Moved

September 7, 2006 Posted in Personal Life | No Comments »

Blog ini telah dipindahkan ke tempatnya yang baru:
http://brahmasta.net
Thanks a lot :)

Apa yang sudah kita lakukan?

September 4, 2006 Posted in Personal Life | Comments (2)

[Sebuah posting cepat menjelang kuliah Tugas Akhir]

Coba sekali-kali merenung.

Apa hal yang pernah kita lakukan pada keluarga, teman-teman, tetangga-tetangga, lingkungan, daerah, bangsa, dunia, apapun yang bukan diri kamu sendiri, yang memberi pengaruh positif kepada mereka?

Pernahkah mereka tersenyum bahagia ketika berada bersama kita. Pernahkah mereka menjadi jauh lebih baik karena kita? Pernahkah mereka meninggalkan kebiasaan buruk mereka karena kita? 

Kita adalah makhluk sosial, dan orang lain adalah sesuatu yang berharga untuk kita. 

Dan itu berarti kita harus saling membantu untuk meraih manfaat di dunia yang semakin individual ini.

Mari berbagi kebahagiaan dan kekuatan..

Agar kita bisa tersenyum bersama, dan bergerak bersama. 

Favorite Albums

August 18, 2006 Posted in Personal Life | Comments (5)

Minggu lalu, sewaktu hari terakhir KP, Hard Rock FM yang biasanya menemani keberangkatan ke kantor tiba-tiba mati. Jadilah kami tidak bisa mendengarkan "Good Morning Hard Rockers Show". Padahal acara itu yang biasanya bikin saya dan temen KP saya, Ridwan, terhibur tiap paginya.

Jadilah kami mencari stasiun radio lain yang setidaknya bisa mengisi kebosanan menikmati panjangnya perjalanan Bekasi - Jakarta. Dan jadilah si Ridwan memilih i-Radio. Terus terjadilah percakapan ini:

Ridwan: "Kalo yang ini musiknya gak lo banget Brahm"
Saya   : "Loh? Emang musik gw itu kayak apa?" 
Ridwan: "Musik lo kan yang kayak gini.. " (Tiba-tiba bergaya moshing
Saya   : (Bingung…) "Oh gitu ya.. ?" emoticon

Haha.. Emang bener sih, saya penikmat musik keras. Mungkin temen saya itu sering denger saya muterin CD lagu-lagu yang keras. Tapi setelah saya lihat-lihat koleksi album favorit saya, ternyata saya gak gitu2 amat kok.  Dari beberapa album  musik yang saya miliki ada lima yang jadi favorit. Kelimanya adalah…

Read more…

10:03

August 3, 2006 Posted in Personal Life | Comments (1)

I don’t know what will be happen
Is it good? Is it bad?
I don’t know

Sometimes bad things can give you good things in the future.
And sometimes good things always making bad things inside of it.

My dear..
Maybe the bad thing will give u great future with happiness
And maybe the good thing will always give us tears and sickness..
And I still don’t know

Dipresentasi MLM

August 1, 2006 Posted in Personal Life, Opini | Comments (1)

Kemarin, saya chatting dengan seorang teman lama dari sekolah. Setelah ber-say hi dan nanyain di mana kuliah, dia langsung menawarkan sebuah bisnis.

Saya yang kebetulan sekali sudah sering mendengar manuver seperti ini, langsung sadar. Dia pasti baru bergabung dengan sebuah MLM, dan mau mengajak saya jadi downlinenya. Kebetulan saya sendiri pernah ikutan MLM sewaktu tingkat satu, sebelum akhirnya keluar.

Berikut kutipan pembicaraan saya dengan teman tersebut. Namanya sengaja saya samarkan jadi mlmers, dan nama-nama lain disandikan, biar privacy si teman saya ini gak terganggu.

Read more…

8 Jam Sehari

July 19, 2006 Posted in Personal Life | Comments (3)

Tadi pagi, waktu terbangun, waktu terasa begitu cepat berlalu.
Sudah pagi lagi, sudah saatnya berangkat lagi.
Ntar pas sampe rumah, pasti tiba-tiba udah ngantuk aja.
Sudah malam, sudah saatnya tidur lagi.
Entah 8 atau 10 atau 12 jam sehari, rutinitas tidak pernah berhenti.
Dengan waktu sebanyak itu saya memang sudah melakukan banyak hal yang sebelumnya saya rasa saya tidak bisa melakukannya secepat itu sewaktu kuliah.
Jadi tersadar kalo waktu kuliah banyak jam-jam yang terbuang sia-sia.
Padahal kalo diingat-ingat mestinya jumlah jamnya sama loh.
Kalo di sini, berangkat jam 6 pagi dan pulang nyampenya jam 7 malam.
Kalau kuliah, berangkat jam 7 pagi dan pulangnya antara jam 7 sampai 9 malam.
Tapi aku tidak merasa dapat apa-apa dan tidak melakukan banyak hal sewaktu kuliah.
Beda dengan sekarang. Ada aja progress yang berhasil dilakukan.
Berarti kuliahnya belum beres nih. Kurang niat.. 
Padahal mau tingkat terakhir loh! 

