pengunjung dan bahkan seringkali berantem sesamanya untuk mendapatkan kacang-kacang yang jatuh. Sedih bener.

Lebih menyedihkan lagi, setelah selesai, kami digiring ke salah satu dari puluhan tempat souvenir di sana oleh pemandunya dan setengah dipaksa untuk membeli souvenir-souvenir tersebut. Karena kasihan dan nggak enak, akhirnya kami membeli beberapa souvenirnya. Setelah melihat kondisi toko-toko dan kelakuan para penjualnya, saya ngerasa pasti toko-toko ini penjualannya sudah sangat minim.

Rombongan ini sampai kembali di Hotel kira-kira pukul 8 Malam. Perjalanan hari ini sangat melelahkan. Tapi jangan salah, anggota rombongan bergender perempuan tidak segan-segan melanjutkan hari dengan berbelanja di Kuta. Sementara anggota bergender lawannya tewas di tempat tidur. Hehe..

Day 3, Jumat 7 Juli 2006

Inilah hari idaman para wanita. Hari ini jadwalnya adalah: Belanja! Kuta merupakan surga belanja karena bermacam-macam produk internasional berada di situ. Otomatis hari itu habis untuk belanja, berkeliling, dan membeli oleh-oleh. Nothing special..

Day 4, Sabtu 8 Juli 2006

Pulang deh. Pesawat berangkat pukul 12.00 waktu setempat, dan akhirnya saya sampai di Bekasi kota tercinta pukul 16.30.

Sebenernya ya, tempat wisata di Bali itu banyak banget. Kalo punya waktu seminggu, mungkin kita bisa menjelajahi seluruh tempat wisata di Bali. Tapi sayangnya, dari beberapa yang saya lihat sekarang dan tahun-tahun sebelumnya kunjungan ke kampung halaman ini, objek-objek wisata tersebut kurang dipelihara dengan baik. Sehingga banyak muncul hal-hal menyedihkan seperti kisah di atas. Bali bener-bener kaya akan budaya dan sangat menarik buat dikunjungi. Mestinya jangan sampai disia-siakan. Itu kan aset negara loh dari sektor pariwisata..

Buat yang belum pernah ke Bali, segera lah ke Bali. Pemerintah setempat sedang berusaha mendatangkan turis-turis domestik, karena turis internasional mulai menurun. Dengan datang, kita bisa menghidupkan dan meramaikan lagi Bali agar kehidupan pariwisatanya bisa kembali. Banyak loh orang-orang yang kehilangan pendapatan karena peristiwa Bom Bali. Restoran-restoran yang biasanya ramai, jadi sepi. Pedagang kerajinan di pasar-pasar mulai bingung karena barang-barangnya tak kunjung dibeli.

Jadi, datang ke Bali ya! 

Back to Incubus

May 19, 2006 Posted in Fun | No Comments »

Setelah sekian lama akhirnya telinga ini kembali ke koleksi lama grup musik favorit: Incubus. Yah jatuh cinta lagi deh.. Padahal udah lama melupakannya.. hehe..

Sekarang Incubus sedang mengerjakan album terbarunya. Hm, judulnya saya belum tahu. Tapi ternyata setelah album A Crow Left of a Murder, band ini sempat menyumbang empat lagu untuk soundtrack film Stealth (2005). Satu lagu dari empat tersebut adalah lagu lama, Aqueous Transmission, yang udah keluar di album Morning View. Sisa tiga lagu lainnya itu lagu baru. Admiration, Make a Move, dan Neither of us Can See..

Saya baru menyadari keberadaan tiga lagu itu setelah meng-copy seluruh file musik Incubus dari kampus. Pas diputar di kamar, jadi bingung. Kok yang ini gak pernah denger ya? Tadinya kupikir lagu lama, tapi rasanya ada yang aneh. Soalnya nuansanya seperti album terakhir, A Crow Left of a Murder. setelah lihat tahunnya.. 2005!

