<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title>Brahmasta :: Blog</title>
	<link>http://brahmasta.blogsome.com</link>
	<description>All the Small Things...</description>
	<pubDate>Thu, 07 Sep 2006 03:49:12 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>Moved</title>
		<link>http://brahmasta.blogsome.com/2006/09/07/moved/</link>
		<comments>http://brahmasta.blogsome.com/2006/09/07/moved/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Sep 2006 03:49:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brahmasta</dc:creator>
		
	<category>Personal Life</category>
		<guid>http://brahmasta.blogsome.com/2006/09/07/moved/</guid>
		<description><![CDATA[	Blog&nbsp;ini&nbsp;telah&nbsp;dipindahkan&nbsp;ke&nbsp;tempatnya&nbsp;yang&nbsp;baru:http://brahmasta.netThanks a lot  

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Blog&nbsp;ini&nbsp;telah&nbsp;dipindahkan&nbsp;ke&nbsp;tempatnya&nbsp;yang&nbsp;baru:<br /><a href="http://brahmasta.net" target="_self">http://brahmasta.net<br /></a>Thanks a lot <img src='http://brahmasta.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <a href="http://brahmasta.net" target="_self"><br /></a><a href="http://brahmasta.net" target="_self"><br /></a>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.blogsome.com/2006/09/07/moved/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Apa yang sudah kita lakukan?</title>
		<link>http://brahmasta.blogsome.com/2006/09/04/apa-yang-sudah-kita-lakukan/</link>
		<comments>http://brahmasta.blogsome.com/2006/09/04/apa-yang-sudah-kita-lakukan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Sep 2006 07:56:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brahmasta</dc:creator>
		
	<category>Personal Life</category>
		<guid>http://brahmasta.blogsome.com/2006/09/04/apa-yang-sudah-kita-lakukan/</guid>
		<description><![CDATA[	[Sebuah posting cepat menjelang kuliah Tugas Akhir]
	Coba sekali-kali merenung.
	Apa hal yang pernah kita lakukan pada keluarga, teman-teman, tetangga-tetangga, lingkungan, daerah, bangsa, dunia, apapun yang bukan diri kamu sendiri, yang memberi pengaruh positif kepada mereka?
	Pernahkah mereka tersenyum bahagia ketika berada bersama kita. Pernahkah mereka menjadi jauh lebih baik karena kita? Pernahkah mereka meninggalkan kebiasaan buruk mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>[Sebuah posting cepat menjelang kuliah Tugas Akhir]</p>
	<p>Coba sekali-kali merenung.</p>
	<p>Apa hal yang pernah kita lakukan pada keluarga, teman-teman, tetangga-tetangga, lingkungan, daerah, bangsa, dunia, apapun yang bukan diri kamu sendiri, yang memberi pengaruh positif kepada mereka?</p>
	<p>Pernahkah mereka tersenyum bahagia ketika berada bersama kita. Pernahkah mereka menjadi jauh lebih baik karena kita? Pernahkah mereka meninggalkan kebiasaan buruk mereka karena kita?&nbsp;</p>
	<p>Kita adalah makhluk sosial, dan orang lain adalah sesuatu yang berharga untuk kita.&nbsp;</p>
	<p>Dan itu berarti kita harus saling membantu untuk meraih manfaat di dunia yang semakin individual ini.</p>
	<p>Mari berbagi kebahagiaan dan kekuatan..</p>
	<p>Agar kita bisa tersenyum bersama, dan bergerak bersama.&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.blogsome.com/2006/09/04/apa-yang-sudah-kita-lakukan/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Ubuntu Shipped!</title>
		<link>http://brahmasta.blogsome.com/2006/09/03/ubuntu-shipped/</link>
		<comments>http://brahmasta.blogsome.com/2006/09/03/ubuntu-shipped/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Sep 2006 09:28:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brahmasta</dc:creator>
		
	<category>Information Technology</category>
		<guid>http://brahmasta.blogsome.com/2006/09/03/ubuntu-shipped/</guid>
		<description><![CDATA[	Akhirnya pesanan Ubuntu saya datang. Saya melakukan pemesanan pada tanggal 3 Agustus 2006 dan tiga CD yang saya pesan datang pada Jumat kemarin, tanggal 1 September 2006.
	Tiga CD yang saya pesan yaitu Ubuntu buat PC, buat PC dengan arsitektur 64 bit, dan Ubuntu untuk Mac. Kenapa pesan tiga CD itu? Ya sayang aja. Udah pesan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Akhirnya pesanan Ubuntu saya datang. Saya melakukan pemesanan pada tanggal 3 Agustus 2006 dan tiga CD yang saya pesan datang pada Jumat kemarin, tanggal 1 September 2006.</p>
	<p><a href="http://brahmasta.blogsome.com/wp-admin/images/Foto%28043%29.jpg"><img width="180" height="135" border="0" title="Bungkusnya.." alt="Bungkusnya.." src="http://brahmasta.blogsome.com/wp-admin/images/thumb-Foto%28043%29.jpg" /></a><a href="http://brahmasta.blogsome.com/wp-admin/images/Foto%28044%29.jpg"><img width="180" height="135" border="0" title="Dalemnya.." alt="Dalemnya.." src="http://brahmasta.blogsome.com/wp-admin/images/thumb-Foto%28044%29.jpg" /></a><br />Tiga CD yang saya pesan yaitu Ubuntu buat PC, buat PC dengan arsitektur 64 bit, dan Ubuntu untuk Mac. Kenapa pesan tiga CD itu? Ya sayang aja. Udah pesan jauh-jauh tapi yang dateng cuma satu CD kan gak seru, terus kalo mau mesan banyak tapi nggak kepakai buat apa?<br />Kalo ada yang berminat untuk CD-CD saya dan malas mendownload boleh pinjem kok <img src='http://brahmasta.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.blogsome.com/2006/09/03/ubuntu-shipped/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>IT Doesn&#8217;t Matter?</title>
		<link>http://brahmasta.blogsome.com/2006/08/30/it-doesnt-matter/</link>
		<comments>http://brahmasta.blogsome.com/2006/08/30/it-doesnt-matter/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Aug 2006 14:11:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brahmasta</dc:creator>
		
	<category>Opini</category>
		<guid>http://brahmasta.blogsome.com/2006/08/30/it-doesnt-matter/</guid>
		<description><![CDATA[	Teknologi Informasi itu nggak penting! Yang penting itu proses bisnisnya. Halah.. Saya mau kuliah tentang Sistem Informasi Enterprise tapi malah itu yang keinget-inget dan menohok. Kata-kata itu mengingatkan saya tentang mengapa proyek IT itu gagal, tidak digunakan, dan sia-sia.