A Little Story about Leno

July 17, 2006 Posted in Personal Life | Comments (1)

Leno, adalah mobil Suzuki Baleno tahun 2000 yang udah dua tahun menjadi partner dalam berjalan ke sana kemari baik di Bandung maupun Jakarta. Mobil itu dibeli Bapak saya tahun 2004 dari rekannya yang ingin buru-buru menjual mobilnya karena akan pindahan ke kota lain.

Tapi mobil adalah tetap mobil (?). Mobil, terutama yang sudah berumur, pasti rewel. Saya sendiri udah lupa berapa kali mengganti onderdilnya. Mulai dari Power Window, Knalpot, ampas kopling, dan sebagainya. Hebatnya lagi, Leno suka rewel di saat-saat yang tidak seharusnya. Beberapa masalah yang masih bisa diingat:

Power Window

Masalah ini udah kayak mendarah daging dengan Leno. Kira-kira mungkin ada sekitar setengah tahun saya menggunakan fasilitas "membuka pintu" buat ngambilin tanda masuk kampus, tiket di gerbang tol, dan karcis parkir. Setelah mengeluarkan 1,5 juta rupiah untuk membeli power window baru, barulah kaca terkutuk itu bisa naik turun. Sialnya lagi, setelah diperbaiki, masalah lain muncul. Kaca jendela tidak bisa tertutup dengan baik atau.. Miring! Udah berapa montir turun tangan buat nyelesaiin ini tapi akhirnya seseorang yang skillful dari Suzuki Kalimalang berhasil membereskannya minggu lalu.

Knalpot

Sewaktu sedang melaju di Tol Cikampek, saya dikejutkan dengan tenaga mobil yang tiba-tiba hilang. Gak lama kemudian seseorang dari mobil sebelah mengisyaratkan bahwa ada masalah dengan knalpot mobil ini. Saya langsung berhenti dan melihat ke bawah, dan ternyata pipa knalpotnya lepas dari ujung kenalpot dan menggesek jalan. Hmpf.. padahal di saat itu saya harus buru-buru ke Bandara Halimperdanakusuma buat jemput orangtua. Karena gak bisa nemuin sesuatu buat mengikat knalpot itu agar tidak menggesek jalanan, akhirnya saya minta bantuan patroli tol. Lalu mobil diderek ke bengkel di Bekasi. Orangtua saya akhirnya naik taksi dan Bapak saya menyusul ke Bengkel.

Ada cerita lucu sih sewaktu di bengkelnya. Mobil ini sebelumnya pernah ke bengkel tersebut. Masalah knalpot ini bukan yang pertama. Kira-kira seperti ini kejadiannya:
Montir : "Knalpotnya lepas pak, Knalpot yang Bapak pakai sekarang gak bagus kualitasnya.. Saya bisa ngasih yang bagus dan nggak bakal gini Pak.."
Bapak saya
: "Lho? Kan knalpot yang lama itu dipasang di sini?"
Montir : (Kaget) "…"
Akhirnya sang montir memberi diskon.

Ampas Kopling

Ya kembali, masalah muncul di jalan tol. Tiba-tiba mobil bisa di-gas dengan putaran mesin tinggi tapi kecepatannya gak naik-naik. Akhirnya saya mengemudikan mobil itu pelan-pelan sampai ke bengkel. Dan ternyata setelah didiagnostik di sana, ampas koplingnya sudah harus diganti. Buset. Kenapa sih kejadiannya selalu di jalan tol?

Sebenernya sih ada beberapa masalah lain, seperti lampu belakang, tape, dan lain-lain yang sifatnya gak begitu penting. Tapi gak diceritain di sini. Sebenarnya masalah-masalah yang terkait lebih ke arah onderdil-onderdilnya yang sudah berumur dan waktunya untuk diganti. Mesinnya sih baik-baik aja. Mobil itu udah mengalami perjalanan jauh dari Pekanbaru - Bandung, Melewati daerah perbukitan (sewaktu pelantikan dan acara-acara himpunan lainnya). Mesinnya masih oke kok. Namun, Bapak saya kemarin menuturkan tekadnya untuk menjual mobil itu. Sayang banget sih sebenarnya kalo mobil itu harus dijual. Soalnya udah sehati sih.. Mau make ampe tua juga gapapa deh. Udah banyak kenangannya. Hehe.. emoticon

Ada yang berminat? 

Malam-Malam.. Bengong..

Posted in Personal Life | Comments (4)

Wadoh…!