Setelah eksplorasi di internet, baru ketahuan kalo tiga lagu itu jadi soundtrack film.

Btw, ngomong-ngomong tentang Incubus, saya udah jatuh cinta sejak 5 tahun lalu. Ketika album Morning View lagi baru keluar. Saya waktu itu dapetin dari Mp3 punya temen, dan akhirnya diputar di komputer, diulang.. diulang.. diulang.. gak bosen-bosen.

Morning View sendiri merupakan album favorit saya. Sesuai dengan covernya yang menggambarkan suasana pagi, albumnya bener-bener menyegarkan (emang mandi?). Waktu itu saya lagi jenuh ngelihat teman-teman sekitar sibuk mendengarkan Limp Bizkit, Linkin Park, Slipknot, dan banyak sejenisnya lah. Hip metal pokoknya.. Morning View memberi nuansa beda aja waktu itu. Mendampingi album Coldplay dan Matchbox Twenty saya.

Incubus sendiri emang nggak terlalu terkenal di sini. Jarang banget ada publikasi mengenai band ini baik itu di majalah, maupun video klip. Tapi sepertinya penggemarnya banyak banget kok. Contohnya aja waktu baru pindah ke Bandung, temen kamar sebelah saya demen banget ama lagu-lagunya Incubus, sampe punya koleksi video klipnya di komputer..

Hm, tertarik mendengarkan?? emoticon Oh iya kalo mau ke website resminya ada di http://www.enjoyincubus.com

Manchester United 1999

April 17, 2006 Posted in Fun, Opini | Comments (2)

Gol kemenangan Soskjaer di final 1999

Hari ini, 17 April 2006, Manchester United (MU) berhasil memenangkan pertandingan melawan Tottenham Hotspurs dengan skor 1-2. Wayne Rooney menjadi pahlawan kemenangan MU dengan dua golnya. Dengan kemenangan ini, perayaan juara Chelsea jadi sedikit tertunda. Tidak hari ini Chelsea.. Hehe..

Ketika melihat MU sekarang dibandingkan dengan MU dulu, ketika meraih Treble Winners tahun 1999 (Juara Liga, Piala FA, dan Liga Champions), saya melihat sangat banyak perbedaan. Mulai dari cara bermainnya, karakter pemain-pemainnya (ya iyalah pemainnya juga udah ganti..), dan yang paling penting yang saya rasakan, adalah sekarang saya nggak berani yakin bahwa MU bakal menang dalam suatu pertandingan. Pasti bawaannya nggak tenang kalo nonton MU. Mereka bisa mempertahankan keunggulan ga ya? Mereka bisa mencetak gol gak ya? Itu Ronaldo bakal main nggak konkrit gak ya? Rio Ferdinand bakal main bagus gak ya?

Kalo nonton MU tahun 1999 dulu, sampai beberapa tahun berikutnya, saya nggak akan khawatir MU bakal kalah atau ditahan imbang 0-0. Pertandingan pasti akan dihadiri banyak gol berkualitas. Bukan gol-gol kebetulan hasil kesalahan lawan, tapi gol-gol hasil kerjasama yang baik dari tim.

Ryan Giggs pasti akan mengobrak-abrik pertahanan dari sayap kiri, memberi umpan silang yang matang, atau muncul lepas dari jebakan offside mendapatkan umpan lambung dari belakang.

David Beckham adalah spesialis bola-bola jauh dari sayap kanan. Dia tidak pernah menggiring bola. Dia cukup memberikan bola langsung kepada siapapun yang punya kesempatan mencetak gol. Permainannya stabil. Dan menghasilkan banyak assist buat gol-gol MU.