	Saya punya sebuah pengalaman sederhana ketika kerja praktek kemarin. Saat itu, saya mendapat tugas untuk membuat sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Teknologi Informasi itu nggak penting! Yang penting itu proses bisnisnya. Halah.. Saya mau kuliah tentang Sistem Informasi Enterprise tapi malah itu yang keinget-inget dan menohok. Kata-kata itu mengingatkan saya tentang mengapa proyek IT itu gagal, tidak digunakan, dan sia-sia.</p>
	<p><img width="192" vspace="1" hspace="1" height="193" border="0" align="left" src="http://www.skiguys.com/images/stupidComputer.jpg" />Saya punya sebuah pengalaman sederhana ketika kerja praktek kemarin. Saat itu, saya mendapat tugas untuk membuat sebuah aplikasi sederhana untuk memudahkan mengambil <em>phone billing report</em> dari sebuah database. <em>Report</em> yang diambil bisa berupa daftar telpon yang dilakukan oleh sebuah ekstensi telepon per hari, pengeluaran total setiap ekstensi telepon, pengeluaran total untuk telepon internasional, dan sebagainya.</p>
	<p>Yang jadi poin penting bukan aplikasi apa itu, tapi bagaimana saya terjebak dalam kondisi untuk selalu memberikan fitur di dalam aplikasi tersebut. Aplikasi itu boleh dibilang sederhana, karena hanya tinggal mengambil dari <em>database</em> sesuai dengan parameter-parameter yang telah ditetapkan seperti waktu, daerah, dan sebagainya. Tapi ketika semua fungsi itu berhasil selesai dibayangkan pembuatannya, saya pun pusing bagaimana cara menampilkan fungsi-fungsi itu agar terlihat canggih. Akhirnya, molor lah pengerjaan tugas itu sehingga hasilnya nggak sempurna.</p>
	<p>Saya nggak tau apakah banyak orang IT yang berpikir seperti itu, tapi dosen saya di kuliah Sistem Informasi Enterprise ini bercerita bahwa itu sangat sering terjadi. Kita selalu bicara teknologi apa yang digunakan, bagaimana menerapkannya, semacam itulah..</p>
	<p>Padahal yang dibutuhkan di dunia nyata, nggak seperti itu. Tapi apakah hasil penerapan IT itu tepat guna, mendukung proses bisnis. Kalo diambil contoh pada aplikasi kerja praktek saya, yang penting fungsinya jadi, penampilannya sesuai kebutuhan, hasilnya tepat, dan tentunya aplikasi itu harus diselesaikan tepat waktu. Jadi segala faktor yang berhubungan dengan hal-hal yang membuat pengguna atau orang IT berkata &quot;Wah!&quot; itu nggak penting.</p>
	<p>Kata sang dosen sendiri, terkait masalah ini ada sebuah artikel berjudul &quot;IT Doesn&#8217;t Matter&quot;. Artikel itu sendiri katanya cukup menghebohkan dan menohok orang IT. Setelah saya cari di Google, saya menemukan beberapa link terkait dengan artikel itu, tapi ini sepertinya yang paling konkrit:</p>
	<ul>
<li><a href="http://searchcio.techtarget.com/originalContent/0,289142,sid19_gci905877,00.html" target="_self">Why IT doesn&#8217;t matter anymore, SearchCIO.com</a></li>
</ul>
Jadi kesimpulannya, pastikan teknologi yang Anda pakai , gunakan, dan ciptakan tepat guna. Analoginya, gak baik kalo anda membeli handphone canggih dilengkapi dengan semua fitur terkini tapi cuma dipake buat telpon dan sms. Gak perlu pake database Oracle buat perpustakaan kecil. Gak perlu bikin fitur-fitur aneh kalo gak kepake.
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.blogsome.com/2006/08/30/it-doesnt-matter/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>OSKM?</title>
		<link>http://brahmasta.blogsome.com/2006/08/19/oskm/</link>
		<comments>http://brahmasta.blogsome.com/2006/08/19/oskm/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Aug 2006 03:11:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brahmasta</dc:creator>
		
	<category>Opini</category>
		<guid>http://brahmasta.blogsome.com/2006/08/19/oskm/</guid>
		<description><![CDATA[	        OSKM, singkatan dari Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa, merupakan event tahunan yang diadakan oleh Keluarga Mahasiswa ITB setiap kali tahun ajaran baru dimulai. Kegiatan ini ditujukan untuk mahasiswa angkatan terbaru. Tujuannya adalah menanamkan nilai-nilai kemahasiswaan kepada mahasiswa-mahasiswa baru tersebut.
Setiap tahunnya OSKM mengusung sebuah tema terentu. Tahun 2003, di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img width="242" vspace="0" hspace="5" height="326" border="1" align="left" src="http://brahmasta.blogsome.com/wp-admin/images/1606088_02IMG.JPG" alt="Suasana OSKM 2004. Copyright by Boulevard" title="Suasana OSKM 2004. Copyright by Boulevard" />        OSKM, singkatan dari Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa, merupakan event tahunan yang diadakan oleh <a title="Keluarga Mahasiswa ITB" target="_blank" href="http://km.itb.ac.id/">Keluarga Mahasiswa ITB</a> setiap kali tahun ajaran baru dimulai. Kegiatan ini ditujukan untuk mahasiswa angkatan terbaru. Tujuannya adalah menanamkan nilai-nilai kemahasiswaan kepada mahasiswa-mahasiswa baru tersebut.
<p>Setiap tahunnya OSKM mengusung sebuah tema terentu. Tahun 2003, di mana saya jadi peserta, temanya adalah Kreativitas Membangun Integrasi. OSKM 2004 bertemakan Dari ITB untuk Bangsa. Tahun lalu, temanya Integrasi dan Pembelajaran. Tahun ini? Hm.. Saya nggak tahu. <img border="0" title="emoticon" alt="emoticon" src="http://brahmasta.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/rolleyes.gif" /></p>
	<p>OSKM bukan ospek atau perploncoan. Hal itu kerasa banget waktu saya jadi peserta di tahun 2003 dan panitia di tahun 2004. Di sini, kalo kita bener-bener mencoba mengerti makna yang ingin disampaikan dari kegiatan ini, kita akan mendapatkan banyak pembelajaran. Contohnya aja, kalo nggak salah di tahun 2003 dulu, saya menjadi mengerti akan potensi diri, kewajiban seorang mahasiswa untuk berjuang demi negaranya, dan pentingnya integrasi baik itu di dalam kampus maupun di dalam negara kita sendiri.&nbsp;</p>
        <a id="more-38"></a>
<p>Lewat OSKM juga, seluruh mahasiswa angkatan baru dan angkatan lama (yang jadi panitia) bisa saling mengenal satu sama lain antar jurusan yang berbeda. Suatu hal yang sulit dicari di waktu-waktu biasa perkuliahan kalo gak banyak beraktivitas buat kampus. Selain itu kita juga belajar banyak tentang kekompakan, keberanian untuk ngungkapin pendapat, dan sebagainya. Banyak deh..</p>
	<p>Tapi sayangnya, dari tahun ke tahun, saya makin merasakan kalo OSKM semakin kehilangan substansinya. Perbedaan dari 2004 dan 2003 dulu, yang saya alami, adalah materinya nggak ngena. Di tahun 2005 lalu, yang terlihat lebih parah lagi. Udah waktunya dikit, banyak keanehan (seperti OSKM cuma jadi pengantar jemput acara-acara yang diadakan rektorat), dan semangatnya udah luntur. Saya ngerasa yang tersisa dari OSKM tahun lalu cuma sebagai ajang saling kenal satu sama lain, dan mungkin kebersamaan panitianya yang kuat (CMIIW).</p>