Kenapa bisa bangun jam segini? Tidur sore-sore, dan kebangun jam 11 malam? Buset..

Jadilah sekarang malam yang panjang.

Terduduk di atas kasur

Berduel dengan nyamuk-nyamuk ganas yang belum sarapan

Memandangi hp yang udah berisi 4 sms dan banyak sekali missed calls. 

Beberapa hari yang lalu saya emang sempet menginginkan sebuah hari di mana bisa dari rutinitas sehari-hari dan menghabiskannya dengan bermalas-malasan. Dan hari ini, hal itu bener-bener terjadi. Berikut kronologisnya:

05:00
Bangun pagi-pagi, nganterin orangtua ke Bandara Halimperdanakusuma, selanjutnya pulang, lalu tidur.

09:00
Bikin sarapan, terus main FM (Haha.. udah lama nih..), terus tiba-tiba keinget sama sebuah novel yang belum selesai dibaca. Akhirnya baca novel sampai siang.

14:00
Siangnya (kira-kira pukul 2 ) mandi, makan, lalu browsing-browsing bentar, lalu membaca majalah dan koran-koran, shalat, terus gak jelas (Lupa udah ngapain aja).

16.30
Tiba-tiba ngantuk setelah baca majalah.

23.00
Terbangun sambil menyaksikan jendela yang gelap. Terus bingung..

Anak-anak, jangan ditiru ya…  

4 Days in Bali…!

July 8, 2006 Posted in Personal Life, Fun | Comments (4)

Well, di tengah-tengah masa Kerja Praktek saya, dengan ‘kurang ajarnya’ saya minta izin untuk berlibur ke Bali dengan alasan pernikahan sepupu. Untungnya sang bos mengizinkan. Jadilah saya, bersama rombongan keluarga besar sebanyak 12 orang, pergi berlibur ke Bali. Maaf ya Bos!emoticon

FYI, saya punya garis keturunan Bali. Bapak saya asli Bali dan dulunya tinggal di Tohpati, Kesiman. Coba aja liat wajah saya. Kayak Dewa Budjana loh. Hehehe… emoticon

Lanjut, kalo di KP kita punya activity log untuk memudahkan kita membuat laporan nantinya, saya juga punya sedikit ‘activity log’ mengenai liburan beberapa hari ini. Buat apa? Biar inget udah ngapain aja di sana. Maklum saya anaknya pelupa. Sekalian bisa berbagi cerita. Kalo Anda mau sedikit melihat-lihat, silahkan scroll ke bawah.

Day 0, Selasa 4 Juli 2006

Yap! Liburan dimulai. Rombongan "jalan-jalan-ke-Bali" yang terdiri dari saya, Bapak, Ibu, Livy, Nomi, beserta tujuh orang anggota keluarga besar Petemon (Keluarga dari Ibu) bertolak dari Soekarno-Hatta dan tiba di bandara Ngurah Rai, Bali sekitar pukul 18:00 waktu setempat. Malamnya kami menginap di Inna Sanur Beach Hotel yang (tentunya..) berada di tepi pantai Sanur. Nggak ada aktivitas khusus malam ini. Habis buat perjalanan.

Day 1, Rabu 5 Juli 2006

Hari ini adalah hari pernikahan. Soalnya dihabiskan dengan mendatangi acara pernikahan sepupu saya di Bali. Upacaranya berlangsung menggunakan adat Bali tentunya. Setelah mendatangi upacara pernikahan tersebut, saya jadi tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang budaya Bali. Soalnya sepertinya bener-bener orisinil.

Oh iya ada yang menarik.  Di acara pernikahan tersebut  terdapat sebuah grup musik gamelan yang mengiringi acara pernikahan. Dan salah satu dari sekian banyak orang yang memainkan gamelan tersebut, hadirlah seorang Wanita Bule yang memainkan sejenis biola. Sedang apa dia ya? Mempelajari budaya Bali? Ingin menjadi orang Bali? Yang jelas kehadirannya begitu mencolok.

Kembali ke acara pernikahan. Acara ini sendiri terdiri atas dua bagian. Yang pertama, pagi hari, adalah acara Mesakapan. Apa yang dilakukan di sana lebih kurang sebagai ucapan Ijab Kabul, peresmian ikatan pernikahan dengan menuliskannya di catatan Sipil, dan juga pengesahan ikatan pernikahan dalam agama Hindu. Acara berlangsung sekitar 1 jam plus makan-makan.

Bagian kedua, bernama Pamitan dan Wetonan, dilakukan sore harinya di rumah mempelai wanita. Acara ini berkaitan erat dengan budaya Bali mengenai status wanita yang dinikahi. Seorang wanita yang dinikahi, berarti "diambil" dari keluarganya. Setelah pengambilan tersebut, orangtua wanita itu tidak memiliki hak asuh lagi terhadap anaknya. Anak tersebut telah menjadi "milik" sang suami. Pamitan sendiri berarti pamit dari rumah, keluarga, dan leluhur. Sementara Wetonan dimaksudkan untuk menyelesaikan seluruh urusan sang wanita dengan rumah tersebut. Acara berlangsung juga lebih kurang selama 1 jam, lalu kembali dilanjutkan makan-makan dan silaturahmi.