Paul Scholes selalu mengejutkan dari luat kotak penalti dengan tendangan kerasnya. Roy Keane adalah pemimpin tim yang sangat dibutuhkan sebagai pemberi inspirasi. Lini belakang selalu dipegang oleh Jaap Stam, Ronny Johnsen, Dennis Irwin, dan Gary Neville yang meskipun gak terlalu tangguh, cukup membuat hati tenang

Di lini depan ada duet keling Dwight Yorke dan Andy Cole. Meski kadang sering kelihatan kurang skill, tapi konkrit. Banyak golnya.. Yorke selalu siap menerima umpan silang Beckham dan meneruskan ke gawang.

Kalau misalnya si duet keling itu lagi gak jelas, MU punya cadangan yang gak kalah kelas. Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer siap menggantikan dan mencetak  gol di menit-menit terakhir. Ingat aja contohnya di final Liga Champions. Keduanya mencetak gol kemenangan MU pada saat injury time.

Oh iya jangan lupain cadangan-cadangan lainnya, masih ada Nicky Butt, Phil Neville, Henning Berg, David May, Jesper Blomvqist (bener gak ya namanya), Wesley Brown (baru masuk tim), dan Raymond van der Gouw.

Wah kalo diceritain pasti banyak lagi. MU is my favorite. Jadi inget waktu saya loncat teriak ngelihat gol Soskjaer dan heboh sendiri malam-malam di rumah pas final Liga Champion 1999 (kebayang?). Musim itu benar-benar jadi musim terbaik untuk MU. Kapan ya bisa terulang lagi?

Adolf Hitler

January 20, 2006 Posted in Uncategorized, Fun | No Comments »

Halo, tadi saat bongkar2 hard disk gw menemukan teks drama super garing yang pernah gw bikin waktu SMU kelas 2. Judulnya Adolf Hitler. Konon ini menceritakan kehidupan Hitler semasa kecil dan bagaimana dia bisa muncul sebagai pemimpin. Gw udah rada2 lupa sih.. Yang dikurung pake /**/ itu komentar gw sekarang. Take a look:

Adolf Hitler


Kota Frankfurt, Jerman, tahun 1940. Alkisah seorang anak biadab bernama Adolf Hitler baru saja menyelesaikan sekolah menengahnya. Anak yang kabarnya merasa pandai melukis itu ingin mendaftar ke sekolah seni Wina. Ketika mendaftar, ia berhadapan dengan kepala sekolah dari sekolah tersebut.

/* Oliver Cond : Kepala Sekolah */

Hitler :(mengetuk pintu) Permisi Pak, saya ingin mendaftar ke sekolah ini.
Cond : (Dingin) Masuk! Langsung saja. Mana surat-surat kamu?
Hitler : Ini Pak.
Cond : (Melihat surat-surat) Oke ini semua sudah lengkap. STTB SD, SMP, SMA, SLB, SIM, KTP, Pasfoto, STNK. Tapi setelah saya melihat semuanya. Saya piker kamu sulit masuk ke sekolah ini. Sebab kamu memiliki kekurangan dan kelebihan.
Hitler : Apa itu Pak?
Cond : Mau kelebihan atau kekurangan dulu?
Hitler : Kekurangan Pak.
Cond : Nilai kamu nggak bagus sama sekali. Saya saja heran kamu bisa lulus SMA. Kamu ada ikut les di luar nggak?
Hitler : Dulu saya ikut Primagama, cuma belakangan saya nggak bias ikut lagi. Habis saya sibuk sih. Sudahlah ngeband, main basket, ikut nari, mana jadi ketua OSIS lagi.
Cond : Udah tahu bodoh nggak les pula.
Hitler : Oh iya, kelebihan saya apa Pak?
Cond : Kelebihan berat badan. Udah… keluar kamu!
/*Kebetulan yang main jadi Hitler orangnya gemuk*/
Hitler : Jadi Saya nggak bisa masuk?
Cond : Nggak.
Hitler : Udah kautolak, kau hina lagi aku. Teganya kau!
Cond : Emang tega, aku kan bukan penyayang binatang.
Hitler : Jadi aku harus ke mana lagi sekolah… biar sukses
Cond : Sudahlah… kau nggak bakalan sukses. Ingatlah nasehat saya ini agar kamu tidak lupa.
Hitler : Kurang ajar… Kusumpahi 7 turunan kau pesek semua!
Cond : Terserahlah… yang penting nggak kayak binatang.
Hitler : (Pergi dengan geram dan sedih)