	<p>Kemunduran yang terjadi, seperti banyak diutarakan oleh anak <a title="Institut Teknologi Bandung" target="_blank" href="http://www.itb.ac.id">ITB</a>, adalah semakin tidak bisanya rektorat menerima keberadaan OSKM. Rektorat semakin lama semakin mengambil peran mahasiswa-mahasiswa senior yang ingin menanamkan nilai-nilai kemahasiswaannya untuk meneruskan nilai tersebut ke adik-adiknya. Kenapa? Mungkin rektorat nggak percaya sama mahasiswa-mahasiswanya. Atau yang lain lagi: Pandangan rektorat dan mahasiswa terhadap kemahasiswaan sudah begitu berbeda. Menurut rektorat, mahasiswa harusnya begini, dan menurut mahasiswa, mahasiswa seharusnya begitu.</p>
	<p>Dan itu diperparah dengan citra OSKM yang diidentikkan dengan ospek bagi orang awam. Siapa sih yang nggak mikir kalo OSKM adalah ospek kalo dia orang baru atau bukan orang dalam ITB? Kegiatan OSKM yang berlangsung di lapangan, sambil lari-lari, ada agitasi, pemakaian atribut yang aneh-aneh, seolah membenarkan pendapat bahwa OSKM adalah ospek. Sungguh disayangkan karena di dalamnya cukup banyak makna-makna yang ingin disampaikan.</p>
	<p>Orangtua dari mahasiswa baru, pasti ingin keselamatan anaknya terjaga. Saya yakin ada tekanan ke rektorat agar ospek ditiadakan dari orangtua. Bagaimana mereka mau percaya sama mahasiswa? Siapa sih mahasiswa di mata mereka?</p>
	<p>Belum lama ini saya pernah membaca di milis <a title="Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika" target="_blank" href="http://hmif.if.itb.ac.id">HMIF</a> bahwa rektorat semakin membatasi kreativitas mahasiswa dengan dipersempitnya izin untuk mengadakan OSKM. OSKM yang biasanya berlangsung seminggu, kini tinggal dua hari. Itu pun yang dilegalkan sehari. Belum lagi ada isu bahwa rektorat akan meninjau status kemahasiswaan seorang mahasiswa angkatan baru kalo dia ikut OSKM.</p>
	<p>Kalo dilihat dari sudut mahasiswa, memang bener pasti menyakitkan. Persiapan untuk OSKM pasti sudah berlangsung begitu lama dan melelahkan. Diklat-diklat untuk panitia berlangsung panjang dan menghabiskan waktu liburan. Konseptor sudah berdiskusi siang malam berbulan-bulan menyatukan pikiran untuk memberikan makna dalam OSKM ini (Kalo berkaca dari tahun-tahun sebelumnya). Tapi yang mereka dapat adalah tidak diterimanya OSKM sebagai acara yang legal dan penuh.</p>
	<p>Tapi sebenarnya apakah OSKM itu memang mestinya ada? Kita juga harus menyadari bahwa citra buruk ospek itu lah yang membuat rektorat meninggalkan OSKM. Selalu ada yang pingsan, sakit, atau apapun yang mengkhawatirkan dari pelaksanaan OSKM. Saya nggak tahu gimana persiapan OSKM dan metode pelaksanaannya tahun ini, namun menurut saya memang pelaksanaannya harus diubah. Metodenya harus berubah.</p>
	<p>Tahun lalu saya sempat ikutan jadi pelatih di acara Strategi Sukses di Kampus (SSDK) oleh rektorat bersama <a title="Weno's Blog" target="_self" href="http://oneweno.blogspot.com">Weno</a>. Kami berbagi ilmu mengenai bagaimana metode belajar dan beraktivitas yang baik di dalam satu kelas berisi 40 orang angkatan baru (2005). Dan di situ saya jadi disadarkan bahwa metode OSKM yang lama mungkin sudah bukan waktunya lagi diterapkan. Hal-hal indah yang diberikan oleh OSKM pasti ada alternatif metode penyampaiannya yang lebih manusiawi. Tapi saya belum tahu itu. Saya merasakan getir itu ketika Program Pembinaan Anggota Baru untuk HMIF pada tahun 2005 dijalankan. Tapi saya sendiri belum bisa memikirkan metode apa yang cocok untuk meninggalkan metode &#8216;kayak ospek&#8217; itu. Dan masalahnya lagi metode itu udah sempat dipikirkan oleh teman-teman saya yang duduk di &#8216;kursi panas&#8217; konseptor, tapi banyak tidak disetujui oleh massa himpunan.</p>
	<p>Udah ah, jadi kepanjangan. Jadi kesimpulannya, menurut saya, paradigma lama mengenai pelaksanaan OSKM yang lama sebaiknya ditinggalkan, dan diganti dengan metode baru yang lebih manusiawi dan dapat diterima. Hindari penyiksaan fisik dan tekanan. Manusia jangan dipaksa dengan agitasi. Mereka bukan binatang yang dapat bekerja dengan <em>Carrot and Stick</em> (Ditekan dari belakang, diberi hadiah di depannya buat motivasi). Selamat berjuang para panitia OSKM!</p>
	<p>Beberapa Pembahasan dan Referensi Mengenai OSKM:</p>
	<ul>
<li><a target="_blank" href="http://kantorberitaitb.blogspot.com/2006/06/forsil-edisi-spesial-oskm-apalah-arti.html">Kantor Berita ITB : OSKM, Apalah Arti Sebuah Nama</a>         </li>
	<li><a target="_blank" href="http://km.itb.ac.id/mboh.php?nama=kethok&#038;id=33">KM ITB: OSKM 2006: Buka Hati, Satukan Rasa</a></li>
	<li><a target="_blank" href="http://www.psik-itb.org/forum/showthread.php?p=678">Forum PSIK ITB: update OSKM 2006</a></li>
        </ul>
	<p>Referensi Gambar: <a title="Boulevard ITB" target="_blank" href="http://www.boulevard.or.id/?p=28">Boulevard ITB</a></p>
	<p>// updated @10:43:</p>
	<p>Ternyata Bapak Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pak Widyo Nugroho, mengumumkan bahwa di ITB tidak diperkenankan lagi OSPEK. No problem. Kita gak ospek, kita melakukan kaderisasi atau pembinaan. Kekerasan fisik memang sebaiknya dihilangkan.</p>
	<p>Berita ada di:</p>
	<ul>
<li><a href="http://www.klik-galamedia.com/20060818/kolomlengkap.php?kolomkode=20060818050552" target="_blank">Galamedia Online : Ospek tidak diperkenankan di ITB</a>         </li>
	<li><a href="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/082006/19/0701.htm" target="_blank">Pikiran Rakyat Online : Hentikan Ospek Penuh Kekerasan</a>        </li>
        </ul>
        Thanks to Milis ITB<br /> 
<p>&nbsp;</p>
        <a title="Boulevard ITB" target="_blank" href="http://www.boulevard.or.id/?p=28"></a>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.blogsome.com/2006/08/19/oskm/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Favorite Albums</title>
		<link>http://brahmasta.blogsome.com/2006/08/18/favorite-albums/</link>
		<comments>http://brahmasta.blogsome.com/2006/08/18/favorite-albums/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Aug 2006 10:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brahmasta</dc:creator>
		
	<category>Personal Life</category>
		<guid>http://brahmasta.blogsome.com/2006/08/18/favorite-albums/</guid>
		<description><![CDATA[	Minggu lalu, sewaktu hari terakhir KP, Hard Rock FM yang biasanya menemani keberangkatan ke kantor tiba-tiba mati. Jadilah kami tidak bisa mendengarkan &quot;Good Morning Hard Rockers Show&quot;. Padahal acara itu yang biasanya bikin saya dan temen KP saya, Ridwan, terhibur tiap paginya. 