Selain kedua acara tersebut, malamnya, seperti umumnya pernikahan, diadakan resepsi. Sebenarnya dalam budaya Bali tidak ada acara resepsi. Hanya saja acara ini diadakan untuk mengundang selueuh teman-teman dan rekan kerja agar bisa turut merayakan pernikahan ini.

Dan tau gak apa yang bisa didapatkan dari semua acara tersebut?

Perut penuh..

Day 2, Kamis 6 Juli 2006

Pagi hari, rombongan bertolak ke Inna Kuta Beach Hotel. Kami berganti suasana dari Pantai Sanur ke Pantai Kuta. Dari sepi ke ramai. Dari pemandangan matahari terbit ke matahari terbenam. Menarik juga melihat perbedaan yang begitu kentara dari kedua pantai tersebut. Kuta begitu ramai. Sementara Sanur sepi. Mungkin ini dikarenakan Sanur pantainya kecil dan tidak sebersih Kuta.

Setelah meletakkan barang-barang di hotel, rombongan ini langsung menelusuri tempat-tempat wisata di bagian Barat Bali (sebenarnya tengah sih..), yaitu Pura Kedaton, Bedugul, Tanah Lot, dan satu lagi tempat yang banyak kera-nya.. Sori lupa. Hehehe. Dari semua tempat itu yang paling berkesan adalah Tanah Lot. Pemandangan matahari terbenam dari Tanah Lot benar-benar indah. Semua orang yang datang ke sana menghabiskan waktu untuk mengabadikannya.

Tapi bukan berarti tempat lain gak seru, di tempat kera itu (duh apa namanya ya?), kami dihadapkan dengan 500 kera liar yang kelaparan. Maklum, pengelola setempat tidak punya dana untuk memberi makan kera-kera tersebut. Makanan kera-kera itu datang dari kacang-kacang yang diberi pengunjung. Kacang-kacang itu bisa dibeli sewaktu masuk ke dalam. Sayangnya, dikarenakan jumlah turis yang menurun sejak ada Bom Bali I dan II, jumlah pengunjung tempat ini otomatis menjadi sedikit, yang juga berarti, jumlah makanan yang diberikan ke kera-kera menjadi sedikit. Hasilnya kera-kera tersebut selalu sigap mengambil kacang yang ada di tangan pengunjung dan bahkan seringkali berantem sesamanya untuk mendapatkan kacang-kacang yang jatuh. Sedih bener.

Lebih menyedihkan lagi, setelah selesai, kami digiring ke salah satu dari puluhan tempat souvenir di sana oleh pemandunya dan setengah dipaksa untuk membeli souvenir-souvenir tersebut. Karena kasihan dan nggak enak, akhirnya kami membeli beberapa souvenirnya. Setelah melihat kondisi toko-toko dan kelakuan para penjualnya, saya ngerasa pasti toko-toko ini penjualannya sudah sangat minim.

Rombongan ini sampai kembali di Hotel kira-kira pukul 8 Malam. Perjalanan hari ini sangat melelahkan. Tapi jangan salah, anggota rombongan bergender perempuan tidak segan-segan melanjutkan hari dengan berbelanja di Kuta. Sementara anggota bergender lawannya tewas di tempat tidur. Hehe..

Day 3, Jumat 7 Juli 2006

Inilah hari idaman para wanita. Hari ini jadwalnya adalah: Belanja! Kuta merupakan surga belanja karena bermacam-macam produk internasional berada di situ. Otomatis hari itu habis untuk belanja, berkeliling, dan membeli oleh-oleh. Nothing special..

Day 4, Sabtu 8 Juli 2006

Pulang deh. Pesawat berangkat pukul 12.00 waktu setempat, dan akhirnya saya sampai di Bekasi kota tercinta pukul 16.30.

Sebenernya ya, tempat wisata di Bali itu banyak banget. Kalo punya waktu seminggu, mungkin kita bisa menjelajahi seluruh tempat wisata di Bali. Tapi sayangnya, dari beberapa yang saya lihat sekarang dan tahun-tahun sebelumnya kunjungan ke kampung halaman ini, objek-objek wisata tersebut kurang dipelihara dengan baik. Sehingga banyak muncul hal-hal menyedihkan seperti kisah di atas. Bali bener-bener kaya akan budaya dan sangat menarik buat dikunjungi. Mestinya jangan sampai disia-siakan. Itu kan aset negara loh dari sektor pariwisata..