Sedih karena ditolak, ia memutuskan untuk tidak kuliah. Ia hidup dengan upah order dari jasa melukis kartu pos dan iklan. Suatu sore, di rumahnya, saat ayahnya pulang dari kantor, Hitler bercakap-cakap dengan ayahnya

/* R Hitler : Bapaknya Hitler. Raden Hitler? */

R. Hitler
: Papa pulang…
Hitler : Kok rapi amat, ada yang ngurusin ya?
R. Hitler : Kan pake Trika!
Hitler : Oh, aku pikir habis dari lokalisasi.
R. Hitler : Apa? Kamu kok tahu?
Hitler : Eh, salah. Maksudnya lokasi. Papa bilang apa tadi?
R. Hitler : Ah, nggak ada. Cuma bercanda. Saya dapat berita tadi. Rupanya Jerman kalah.
Hitler : Mana… menang kok lawan Arab Saudi 8-0. Klose cetak tiga gol. /*Lagi musim piala dunia 2002*/
R. Hitler : Emang kamu ngerti Bola?
Hitler : Apa?
R. Hitler : Emang kamu ngerti… Bola!
Hitler : Emang papa bukan bola? Bola berketombe lain lho! Jadi Pa? Jerman kalah perang?
R. Hitler : Iya. Isi perjanjian Versailles sangat merugikan kita.
Hitler : Saya nggak terima. Saya mau lawan tu sekutu!
R. Hitler : Tekadmu bagus nak… Papa harap diterima di SisiNya.
Hitler : Betul!
R. Hitler : ya!(semangat)… aduh.. dada papa sakit… (pingsan, mati)
Hitler : Kenapa Pa? Hah Papa? Bangun Pa! Papa……..!!

Hitler yang marah dengan kekalahan Jerman bergabung dengan Nazi, sebuah partai sosialis di Jerman. Berkat kegigihan dan keberaniannya, ia menjadi orang terpercaya di partai tersebut. Perannya disebut-sebut palng besar. Bahkan seterusnya ia menjadi pemimpin partai tersebut.