	Jadilah kami mencari stasiun radio lain yang setidaknya bisa mengisi kebosanan menikmati panjangnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Minggu lalu, sewaktu hari terakhir KP, <a href="http://www.hardrockfm.com" target="_blank" title="HARD ROCK FM ::">Hard Rock FM</a> yang biasanya menemani keberangkatan ke kantor tiba-tiba mati. Jadilah kami tidak bisa mendengarkan <a href="http://www.hardrockfm.com/2005/jakarta/mainpage.php?catagory_id=63&#038;show_n_id=111" target="_blank" title="Good Morning Hard Rockers Show page">&quot;Good Morning Hard Rockers Show&quot;</a>. Padahal acara itu yang biasanya bikin saya dan temen KP saya, Ridwan, terhibur tiap paginya. </p>
	<p>Jadilah kami mencari stasiun radio lain yang setidaknya bisa mengisi kebosanan menikmati panjangnya <a href="http://brahmasta.blogsome.com/2006/06/24/bekasi-itu-agak-jauh/" target="_self" title="Previous post: Bekasi itu Agak Jauh">perjalanan Bekasi - Jakarta</a>. Dan jadilah si Ridwan memilih <a href="http://www.iradiofm.com/" target="_self" title="i-Radio FM">i-Radio</a>. Terus terjadilah percakapan ini:</p>
	<p>Ridwan: &quot;Kalo yang ini musiknya gak lo banget Brahm&quot;<br />   Saya &nbsp; : &quot;Loh? Emang musik gw itu kayak apa?&quot;&nbsp;<br />   Ridwan: &quot;Musik lo kan yang kayak gini.. &quot; (Tiba-tiba bergaya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mosh" target="_blank" title="Moshing @ Wikipedia"><em>moshing</em></a>)&nbsp;<br />   Saya &nbsp; : (Bingung&#8230;) &quot;Oh gitu ya.. ?&quot; <img border="0" src="http://brahmasta.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/huh.gif" alt="emoticon" title="emoticon" /></p>
	<p>Haha.. Emang bener sih, saya penikmat musik keras. Mungkin temen saya itu sering denger saya muterin CD lagu-lagu yang keras. Tapi setelah saya lihat-lihat koleksi album favorit saya, ternyata saya gak gitu2 amat kok.&nbsp; Dari beberapa album&nbsp; musik yang saya miliki ada lima yang jadi favorit. Kelimanya adalah&#8230;</p>
  <a id="more-37"></a>
<p><strong>Parachutes, <a href="http://www.coldplay.com" target="_blank" title="Official Coldplay Site">Coldplay</a></strong></p>
	<p><img width="100" vspace="2" hspace="2" height="100" border="1" align="left" src="http://musicmoz.org/img/editors/poppyseed/coldplay_parachutes.jpg" alt="Parachutes by Coldplay" title="Parachutes by Coldplay" />Lagu-lagu yang berada di dalam sini begitu menyentuh perasaan dan menenangkan hati. Kalo ada yang bilang lagu-lagu Coldplay di album ini begitu sendu, bikin ngantuk, mungkin ada benernya. Tapi buat saya, belum ada album lain yang punya nuansa begitu kuat seperti Parachutes. Lagu-lagu favorit saya di album ini yaitu <em>Yellow</em>, <em>Shiver</em>, <em>Don&#8217;t Panic</em>, dan <em>Trouble</em>. Biasanya saya muter album ini di komputer setelah pulang sekolah, sambil ngerjain tugas, main game, atau browsing-browsing. Saya bener-bener butuh waktu lama buat tidak memutar album ini lagi.</p>
	<p><strong>Morning View, <a href="http://www.enjoyincubus.com" target="_blank" title="Official Incubus Site">Incubus</a></strong></p>
	<p><img width="100" vspace="2" hspace="2" height="100" border="1" align="left" src="http://images-eu.amazon.com/images/P/B00005QF30.08.MZZZZZZZ.jpg" alt="Morning View by Incubus" title="Morning View by Incubus" />Kalo kata Incubus-nya sih, album ini akan memberikan kesegaran seolah-olah kamu bangun pagi dan melihat indahnya pantai. Dan itu terasa ada benernya. Album ini, entah kenapa, memberi suasana segar di tengah hiruk pikuknya Hip Metal seperti Linkin Park dan banyak yang mirip-mirip dengannya. Musiknya saya bilang kreatif. Gara-gara album ini saya jadi cinta mati ama Incubus dan mengkoleksi album-album sebelumnya. Lagu-lagu favorit saya di sini.. Semua! Hehehe.. Soalnya saya sering banget muterin kaset dan koleksi MP3 nya tiap hari.  </p>
	<p><strong>Mad Season, <a href="http://www.matchboxtwenty.com/" target="_blank" title="Matchbox Twenty Official Site">Matchbox Twenty</a></strong></p>
	<p><img width="100" vspace="2" hspace="2" height="100" border="1" align="left" src="http://musica.hispavista.com/imagenes/892b.jpg" alt="Mad Season by Matchbox Twenty" title="Mad Season by Matchbox Twenty" /> Ini juga album favorit saya. Saya beli karena denger single <em>Bent </em>yang diputar di TV. Saya sering banget muterin album ini sampai hafal liriknya. Lagu-lagu favorit di album ini : <em>Bent, The Burn, Bed of Lies, If You&#8217;re Gone, </em>dan <em>Mad Season</em>. Saya juga jadi ngikutin perkembangan band ini ke album berikutnya. Sayang sekarang band ini lagi vakum dan Rob Thomas lagi proyek solo. Tapi terus terang, Rob Thomas pas solo sekarang jelek.. </p>
	<p><strong>&nbsp;Songs About Jane, <a href="http://www.maroon5.com" target="_blank" title="Maroon 5 Official Site">Maroon 5</a></strong></p>
	<p><img width="100" vspace="2" hspace="2" height="100" border="1" align="left" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/5/5e/Maroon5-album-songsaboutjane.jpg/200px-Maroon5-album-songsaboutjane.jpg" alt="Songs About Jane by Incubus" title="Songs About Jane by Incubus" />Selama kuliah, saya gak pernah bisa lupa untuk memutar <em>Songs About Jane</em>. Saya mulai mengenalnya dari teman baik yang kini kuliah di Jogja, Okki. Waktu itu mereka sama sekali belum dikenal. Saya cuma punya kasetnya dan bela-belain ngerekam dari kaset ke komputer biar punya MP3-nya. Sampai sekarang saya nggak pernah bosan muter <em>She Will be Loved</em>, <em>This Love</em>, <em>Harder to Breath</em>, dan semua lagu-lagu yang ada di album ini. Kapan ya album kedua mereka keluar?</p>
	<p><strong>Baik, <a href="http://www.gigionline.com" target="_blank" title="GIGI Official Site">GIGI</a></strong>  </p>
	<p><img width="100" vspace="2" hspace="2" height="100" border="1" align="left" src="http://www.sonybmg.co.id/u/li_040928_045821.jpg" alt="Baik by GIGI" title="Baik by GIGI" />Banyak yang bilang album ini terlalu berat. Nggak bisa dinikmati. Beda banget sama album-album GIGI sebelumnya yang menelorkan hits seperti <em>Janji</em>, <em>Nirwana, </em>dan <em>Terbang</em>. Tapi kalo didengerin terus berulang-ulang, jadi ketagihan. Setidaknya itu yang terjadi sama saya. Oh iya, saya dapet album ini setelah band ini dateng ke Duri (kampung saya di Riau) buat konser. Bonus dari tiketnya kaset ini. Album ini bagus kok!</p>
	<p>Yak itulah lima dari sekian banyak album yang saya miliki. Jadi, apa saya orangnya emang suka musik keras? Hehe.. Nggak kan? <img border="0" src="http://brahmasta.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/smile.gif" alt="emoticon" title="emoticon" />&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.blogsome.com/2006/08/18/favorite-albums/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Tujuhbelasan dan Warganegara yang Baik</title>
		<link>http://brahmasta.blogsome.com/2006/08/17/tujuhbelasan-dan-warganegara-yang-baik/</link>
		<comments>http://brahmasta.blogsome.com/2006/08/17/tujuhbelasan-dan-warganegara-yang-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Aug 2006 15:45:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brahmasta</dc:creator>
		
	<category>Opini</category>
		<guid>http://brahmasta.blogsome.com/2006/08/17/tujuhbelasan-dan-warganegara-yang-baik/</guid>
		<description><![CDATA[	Yah postingnya tentang tujuhbelasan.. basi ga sih?