Buat yang belum pernah ke Bali, segera lah ke Bali. Pemerintah setempat sedang berusaha mendatangkan turis-turis domestik, karena turis internasional mulai menurun. Dengan datang, kita bisa menghidupkan dan meramaikan lagi Bali agar kehidupan pariwisatanya bisa kembali. Banyak loh orang-orang yang kehilangan pendapatan karena peristiwa Bom Bali. Restoran-restoran yang biasanya ramai, jadi sepi. Pedagang kerajinan di pasar-pasar mulai bingung karena barang-barangnya tak kunjung dibeli.

Jadi, datang ke Bali ya! 

Main-Main C#

June 26, 2006 Posted in Personal Life | Comments (2)

Suatu hari di himpunan, Kira-kira April 2005.. Kepala lagi sedikit pusing mengerjakan tugas kuliah Strategi Algoritmik.

"Eh.. pada ngapain?", ujar seseorang yang baru datang ke himpunan.

"Lagi ngerjain tugas Stimik..", salah satu dari rekan kelompokku menjawab.

"Oh.. Eh Udah Main-Main C# belum?", tanya seorang temanku yang baru datang ke himpunan.

"He?", kami pun terdiam semua..

"Gampang loh!", ujar temanku yang tadi masih dengan polosnya..

Kami masih diam. Bingung mau komentar apa..

Dan topik lain pun untungnya bermunculan.

Yah itu kira-kira setahun lalu, waktu kami masih baru belajar pemrograman berorientasi objek dan mengandalkan Delphi sebagai satu-satunya kakas yang bisa digunakan.Sekarang akhirnya saya bertemu dengan "mainan" teman saya itu di kerja praktek. Masalahnya adalah kami butuh sebuah aplikasi konsol yang terhubung dengan SQL Server. Logika saya (yang agak terbatas.. emoticon)dan rekan saya mengarahkan kami untuk mencoba pakai .NET.

Bermodal dengan cerita teman kami yang dulu bahwa ini gampang, kami pun memulai dengan yakinnya. Hehe..

Tapi sialnya dan kerennya saya nggak nginstall MSDN Library di komputer. Dan saya memang nggak punya. Jadi kami bekerja tanpa dokumen Help. Sesuatu yang banyak menolong kami selama 2 minggu sebelumnya, baik dalam membuat aplikasi batch, mengambil mac address, instalasi dengan Sysprep, dan lain-lain. Seperti kata seorang dosen saya, "Belajar itu cukup dari manual!".

Jadi sekarang kami gimana Pak? Belajar cukup dari coba-coba ya Pak.. 

Dan sejauh ini, hasil coba-coba kami, ya lumayan. Bisalah.. bisa dikerjain. 

Ada yang mau ikutan main-main C# bersama kami? emoticon

Salah Beli

June 25, 2006 Posted in Personal Life | No Comments »

Pagi ini, saya baru aja mengantarkan orangtua ke bandara Halim Perdanakusuma. Beliau mau pulang ke Pekanbaru, setelah ‘eksplorasi’ sekolah di Jakarta dan mengecek anaknya yang satu ini masih dalam kondisi sehat dan sejahtera emoticon.

Sewaktu pulang, saya sempat mampir ke toko kecil yang jualan banyak majalah. Berhubung tadi malam nggak berhasil membangunkan diri buat nonton Jerman vs Swedia dan pengen tau persiapan Inggris menghadapi Ekuador ntar malam, dicarilah sebuah tabloid/koran yang banyak isi sepakbolanya. Mata melirik dan mencari-cari TopSkor, koran murah yang isinya sepakbola semua.. Setelah dapat terus beli dan langsung berjalan kembali ke mobil.

Waktu mau nyampe mobil, koran itu langsung kubuka, soalnya mau lihat headline-nya.

Di bagian atas ada "Tim Orange Pesimis", ada gambar Robie Van Persie di sana dan formasi tim Belanda. Terus ke bawah lagi melihat berita lain. Lalu..

"Majikan Siksa PRT".. Loh kok? emoticon 

Terus langsung liat judulnya deh.. 

Ternyata Bukan TopSkor!!! emoticon

Ternyata Pos Metro yang terbeli. Tiba-tiba jadi bingung sendiri.. Kok bisa salah ya.. 

Yah gak papa deh.. yang penting banyak berita sepakbolanya..

Sampai di rumah, saya langsung membuka koran itu, membacanya sebentar sambil minum susu. Hehe.. dan ternyata, isinya mirip-mirip dengan koran Lampu Merah atau sejenisnya. Tengok berita-berita terkini dari koran tersebut: "Pemenang Waria Dikirim ke Bangkok", kemudian "Kasus Keracunan Nasi Uduk 5 Karyawan Diperiksa", lalu "Depok Surga Perampok".emoticon

Jadi resmi salah beli. Mendingan beli koran biasa deh.