/*
Ricken, Am, Steven, Ariel Surkenon, Markus: Anggota2 partainya Hitler */

Hitler
: Selamat malam semua!
Anggota : … (Diam)
Ricken : Sebutkan dulu kata kuncinya!
Hitler : Aduh, saya lupa. Heil Hitler!
Anggota : Heil Hitler!
Ricken : Bagus!
Hitler : (Menembakkan peluru ke Ricken. Ricken mati. Am dan Steven mengangkatnya keluar) Seharusnya saya yang bilang itu. Dasar bodoh! Mari kita mulai rapat kita. Misalkan saja Yahudi menghancurkan segala yang kita miliki, kalian mau nggak?
Anggota : Tentu tidak. (Ariel berbicara panjang lebar dengan Markus)
Hitler : Stop bicaranya Ariel…
A. Surkenon : Ampun Bos…
Hitler : Baiklah, sidang kita lanjutkan. Karena kalan tidak mau Hitler menghancurkan daripada kita, di mana mereka adalah bangsa yang lebih rendah daripada kita, Bangsa Aria. Maka dari itu, Senyum-senyum juga lagi kamu manis, Maka dari itu kita harus menghancurkan mereka. Hidup Jerman! /* Kata yang dimiringkan itu quote dari guru2 kami tercinta*/
Anggota : Hidup!
Hitler : Hidup Bangsa Aria!
Anggota : Hidup!
Hitler : Hidup Hitler!
Anggota : … (berpikir sejenak) hidup (lemas)
Hitler : Si Babi…
Am : Ada surat Bos!
Hitler : Apa isinya?
Am : Wah, nggak tau pak.
Hitler : Buka dulu dong, baca, kasih tahu saya. Telmi amat. Ngomong-ngomong tugas kamu sudah kamu kerjakan?
Am : Belum
Hitler : Yang lain gimana?
Anggota : Udah!
Hitler : Kamu sendiri yang belum buat. Gimana sih? Tugas itu sudah saya kasih dua minggu lalu. Ya sudah, nama kamu saya tandai. Baca surat itu!
/*Mengenai tugas itu, kisah nyata. Gw memerankan Am, dan gw sendiri sebelumnya pernah gak ngerjain tugas dan dimarahi seperti itu di kelas..*/
Am : (Membuka surat) Ada kabar baik dan kabar buruk Bos.
Hitler : Kabar buruk dulu.
Am : Presiden Hindenburg meninggal.
Hitler : Kabar baiknya?
Am : Bos ditunjuk menjadi Presiden Jerman yang baru.
Hitler : Iya? Baguslah. Berarti rencana kita bisa jalan. Kita langsung aja serang Yahudi, kalian siap?
Anggota : Siap!
Steven : Duitnya dari mana?
Hitler : Itu urusan kalian. Aku mau pulang. Gaek aku lagi nggak ada di rumah. Heil Hitler! Am, kamu pimpin sidang.
Am : Baiklah, untuk diketahui, pemerintah hanya menyiapkan dana sebanyak 25 Juta Mark. Sementara kita butuh 50 Juta Mark. Apa yang harus kita lakukan?
Markus : Kita adain malam dana aja.
Am : Wah bagus juga.
Markus : Temanya tembang kenangan aja, biar gaek-gaek datang.
A. Surkenon : Kita adain band, nari, kabaret, lelang kue, ama tari tor-tor.