	Hehe, jujur aja, gw nulis ini bukan karena membaca dari tempat lain, tapi karena tadi siang juga kepikiran. Soalnya, pada hari ini lah, negara kita tercinta resmi berada. Pada tanggal ini lah (dan tentunya dengan tahun yang berbeda. Hohoho..) perjuangan untuk mendapatkan kebebasan telah berakhir. Kita adalah Indonesia.
	Tapi, apakah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Yah postingnya tentang tujuhbelasan.. basi ga sih?</p>
	<p>Hehe, jujur aja, gw nulis ini bukan karena membaca dari tempat lain, tapi karena tadi siang juga kepikiran. Soalnya, pada hari ini lah, negara kita tercinta resmi berada. Pada tanggal ini lah (dan tentunya dengan tahun yang berbeda. Hohoho..) perjuangan untuk mendapatkan kebebasan telah berakhir. Kita adalah Indonesia.</p>
	<p>Tapi, apakah kita benar-benar bebas?</p>
 <a id="more-34"></a>
<p>Mungkin kita bebas secara fisik, tapi sepertinya, kita terjajah secara budaya dan ekonomi.</p>
	<p>Meski mungkin gak salah, kita berpakaian ala barat, berpikir ala barat, mengkonsumsi produk-produk barat, nonton film dari barat.</p>
	<p>Meski mungkin emang butuh, kita punya hutang segudang ke negara-negara lain.</p>
	<p>Yah banyaklah keluh kesah saya terhadap Indonesia kalo mau diucapin semua.&nbsp;</p>
	<p>Makanya.. Mau hidup kayak gitu terus? </p>
	<p>Bangun negeri ini dong teman-teman..</p>
	<p>Jika itu begitu sulit, jadilah warganegara yang berguna.</p>
	<p>Nggak ngambil uang negara, kerja yang bener, jadi orang yang jujur, teman-temannya yang hidup susah dibantu</p>
	<p>Biar gak ada yang dirugikan.. Hehe..</p>
	<p>n.b. Penulis lagi GJ (Gak Jelas, red)&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.blogsome.com/2006/08/17/tujuhbelasan-dan-warganegara-yang-baik/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Susahnya Mendesain</title>
		<link>http://brahmasta.blogsome.com/2006/08/17/susahnya-mendesain/</link>
		<comments>http://brahmasta.blogsome.com/2006/08/17/susahnya-mendesain/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Aug 2006 12:25:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brahmasta</dc:creator>
		
	<category>Uncategorized</category>
		<guid>http://brahmasta.blogsome.com/2006/08/17/susahnya-mendesain/</guid>
		<description><![CDATA[	Hm, kayaknya ini udah ke-berapa kalinya blog ini berganti theme. Dan sekarang, theme ini masih dalam pengerjaan. Karena pengerjaannya nggak direncanakan, jadinya ngabisin banyak waktu banget. Kurang lebih sekitar dua jam waktu dihabiskan buat membuka-buka situs OSWD.org, TemplateBox, dan Wordpress.net. Tapi kesimpulannya, gak ada theme yang sesuai selera. Akhirnya theme dikembalikan ke theme default Wordpress, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Hm, kayaknya ini udah ke-berapa kalinya blog ini berganti theme. Dan sekarang, theme ini masih dalam pengerjaan. Karena pengerjaannya nggak direncanakan, jadinya ngabisin banyak waktu banget. Kurang lebih sekitar dua jam waktu dihabiskan buat membuka-buka situs <a href="http://www.oswd.org" target="_blank" title="Open Source Web Design">OSWD.org</a>, <a href="http://www.templatebox.com" target="_blank" title="TemplateBox">TemplateBox</a>, dan <a href="http://themes.wordpress.net" target="_blank" title="Wordpress Theme Viewer">Wordpress.net.</a> Tapi kesimpulannya, gak ada theme yang sesuai selera. Akhirnya theme dikembalikan ke theme default Wordpress, yaitu Kubrick, yang seperti di bawah ini:</p>
	<p><img width="300" height="191" border="0" src="http://brahmasta.blogsome.com/wp-inst/wp-content/sitetemplates/kubrick/screenshot-sm.gif" alt="Kubrick Theme" title="Kubrick Theme" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" /> Setelah kembali memakai theme ini, rasanya kok jadi sejuta umat amat ya? Jadinya saya coba modifikasi sendiri deh, Yah biarpun cupu, yang penting desain sendiri. Hehehe.. Jadilah sekarang situs ini seperti yang anda lihat. Headernya saya ganti dengan warna hitam, lalu judulnya saya masukin ke gambarnya soalnya di sini gak bisa upload font. Terbatas nih..</p>
	<p>Oh iya buat yang liat (kalo ada.. ) tolong di-<em>comment</em> dong, ini modifikasi yang saya lakukan aneh atau nggak. Jelek atau bagus.. Yah apapun lah..</p>
	<p>Hm, ngomong-ngomong soal keterbatasan, ada teman saya yang sepertinya udah nggak tahan dengan layanan gratisan yang fiturnya kurang. Sekarang dia pindah (lagi) ke tempat barunya di <a href="http://blog.amudi.org" target="_blank" title="Amudi">sini</a>.</p>
	<p>Oke deh, waktunya memodifikasi lagi.. <img src='http://brahmasta.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> &nbsp;</p>
 <a href="http://themes.wordpress.net" target="_blank" title="Wordpress Theme Viewer"></a>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.blogsome.com/2006/08/17/susahnya-mendesain/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>My Cubicle</title>
		<link>http://brahmasta.blogsome.com/2006/08/03/my-cubicle/</link>
		<comments>http://brahmasta.blogsome.com/2006/08/03/my-cubicle/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Aug 2006 05:38:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brahmasta</dc:creator>
		
	<category>Fun</category>
		<guid>http://brahmasta.blogsome.com/2006/08/03/my-cubicle/</guid>
		<description><![CDATA[	
Buat yang lagi KP atau mau nginget2 masa-masa KP, you would like this. Saya sering banget ndengerin ini di Hard Rock FM pagi-pagi pas mau berangkat ke kantor. Haha..    
	
&ldquo;My Cubicle&rdquo;
	Lyrics by: Morning Sidekick   Performed by: Jym Britton
	Parody on &ldquo;You&rsquo;re Beautiful&rdquo; by James Blunt  
	My job is stupid my [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img width="100%" border="0" src="http://brahmasta.blogsome.com/wp-admin/images/cubicle.jpg" alt="" />
<p>Buat yang lagi KP atau mau nginget2 masa-masa KP, you would like this. Saya sering banget ndengerin ini di Hard Rock FM pagi-pagi pas mau berangkat ke kantor. Haha.. <img src='http://brahmasta.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   </p>
	<div class="block">
<p><strong>&ldquo;My Cubicle&rdquo;</strong></p>
	<p>Lyrics by: Morning Sidekick<br />   Performed by: Jym Britton</p>
	<p><strong>Parody on &ldquo;You&rsquo;re Beautiful&rdquo; by James Blunt<br />  </strong></p>
	<p>My job is stupid my day&rsquo;s a bore,<br />   Inside this office from eight to four<br />   Nothin&rsquo; ever happens my life is pretty bland,<br />   Pretending that I&rsquo;m working, pray I don&rsquo;t get canned.</p>
	<p>My Cubicle, My cubicle<br />   It&rsquo;s One of Sixty two<br />   It&rsquo;s my small space in a crowded place<br />   Just a six-by-six foot booth<br />   And I hate it that&rsquo;s the truth</p>
	<p>When I give a sigh as the boss walks by,<br />   no one ever talks to me or looks me in the eye.<br />   And I really should work but instead I just sit here and surf the Internet.</p>
	<p>In My Cubicle, My cubicle<br />   It doesn&rsquo;t have a view.<br />   It&rsquo;s my small space in a crowded place<br />   I sit in solitude.<br />   And sometimes I sit here nude.</p>
   </div>
	<p>Mp3-nya dapet di-download di <a href="http://www.lifeaftercoffee.com/wp-content/upload/my_cubicle.mp3" target="_self">sini</a></p>
	<p>Have fun <img src='http://brahmasta.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> &nbsp;</p>
	<p>nb. referensi diperoleh dari <a href="http://rekeche.com/rkch2006/blogs/" target="_self">rekeche.blog</a> setelah nyari di google  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.blogsome.com/2006/08/03/my-cubicle/feed/</wfw:commentRss>
<enclosure url='http://www.lifeaftercoffee.com/wp-content/upload/my_cubicle.mp3' length='1957398' type='audio/mpeg'/>
	</item>
		<item>
		<title>10:03</title>
		<link>http://brahmasta.blogsome.com/2006/08/03/1003/</link>
		<comments>http://brahmasta.blogsome.com/2006/08/03/1003/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Aug 2006 03:05:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brahmasta</dc:creator>
		
	<category>Personal Life</category>
		<guid>http://brahmasta.blogsome.com/2006/08/03/1003/</guid>
		<description><![CDATA[	 I don&#8217;t know what will be happen Is it good? Is it bad? I don&#8217;t know
	 Sometimes bad things can give you good things in the future. And sometimes good things always making bad things inside of it.