Pesan moral: Sebelum membeli sesuatu pastikan barang yang kamu ambil adalah barang yang benar. Hehehe..

Bekasi itu Agak Jauh..

June 24, 2006 Posted in Personal Life | Comments (1)

"Lo tinggal di mana Bram?"

"Bekasi"

"Wah jauh ya?"

Kira-kira itu yang menjadi tanggapan orang ketika mendengar tempat tinggal saya. Semenjak kerja praktek di Siemens saya jadi merasakan bagaimana menjadi seorang pria kantoran yang tinggal di Bekasi. Soalnya selama dua bulan ini, saya menetap di sebuah rumah di Taman Century I Pekayon. Rumah itu rumah milik orangtua, dan biasa ditinggali sewaktu lagi liburan ke Jakarta (atau Bekasi?).

Hm, jadi seperti apa menjadi orang kantoran tersebut?

Lumayan..

Lumayan capek!

Haha.. setiap hari saya berangkat dari rumah antara pukul 06:00 pagi sampai 06:30. Sampai di Siemens antara pukul 07:15 sampai 07:30. Sorenya, saya berangkat pulang kira-kira 17.00-17:30. Dan sampainya antara pukul 19:00-20:00. Jadi total sekitar 12-14 jam dihabiskan di luar rumah.

Sebenernya sih saya sudah cukup terbiasa dengan jumlah jam segitu. Tapi bedanya adalah sekitar tiga jam sehari dihabiskan untuk mengemudi. Dan itu ternyata cukup menyita tenaga. Sampai di rumah, bawaannya udah mau ke tempat tidur dan siap untuk bangun jam 5 pagi keesokan harinya.

Tempat kerja saya sendiri terbilang cukup dekat. Di Siemens Business Park Pancoran. Masih agak-agak di timur Jakarta. Tapi kenapa lama? Karena biasanya ada sedikit kemacetan. Sewaktu berangkat kemacetan ada di Pintu Masuk Pondok Gede Timur dan jalan raya Halim-Cawang. Sementara kalo pulang di deket-deket Halim dan di Pintu Masuk Bekasi Barat.

Selain membuang tenaga, posisi tempat tinggal di sini juga membuang banyak bensin. Saya sendiri belum menghitung berapa pengeluaran buat bensin. Tapi yang jelas jauh lebih banyak dibanding waktu di Bandung dulu.

Jadi gajinya habis buat bensin dong? Haha.. yang penting pengalamannya bung! Saya sudah mulai menikmati kerja praktek di sini. Apalagi setelah tugas pertama mengenai instalasi Sysprep itu selesai. Jadi agak santai. Sekarang kerjaannya bantu-bantu partner KP saya, yang sibuk melakukan maintenance database komputernya Siemens. Kecapean yang diceritakan sebelumnya, merupakan bagian dari pengalaman-pengalaman menarik yang ada selama kerja praktek di sini.

Pengalaman menarik? Yah tunggu aja cerita berikutnya!emoticon 

 

Kerja Praktek dan CAT Client

June 20, 2006 Posted in Personal Life | Comments (1)

Libur pasca Semester 6 biasa digunakan oleh mahasiswa IF untuk menjalani kerja praktek. Sebuah mata kuliah wajib yang mengharuskan kita bekerja untuk sebuah instansi dan menerapkan ilmu-ilmu yang kita miliki di sana. Pada semester 7, semester di mana SKS kuliah ini diambil, setiap kelompok mahasiswa yang melakukan kerja praktek akan melakukan presentasi laporan hasil kerja prakteknya di hadapan dosen, yang bakal menelurkan nilai indeks untuk mata kuliah itu..

Yah sebenernya pasti udah pada tahu sih..

Liburan ini saya menjalaninya di Siemens AG. Sebuah perusahaan elektronik yang.. hm.. gak ngerti juga sih. Dia mengembangkan bisnisnya ke mana-mana, sampai alat-alat kesehatan. Sebelumnya aku mikirnya cuma alat elektronik seperti HP, HP, dan HP. Tapi ternyata nggak. Jadi jangan bayangkan Siemens itu HP doang yah. Lagian bagian pembuatan HPnya ternyata udah dijual ke BenQ.

Hm, ngerjain apa di sana?

Wah di luar bayangan deh..

Yah aku melakukan eksplorasi terhadap sistem instalasi CAT Client dengan Metode Sysprep (Huwek.. susah amat bahasanya..). Jadi gini, komputer di Siemens itu kan banyak banget. Lebih dari 3000. Dan semuanya terintegrasi dalam sebuah sistem yang bernama Client Architecture Technology (CAT). Sistem ini berbasis Windows. Dengan sistem ini, setiap komputer milik Siemens sudah memiliki standar aplikasi dan setting dsb yang sama. Sistem ini juga secara otomatis melakukan update jika standar diperbaharui. Misalnya ada update untuk Office, antivirus, dan sebagainya. Pokoknya bikin komputernya gak bisa kita otak atik.. Dan komputer yang tidak berbasis CAT ini, gak bisa masuk ke dalam jaringannya Siemens.