Am : Oke…oke… kita adakan minggu depan.
/* Waktu itu emang ada malam kesenian dari OSIS tentang tembang kenangan, haha.. GJ yak? OSIS mau nyari dana buat Study Tour.. Dan kalo gak salah akhirnya dapet*/

Alhasil, dari malam dana tersebut dapat diperoleh dana yang dibutuhkan. Jerman semakin menggila. Mereka lalu menyerang Austria, Luxembourg, dan Belanda. Rencana utama, Yahudi, akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Tapi, di balik semua itu, ada satu hal yang tidak diketahui Hitler.

A. Surkenon
: Malam Bos!
I. Ambee : Ke mana aja malam-malam gini?
A. Surkenon : Nonton.
I. Ambee : Oh, yang sabun itu ya? Mau dong!
A. Surkenon : Nggak Ah… ngapain nonton-nonton gituan. Nggak mendidik tahu!
/* Waktu itu kami sering sekali mendengar anak2 seusia kami nonton bo**p but fyi, I’m not!*/
I. Ambee : Terserahlah. Hitler jadi nyerang kita?
A. Surkenon : Jadi, bulan depan.
I. Ambee : Oke, dalam satu bulan ini kita siapkan pasukan.
A. Surkenon : Sip! Awas… Hitler datang pergi kau!
I. Ambee : Oke… oke…
Hitler : Woi, hitam… Ada perubahan rencana. Besok kita serang Yahudi.
A.Surkenon : Apa? Serius lu!
Hitler : Kan enak bikin kejutan. Malam ini kita berangkat. Cepetan siap-siap sana.
A. Surkenon : Ah.. Oh… Iya… Oke… Oke. Aduh… gimana nih nasib Yahudi….
Hitler : Apa?
A. Surkenon : Nggak ada… pergi yok!
Hitler : (jalan) Nah kita sudah sampai… Cari bangsa-bangsa Yahudi itu! Di mana mereka kira-kira Am?
Am : Diperkirakan mereka berada di Timur, dekat Danau Up Down
/* Danau atas bawah, ada di Sumbar */
Hitler : Kok kamu yakin sekali?
Am : Sekarang sedang kemarau Bos. Tentara Yahudi pasti kehausan. Danau Up Down yang terpencil pasti jadi tempat persembunyian mereka.
A. Surkenon : (Menjauh dari mereka) Ndeee… gimana ya.. supaya bangsa Yahudi nggak kena’(berpikir). Oh iya..!!! Woi Am… (mendekat ke Am)Aku rasa mereka tidak di situ. Mereka cukup pintar untuk tidak bersembunyi di situ.
Am : Kau tahu apa? Saya ahli perang.
A. Surkenon : Saya tahu benar orang Yahudi. Mereka tidak sebodoh kau.
Am : Terserahlah. Mau taruhan?
Hitler : Diam kalian! Kubunuh kalian nanti. Sekarang mana yang benar?
Am : Timur.
A. Surkenon : Saya rasa di barat.
Am : Timur!
A. Surkenon : Barat!
Am : Barat!
A. Surkenon : Timur! Eh salah, Barat!
Hitler : Bapak kalian satu-satu. Diam! Ariel, kamu memang tahu betul sifat orang Yahudi kan?
Am : Tapi Bos…
Hitler : Sudahlah. Ariel, perintahkan mereka cari di barat.
A. Surkenon : Siap!