	 My dear.. Maybe the bad thing will give u great future with happiness And maybe the [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p> I don&#8217;t know what will be happen<br /> Is it good? Is it bad?<br /> I don&#8217;t know</p>
	<p> Sometimes bad things can give you good things in the future.<br /> And sometimes good things always making bad things inside of it.</p>
	<p> My dear..<br /> Maybe the bad thing will give u great future with happiness<br /> And maybe the good thing will always give us tears and sickness..<br /> And I still don&#8217;t know </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.blogsome.com/2006/08/03/1003/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Dipresentasi MLM</title>
		<link>http://brahmasta.blogsome.com/2006/08/01/dipresentasi-mlm/</link>
		<comments>http://brahmasta.blogsome.com/2006/08/01/dipresentasi-mlm/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Aug 2006 00:57:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brahmasta</dc:creator>
		
	<category>Personal Life</category>
	<category>Opini</category>
		<guid>http://brahmasta.blogsome.com/2006/08/01/dipresentasi-mlm/</guid>
		<description><![CDATA[	Kemarin, saya chatting dengan seorang teman lama dari sekolah. Setelah ber-say hi dan nanyain di mana kuliah, dia langsung menawarkan sebuah bisnis.
	Saya yang kebetulan sekali sudah sering mendengar manuver seperti ini, langsung sadar. Dia pasti baru bergabung dengan sebuah MLM, dan mau mengajak saya jadi downlinenya. Kebetulan saya sendiri pernah ikutan MLM sewaktu tingkat satu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Kemarin, saya chatting dengan seorang teman lama dari sekolah. Setelah ber-say hi dan nanyain di mana kuliah, dia langsung menawarkan sebuah bisnis.</p>
	<p>Saya yang kebetulan sekali sudah sering mendengar manuver seperti ini, langsung sadar. Dia pasti baru bergabung dengan sebuah MLM, dan mau mengajak saya jadi downlinenya. Kebetulan saya sendiri pernah ikutan MLM sewaktu tingkat satu, sebelum akhirnya keluar.</p>
	<p>Berikut kutipan pembicaraan saya dengan teman tersebut. Namanya sengaja saya samarkan jadi mlmers, dan nama-nama lain disandikan, biar privacy si teman saya ini gak terganggu. </p>
 <a id="more-29"></a><br />
<p class="block"> Conversation with mlmers on 7/26/2006 3:46:51 PM:<br />   (3:46:51 PM) mlmers: oit bram<br />   (3:46:56 PM) mlmers: pa kbr?<br />   (3:47:50 PM) mlmers: Buzz!!<br />   (3:47:53 PM) mlmers: yuhuuuu<br />   (3:52:29 PM) brahmasta: oi<br />   (3:52:36 PM) mlmers: oiii<br />   (3:52:42 PM) mlmers: eh btw kau dmn sih kul?<br />   (3:53:09 PM) brahmasta: itebe..<br />   (3:55:19 PM) brahmasta: kau di mana?<br />   (3:56:46 PM) mlmers: aku di atma<br />   (3:56:56 PM) mlmers: eh aku mau ajakin kau bisnis nih..<br />   (3:56:57 PM) mlmers: <img src='http://brahmasta.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> <br />   (3:58:32 PM) brahmasta: haha bisnis apa?<br />   (3:59:28 PM) mlmers: ehm..<br />   (3:59:38 PM) mlmers: tau yang di tipi2 ga?<br />   (4:00:04 PM) mlmers: setiap hari jutaan orang mengkonsumsi&#8230; bla bla bla..<br />   (4:00:06 PM) mlmers: <img src='http://brahmasta.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> <br />   (4:00:08 PM) mlmers: get it?<br />   (4:01:03 PM) brahmasta: indomie ya?<br />   (4:01:12 PM) brahmasta: <img src='http://brahmasta.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> <br />   (4:01:16 PM) mlmers: hahhahhahahhahahaahhahha =))<br />   (4:01:20 PM) mlmers: bukannnnn<br />   (4:01:28 PM) mlmers: Ti**s<br />   (4:01:34 PM) mlmers: tau kan?<br />   (4:02:17 PM) brahmasta: oh tau2..<br />   (4:02:50 PM) mlmers: prospeknya bagus bram..<br />   (4:03:03 PM) mlmers: sekarang ini itu satu2nya MLM terbesar di Indonesia..<br />   (4:03:15 PM) brahmasta: Am**y dikemanain?<br />   (4:03:24 PM) mlmers: HAHHAHHAHAH<br />   (4:03:30 PM) mlmers: ternyata oh ternyata<br />   (4:03:31 PM) mlmers: LOL<br />   (4:03:50 PM) mlmers: september ntar nih, acara super2 akbar!<br />   (4:04:00 PM) mlmers: 200an ngr numplek plek di jakarta!<br />   (4:04:08 PM) mlmers: (kemaren kan di rusia, mlsya, ama dmn gtu)<br />   (4:04:45 PM) mlmers: bagi2in bmw, kapal pesiar, pesawat, and&#8230;.villa<br />   (4:04:47 PM) mlmers: <img src='http://brahmasta.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> <br />   (4:05:01 PM) mlmers: kau am**y udah brp lama?<br />   (4:05:16 PM) brahmasta: gak kok aku gak am**y<br />   (4:05:18 PM) brahmasta: hehe<br />   (4:05:23 PM) brahmasta: nuduh aja<br />   (4:05:37 PM) brahmasta: :d<br />   (4:05:45 PM) brahmasta: <img src='http://brahmasta.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> <br />   (4:06:32 PM) mlmers: weeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee<br />   (4:06:43 PM) mlmers: tadi katanya am**y mau dikemanain..<br />   (4:07:12 PM) mlmers: <img src='http://brahmasta.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> <br />   (4:07:12 PM) mlmers: kau ampe sekarang masih aja gilo ya  </p>
	<p>Percakapan terputus.. Komputer saya mati. Tapi bukan mati karena yang PLN itu kok. Hehe..Lanjut..</p>