Lanjut, jadi ceritanya aku bekerja di bagian CIO infrastructure. Bagian ini menangani masalah troubleshooting segala infrastruktur di Siemens. Terutama ya si CAT itu. CAT ini banyak banget masalahnya. setiap hari kerjaan pegawai-pegawai bagian itu melayani keluhan dari banyak pengguna CAT di Siemens dan gak sempat melakukan kerjaan yang lain. Terus, setiap hari juga, komputer-komputer baru berdatangan. Jumlahnya 10-30 lah.. semuanya harus di-install-in CAT, yang memakan waktu 2 jam satu komputernya (sekalian nginstall Windows, Office, Antivirus, dll dalam satu paket instalasi).

Dalam proses instalasi itu sendiri, ada dua metode yang dimiliki oleh CAT tersebut. Yang pertama, yang sekarang selalu digunakan, yaitu Unattended. Jadi proses instalasi (secara teori..) tinggal masukin CD, terus ditinggal (selama dua jam).. ngambil data dari server.. dan..jadi deh. Metode kedua adalah Sysprep. Jadi sebuah komputer diinstall dengan metode unattended sebagai master, selanjutnya komputer-komputer sejenis meng-klon komputer tersebut dengan menggunakan file image yang dihasilkan komputer master tersebut. Konon kata mbah-mbah yang berpengalaman di CIO dan dokumentasi-dokumentasi yang kubaca, bisa mempercepat si 2 jam itu menjadi setengah jam. Wow! Reduksi cost perusahaan yang tinggi. Soalnya perusahaan ini punya banyak sekali komputer yang harus diinstall CAT. Lebih kurang Sysprep itu seperti gambar di bawah

Tapi sayangnya di Siemens Indonesia ini, metode kedua belum diterapkan karena belum berhasil dicoba. Aku udah mencobanya selama seminggu ini dan sampai sekarang baru bisa membuat image dari komputer. Buat melakukan kloning.. ada sebuah error yang fatal. Aku masih berusaha menyelesaikan ini. Soalnya, ini bagian dari kerjaan di kerja praktekku.

Yah semoga seiring dengan berjalannya waktu aku bisa menyelesaikan ini. Trial and Error untuk instalasi sangat memakan waktu. Ini yang menyebabkan perkembangannya tidak begitu cepat.

Jadi bisa ya? Yuk..

Cerita selanjutnya mengenai KP akan datang.. :)

Formasi Kamar

April 25, 2006 Posted in Personal Life | No Comments »

Seringkali saya memperhatikan hal-hal yang sesunggihnya nggak begitu esensial. Hal ini sangat terlihat pada perhatian ke barang-barang yang ada di sekitar.

Contohnya ketika komputer ini mengalami sedikit cacat di bagian bawahnya langsung kepala pusing memikirkannya. Berikutnya waktu gitar listrik lecet untuk pertama kalinya langsung pusing memandangi dan memikirkan bagaimana memperbaiki cacatnya. Waktu handphone lecet juga gitu. Duh rasanya gak seneng liatnya.

Bukan Cuma ke kondisi fisik barang-barang, tapi juga susunan, tata letak dan keserasian warna. Kalo lagi parah bisa habis waktu buat ngurusin yang nggak penting gituan. Di kosan, kamar 213 yang kuhuni ini adalah yang paling sering berganti formasi. Formasi pertama begini, eh gak puas, bulan depan ganti formasi lain.

Malam ini lagi-lagi pikiran ini pusing mikirin itu. Akhirnya formasi kamar kembali ke bulan lalu. Kulkas bertukar posisi dengan komputer, Yang membuat saya sedikit nyaman kalo main (main? Belajar kali? Gak ding main..) komputer sambil nonton.

Sebenernya sih masih ada ketidakpuasan sih. Posisi meja belajar, yang dekat dengan pintu kamar mandi. Selalu menjadi masalah. Entah kenapa ada feeling gak bagus di situ…Jadinya bau kamar mandi yang gak sedap kecium waktu duduk di meja belajar.. WOI BRAM!!!.. Ngapain sih dipikirin.. Hahaha..

Saatnya kembali ke tugas besok MPPL, trus besoknya Grafika, terus besoknya terusin PPL, SBD juga dikerjain.. Tapi eh dapet tugas grafika lagi, lalu rupanya tugas Progin udah keluar, jadi ngerjain Progin deh.. Tapi sambil ngerjain Grafika loh, PPLnya lupa. SBD apa lagi. Eh besoknya gak kerasa tiba-tiba PPL udah mau Deadline! Grafikanya ditunda dulu, yang sks banyak diutamakan. Lalu… Terus.. Lantas…

GILA!!