Ternyata di Barat sedang mangkal pasukan Amerika. Alhasil, pasukan Jerman hancur lebur karena tidak siap. Amerika pun semakin gencar menyerang Jerman pada hari-hari berikutnya. Jerman jadi kacau. Konon ini berkat kecerdikan A. Surkenon. Hitler ngamuk-ngamuk mendapatkan hasil ini.

/* Akhir cerita, ternyata bapaknya hitler itu Rubens Hitler!*/

Hitler
: Pan***!! Kurang ajar Ariel! Sok tahu dia! Pan***!!! Mana dia!
/* Pan*** merupakan kata2 kotor yang sering sekali diucapkan di sana. Setara dengan A**h*** atau F*ck atau …*/
Am : Tunggu sebentar Bos. Biar saya Panggilkan. Ariel!!
Ariel : Aku di sini!! Ngapain nyari-nyari aku?
Am : Bos manggil tuh!
Hitler : Ariel jahanam, kemari kau! Kurang ajar kau! Semua ini gara-gara kau Pasti kau berkhianat!
Ariel : Sebenarnya Bos… Aku… Tapi Bos… Ah sudahlah…
I. Ambee : Hahahahahahahahaha!! Hah… hahh.. hahh
Ariel : Tulah kalau banyak kali action. Sementara fisik nggak mendukung.
I. Ambee : Kamu bilang apa?
Ariel : Nggak deh bos. Ampun!
Am : Bos? Berarti kau…
I. Ambee : Hahahahahahahah…hah.. hahh.. Sebenarnya di anak buahku…
Ariel : Iya, betul sekali! Aku mata-mata dari Yahudi. Kau sudah terlambat untuk menyadarinya Hitler!
Rubens : Hahahahahaha
Hitler : Papa?
Rubens : Anakku…
Hitler : Papa…
Rubens : Anakku…
Hitler : Papa, bukannya engkau sudah mati?
Rubens : Papa memang sudah mati nak. Ini adalah roh Papa. Coba kau sentuh tubuh ayah…
Hitler : (Berusaha menyentuh tubuh Rubens) Iya!! Tembus!!
Cond : Hihihihihihihi… Halo!!
I. Ambee : Siapa itu?
Cond : Ini aku… Oliver Cond. Kepala sekolah. Kau masih ingat aku Hitler?
Hitler : Eh, si Babi! Ngapain ke sini?
Cond : Hahahaha udah kubilang kau nggak akan berhasil jadi orang. Kau mau buktikan aja. Di neraka kabarnya kau bakal dating beberapa hari lagi.
Hitler : Lho. Kau udah mati juga? Coba aku sentuh… (menyentuh Cond) Lho.. kok tidak tembus?
Cond: Tentu tidak. Saya kan pakai sayap. Jadi tidak tembus ke samping. Hahahahaha!
/* Ingat sesuatu? */
I. Ambee : Udah! Bukan saatnya untuk bermain-main.
Oliver : Lho.. itu kan Isaac Ambee… Kabarnya kau bakal ditolak masuk surga.
I. Ambee : Lho… saya kan rajin beribadah…
Oliver : Beribadah di depan gaek aja. Kalo nggak ada gaek, sama tahu ajalah kita, nonton!
/* Kecenderungan anak muda jaman sekarang*/
I. Ambee : Makasih ya!
Am : Kalo aku masuk mana?
Rubens : Kemarin ada kau lihat namanya?
Oliver : Nggak. Oh Iya! Kau nggak masuk mana-mana. Emang buaya ke akherat?
Am : Si Babi!
/* Dulu gw sering dipanggi buaya karena jerawat gw banyak banget */
Rubens : Cuma nggak tahulah… kami sibuk di sana. Begitu mereka tahu saya dari mana, Banyak yang minta servis.
Am : Ooh…
Ariel : Woi! Ala tuh! Capek aku lihat kalian. Kayaknya harus mati satu-satu nih!
I. Ambee : Tunggu instruksi aku dulu! Aku kan bos kau…
Ariel : (Menembak Isaac) Banyak kali gayanya.. (Isaac jadi arwah)
I. Ambee : Rupanya kayak ginilah sikap kau sama aku. Dasar pengkhianat!
Ariel : Am… Kamu pilih yang mana? Tetap setia atau bergabung sama aku? Mau mati ayau hidup?
Hitler : Kau mau berkhianat Am?
Am : Bagaimana mungkin aku berkhianat? Bagaimanapun juga bos… kebahagiaanmu kebahagiaanku juga. Penderitaanmu kebahagiaanku juga. Jadi sorilah bos!
Hitler : Am… teganya kau melakukan ini padaku. Kukutuk kau jadi buaya!
Ariel : Emang udah kayak buaya kok…
Hitler : Ayah.. Kepala Sekolah.. tolonglah aku…
Rubens : (menggeleng) Maaf… bukan hak kami nak…
Oliver : Nggak juga sih… kami kan kesepian di neraka… nanti banyak cewek cantik kok Hitler, di sana. Kan ada papamu. Cuma semuanya setan.
Rubens : Bisa aja kamu… Udah yuk. Kita balik. Udah maghrib nih. Isaac.. mau ikut?
I. Ambee : Oke deh… Bye semua…
Ariel : Sekarang tinggal kau sendiri Hitler… Selamat tinggal… (Menembakkan peluru ke Hitler.
Am : Kayaknya udah nih.. woi.. Pulang yuk! Udah maghrib.
Ariel : O ya.. sebelumnya aku antar dulu kau ke neraka. (nembak). Nah.. baru kau pulang! Hahaha. Selamat tinggal semua…

Akhirnya mayat Hitler ditemukan dan orang-orang mengambil kesimpulan bahwa Hitler bunuh diri karena Jerman kalah dari sekutu.(*)


Anggota Kelompok:
Brahmasta Adipradana
Dicky Danil
Ingkondo Damayanto
Kenri Pomar
Pierre Yohannes E. Lubis
Surya Anggara

Haha Garing kan? Duh apa kabar ya mereka semua. Kami semua itu cowo2 madesu di deretan bangku belakang kelas 2-7 yang notabene kelas unggulan. Tapi, seriously, kelakuan kami tidak mencerminkan orang2 unggulan. Justru bikin keributan. Tapi untungnya semua sekarang udah baik2 aja dan masing2 kuliahnya bagus koq..