	<p class="block">  (4:07:25 PM) mlmers: bah mati pula itu<br />   (4:07:32 PM) mlmers: oit log off apa invi?<br />   (4:19:43 PM) mlmers: dr mana aja mas<br />   (4:19:48 PM) mlmers: wah ndak sopan main ngabur aja<br />   (4:19:51 PM) mlmers: <img src='http://brahmasta.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> <br />   (4:20:57 PM) brahmasta: oh gak tadi komputernya mati<br />   (4:21:06 PM) brahmasta: suka aneh emang<br />   (4:21:16 PM) mlmers: minta diganti tuh<br />   (4:21:20 PM) mlmers: <img src='http://brahmasta.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> <br />   (4:21:27 PM) brahmasta: eits ini komputer kantor mbak<br />   (4:21:38 PM) brahmasta: saya lagi kerja praktek<br />   (4:21:38 PM) mlmers: weits<br />   (4:21:44 PM) mlmers: udah di kantro dia skrng<br />   (4:21:47 PM) mlmers: siplah<br />   (4:21:52 PM) mlmers: gmn bam?<br />   (4:22:05 PM) mlmers: yuk ikutan..<br />   (4:22:26 PM) mlmers: kali aja badan kau sakit2 kan,<br />   (4:22:40 PM) mlmers: atau kau sekedar pake <br />   (4:22:51 PM) brahmasta: hoho<br />   (4:23:05 PM) brahmasta: bentar aku mau tanya2 dulu dong<br />   (4:23:23 PM) mlmers: tanya aja<br />   (4:23:25 PM) brahmasta: udah berapa lama ikutan?<br />   (4:23:28 PM) mlmers: apaan<br />   (4:23:31 PM) brahmasta: ti**s<br />   (4:23:45 PM) mlmers: aku sih baru..<br />   (4:23:49 PM) mlmers: tapi disini, anak2 ce****a banyak<br />   (4:23:52 PM) mlmers: yang udah ga dibiayai gaeknya<br />   (4:23:55 PM) mlmers: si k****d tau kan?<br />   (4:23:59 PM) brahmasta: gak tau<br />   (4:24:03 PM) brahmasta: lupa<br />   (4:24:04 PM) brahmasta: hehe<br />   (4:24:07 PM) mlmers: si r****t&gt;&#8217;<br />   (4:24:07 PM) mlmers: si d***..<br />   (4:24:12 PM) mlmers: si.. umm.. siapa lagi ya??<br />   (4:24:14 PM) brahmasta: oh si d***..<br />   (4:24:23 PM) brahmasta: dia emang udah lama kan ikutan?<br />   (4:24:25 PM) mlmers: t**** kenal?<br />   (4:24:38 PM) mlmers: (bukan beruang)<br />   (4:24:46 PM) mlmers: ah bedanya ama am**y, c** dan so on so on so on<br />   (4:24:46 PM) brahmasta: duh nggak ei<br />   (4:24:57 PM) brahmasta: adalah?<br />   (4:25:23 PM) mlmers: ti**s, kau cukup invest sekali buat sekali seumru hidup<br />   (4:25:29 PM) mlmers: bisa diwarisin<br />   (4:25:41 PM) mlmers: ga ada target penjualan<br />   (4:25:44 PM) brahmasta: hm oke tapi kalo jaringannya hidup kan?<br />   (4:25:55 PM) mlmers: 200an bgr<br />   (4:25:59 PM) brahmasta: gak ada target penjualan?<br />   (4:26:03 PM) mlmers: enggak<br />   (4:26:20 PM) brahmasta: kalau target presentasi?<br />   (4:26:22 PM) mlmers: GA!<br />   (4:26:26 PM) mlmers: <img src='http://brahmasta.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> <br />   (4:26:33 PM) mlmers: ga<br />   (4:26:36 PM) mlmers: ga ada<br />   (4:26:42 PM) mlmers: jadi kau join, neh, trus buat selamanya<br />   (4:26:57 PM) mlmers: penghitungannya itu akumulasi omset kau<br />   (4:27:03 PM) brahmasta: oke2 misalnya nih<br />   (4:27:10 PM) mlmers: ga perlu registrasi per tahun<br />   (4:27:14 PM) brahmasta: aku join terus kubiarin aja<br />   (4:27:18 PM) brahmasta: gak bisa kan?<br />   (4:27:21 PM) mlmers: kayak am**y, c**, dsb<br />   (4:27:43 PM) mlmers: btr ya, menurut yang aku baca : B-I-S-A<br />   (4:27:54 PM) brahmasta: darimana?<br />   (4:27:59 PM) brahmasta: kan aku gak dapet downline<br />   (4:28:04 PM) mlmers: nah, untuk lebih jelasnya, aku akan tanyakan sama upline ku yang udah bintang 7 terpercaya<br />   (4:28:07 PM) mlmers: hahhahah<br />   (4:28:12 PM) mlmers: kayak minuman keseheatan<br />   (4:28:27 PM) mlmers: udah dibilang, asset kau tu once in a life time<br />   (4:28:37 PM) brahmasta: iya2.. bentar<br />   (4:28:40 PM) mlmers: kau bisa diesbut distributor pasif<br />   (4:28:53 PM) brahmasta: trus aku dapet downline dari mana?<br />   (4:29:22 PM) mlmers: dl? ya kau ajak teman2 kau gabung&#8230;<br />   (4:29:42 PM) mlmers: aku aja sekarang ini ha, teman2 ku yang di states, di afsel, udah pada mau gabung<br />   (4:30:11 PM) mlmers: misalnya, kau gabung di bintang 2, 400an byrnya&#8230;<br />   (4:30:33 PM) mlmers: trus, kan itu amountnnya sbnrnya 2jt(bintang 3) yang mesti dikejar..<br />   (4:31:00 PM) mlmers: nah selama dari bintang 2 ke bintang 3, jaraknya puluhan tahun pun,.,<br />   (4:31:21 PM) mlmers: misalnya kau bintang 2 skrng, trus 20 tahun lagi kau lunasi bintang 3, YA GA PAPA<br />   (4:31:25 PM) brahmasta: males ah ngeapproach orang<br />   (4:31:31 PM) brahmasta: sibuk nih<br />   (4:31:34 PM) brahmasta: <img src='http://brahmasta.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> <br />   (4:31:38 PM) mlmers: selama dua puluh tahun itu kau ndak punya dl, ga papa<br />   (4:31:54 PM) mlmers: atau selama itu kau cuma mau beli produk ga papa<br />   (4:32:03 PM) mlmers: sibuk? ga perlu waktu banyak kok<br />   (4:32:08 PM) mlmers: sambilan aja<br />   (4:32:22 PM) brahmasta: yakin?<br />   (4:32:27 PM) mlmers: aku sih mikirnya gini, aku ga mau aku terima gaji terus<br />   (4:32:34 PM) brahmasta: so do i<br />   (4:32:46 PM) mlmers: maklanya, aku mulai dari sekrang<br />   (4:33:01 PM) mlmers: di atmajaya, kami selalu ngumpul hari rabu n sabtu <br />   (4:33:11 PM) mlmers: eh rabu n senin (ngaco gini)<br />   (4:33:22 PM) mlmers: kamis n sabtu seminarnya<br />   (4:33:26 PM) brahmasta: tuh kan.. ngabisin waktu..<br />   (4:33:37 PM) mlmers: btw, kau percaya ga kalo mikhail gorbachev itu penasihat khusus tianshi?<br />   (4:33:52 PM) brahmasta: eh ngomongnya kemana2..<br />   (4:33:53 PM) mlmers: udah ada universitas ti**s?<br />   (4:33:54 PM) brahmasta: santai<br />   (4:34:02 PM) brahmasta: kita kan lagi ngomongin waktu<br />   (4:34:42 PM) mlmers: perkembangan TI**S, nomor 2 tercepat di dunia, setelah Microsoft<br />   (4:34:48 PM) mlmers: can u believe it<br />   (4:34:54 PM) mlmers: if only i had joined sooner<br />   (4:34:56 PM) mlmers: <img src='http://brahmasta.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> (<br />   (4:35:04 PM) brahmasta: gini deh.. aku ingin semua bukti yang kau omongin di internet<br />   (4:35:14 PM) brahmasta: semua perusahaan besar dunia punya situsnya kan<br />   (4:35:18 PM) brahmasta: dan pasti berkelas<br />   (4:35:19 PM) mlmers: ok<br />   (4:35:23 PM) brahmasta: situsnya apa?