(Untung gak ngambil Jarkom..)

n.b.

Sebenernya gak seheboh ini koq. Tekanan batin lebih banyak dirasakan oleh penulis dibandingkan dengan effort yang diberikan penulis untuk mengerjakannya. Untuk itu penulis sering mencari pelampiasan. Liat aja, sekarang lagi nonton F1 sambil nulis.. Hehehehe…

Bola, Laptop, Grafika, dan Makanan

March 2, 2006 Posted in Personal Life | No Comments »

Rabu Malam, di sebuah kamar yang sumuk, hadir di sini menulis di sebuah laptop baru. hehehe.. Sekarang lagi masa ujicoba nih. Habis nginstall program-program yang dirasa dibutuhkan, bingung mau ngapain. Duasar.. jadinya nulis2 d.

Malam ini anak2 cikapayang pada main bola. Tadinya pengen ikut, tapi aduh gak enak badan ei. Udah beberapa hari. Tadi aja pas kuliah grafika udah kedinginan mampus. Kuliah Grafika hari ini berlangsung seperti biasa. Beberapa orang jadi korban penunjukan buat dikerjain di depan. Terus sebagai penutup, dateng tugas mingguan. Tugasnya lebih berat dari minggu sebelumnya. Sekarang harus bongkar font di windows, memodifikasi, merotasi, dan (yang hubungannya gak ada dengan font) membuat animasi pesawat datang ke arah kita, dengan badan yang membesar dan baling-balingnya berputar. Jadi animasi pesawat ini menerapkan prinsip rotasi dan translasi. Oh iya semua tugasnya dikerjain dalam DOS mode. DOS. Katanya sih tahun lalu itu tugas 4 minggu. Koq sekarang jadi satu minggu ya?

Yah anyway, kemarin gw dikasitau ama Dini supaya gak ganti-ganti obat. Soalnya gw habis cerita ama dia kalo beli obat flu yang gak pernah gw coba. Katanya ada temennya yang suka minum obat gak teratur dan ganti2 terus meninggal. Hiks. Dan dia serius cerita gitu. Bukan becanda.Tapi habis itu dia cerita kalo temannya itu hidupnya gak teratur juga. Hm.. beda dong ama gw. hehehe gak ding.. Kalo diingat-ingat beberapa kejadian yang udah lewat, banyak indikasi kalo makanan yang beredar itu gak sehat ya? Kemarin ada isu formalin. Terus gw juga dibilangin bahwa makan mi instan itu gak baik. Ada zat kandungannya yang gimanaaaa gitu males nulisnya. Terus gw juga habis nonton sinetron rohani yang gak jelas (Tahu kan yang mana? Sinetron yang tokohnya suka susah dikuburin, mati berubah jadi apa.. ) yang menceritakan tentang penjual ayam bangkai . Gak penting ya yang terakhir? Jadi kita harus pandai memilih makanan.. Makanan rumah yang paling baik d kayaknya. Jadi kangen rumah..

Hm, udah ah. Lama-lama makin nyampah. Ya udah deh… See u.

This day

February 23, 2006 Posted in Personal Life | No Comments »

OK bagaimana kabar hari ini? baik sih. Lumayan. Tadi pagi sempat kesel karena habis keluar kelas nggak boleh masuk lagi. Ternyata sang dosen memberi aturan bahwa tidak boleh ada keluar masuk. Dan gw kena d.. Again and again.

Ya kenapa again and again? Soalnya gw gak tau karena gw gak baca peraturannya. Sama seperti kasus waktu gw cuma diperbolehkan mengambil 12 sks. Gw gak baca aturan kampus yang menuliskan kalo ngambil ksm nggak boleh terlambat. Jadilah kena sanksi akademik.

Selain kejadian di atas, nggak ada yang spesial sih. Paling diberondong tugas-tugas kuliah. Biar kata orang semester ini paling berat, ternyata gw belum ngerasa berat (ya 12 sks gitu loh.. Gak ding 4 sks sisanya gw nabung). Soalnya gw tercatat GB nih. Tugas pertama Grafika dikerjain gak ngambil peran, tugas 2 juga. PPL masih dikit. Jadi ya, relatif gak berat sih. Tapi tunggu aja minggu2 berikut.

Apa lagi ya? wah jadi nginget2 waktu ulang tahun dua hari lalu. Gilee dini nyiapinnya pol2an ampe dirayain anak2 di himpunan. Terus mana bikin buku ucapan selamat, yang diisi banyak orang. Padahal malemnya ya, udah ngerayain di rumahnya. Kue ulangtahunnya pizza lagi. hehehe..

Eh sekarang si dia ada di sebelah. Hehe jadi udah dulu ya.