<br />   (4:35:23 PM) mlmers: www.ti**s.hu<br />   (4:35:43 PM) mlmers: www.ti**s-bio.com<br />   (4:35:49 PM) mlmers: ada bbrp lagi yang lain<br />   (4:35:55 PM) mlmers: cari aja di google<br />   (4:35:57 PM) mlmers: <img src='http://brahmasta.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> <br />   (4:36:02 PM) mlmers: u will be amazed<br />   (4:36:59 PM) mlmers: ada anak unpar, kau cek la sendiri<br />   (4:37:26 PM) mlmers: L***a H***n, mahasiswi (marketer) terkaya<br />   (4:37:26 PM) brahmasta: hm.. maaf nih<br />   (4:37:36 PM) brahmasta: tapi situsnya nggak bikin terkesan<br />   (4:37:40 PM) brahmasta: serius deh<br />   (4:37:42 PM) mlmers: hehhehheheh<br />   (4:37:46 PM) mlmers: ya weslah<br />   (4:37:48 PM) mlmers: ga papa&#8230;<br />   (4:37:52 PM) brahmasta: masa titlenya &quot;Untitled Document&quot;<br />   (4:37:55 PM) mlmers: aku cuma ma bagi2 info aja&#8230;<br />   (4:38:01 PM) mlmers: ????<br />   (4:38:23 PM) brahmasta: itu biasanya orang yang bikin gak bikin judulnya<br />   (4:38:25 PM) mlmers: http://www.ti**s.hu/menu.html<br />   (4:38:50 PM) mlmers: alamat yang mana?<br />   (4:39:19 PM) mlmers: oh ya wes lah<br />   (4:39:43 PM) mlmers: anyway, kalo kau bisa datang, ke jakarta ntar..<br />   (4:39:48 PM) mlmers: bulan september..<br />   (4:39:57 PM) mlmers: akan ada acara akbar besar2an<br />   (4:40:09 PM) brahmasta: oh iya<br />   (4:40:19 PM) brahmasta: bayar sendiri kan?<br />   (4:40:28 PM) brahmasta: <img src='http://brahmasta.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> <br />   (4:40:38 PM) mlmers: pembagian rewards bmw, yacht, villa, pesawat<br />   (4:40:45 PM) mlmers: iyalah<br />   (4:40:49 PM) mlmers: wong acara gede<br />   (4:41:01 PM) mlmers: 200an ngr numplek di jakarta<br />   (4:41:14 PM) mlmers: kemaren2 sih di rusia, malsysia<br />   (4:41:21 PM) mlmers: tapi ya weslah<br />   (4:41:37 PM) mlmers: aku ada home meeting ama btr lagi<br />   (4:41:39 PM) brahmasta: btw cuma mau ngasihtau aja<br />   (4:41:47 PM) brahmasta: aku pernah ikut kok dulu<br />   (4:41:59 PM) mlmers: yeh<br />   (4:41:59 PM) brahmasta: it&#8217;s about 2 years ago<br />   (4:42:06 PM) brahmasta: aku cuma ngetes2 aja<br />   (4:42:08 PM) brahmasta: hehehe<br />   (4:42:14 PM) mlmers: kalo emang udah daftar di tiens, yah wes lah<br />   (4:42:15 PM) brahmasta: sori ya! <img src='http://brahmasta.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> <br />   (4:42:18 PM) mlmers: bagus kalo gitu<br />   (4:42:35 PM) brahmasta: tapi aku udah berhenti karena nilai aku turun semua<br />   (4:42:41 PM) mlmers: tapi satu hal, one day kalo kita ketemu, kau harus terima badan kau biru aku tonjokin<br />   (4:42:48 PM) brahmasta: kenapa?<br />   (4:43:02 PM) mlmers: abis, ngetes2 sih<br />   (4:43:04 PM) mlmers: hahhahhahhahahahha<br />   (4:43:08 PM) mlmers: =))<br />   (4:43:08 PM) brahmasta: duh maaf dong<br />   (4:43:11 PM) brahmasta: jahat bener<br />   (4:43:13 PM) brahmasta: ya gitu<br />   (4:43:18 PM) mlmers: kidding<br />   (4:43:26 PM) mlmers: bcanda<br />   (4:43:27 PM) brahmasta: kayaknya aku gak bisa menjalani pola hidup mlmers<br />   (4:43:31 PM) brahmasta: so i quit<br />   (4:43:46 PM) brahmasta: dan menjalani hidup seperti yang gw inginkan<br />   (4:43:49 PM) mlmers: aku suka becanda sarkastis<br />   (4:43:54 PM) mlmers: LOL<br />   (4:43:58 PM) brahmasta: setiap orang punya cita2 kan?<br />   (4:44:00 PM) mlmers: ya wes<br />   (4:44:04 PM) mlmers: SURE<br />   (4:44:11 PM) mlmers: thats why i gave u option<br />   (4:44:14 PM) brahmasta: semoga cita2 kau tercapai<br />   (4:44:15 PM) mlmers: information<br />   (4:44:19 PM) mlmers: SIP<br />   (4:44:24 PM) mlmers: aku cabut dulu ya bam<br />   (4:44:29 PM) mlmers: ada home meeting<br />   (4:44:31 PM) mlmers: tatah   </p>
	<p>So, that&#8217;s all folks.. <img src='http://brahmasta.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Semoga sukses buat temanku yang sedang bersemangat itu. Aku jadi inget waktu semangat-semangat dulu. Tapi apa yang kuinginkan sebenarnya malah hilang di depan mata..</p>
	<p>Oh iya ngomong-ngomong soal melakukan pendekatan ke orang, kalo boleh saya bilang semua MLM yang pernah ndeketin saya itu gak bagus. Entah karena dianya yang belum bisa mempresentasikan dengan baik, atau emang metodenya gak bagus. Mungkin ini berhubungan dengan buku-buku yang dianjurkan oleh mlm-mlm tersebut. Buku-buku seperti Dale Carnegie yang &quot;Bagaimana Mempengaruhi Orang Lain&quot;(Kalo gak salah) dan &quot;Berpikir dan Berjiwa Besar&quot; itu lebih menekankan ke pengembangan kepribadian, bukan pengembangan karakter. Jadi apa yang dipresentasikan oleh orang-orang yang membaca buku itu, bukan murni dari hatinya, jadi terkesan tidak ikhlas. Semuanya sepertinya muncul secara hafalan. Dan jujur aja, ketidakikhlasan itulah yang akan terlihat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.blogsome.com/2006/08/01/dipresentasi-mlm/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Nyobain Ubuntu</title>
		<link>http://brahmasta.blogsome.com/2006/07/31/nyobain-ubuntu/</link>
		<comments>http://brahmasta.blogsome.com/2006/07/31/nyobain-ubuntu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Jul 2006 07:08:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brahmasta</dc:creator>
		
	<category>Information Technology</category>
		<guid>http://brahmasta.blogsome.com/2006/07/31/nyobain-ubuntu/</guid>
		<description><![CDATA[	
Kemarin saya nyobain Ubuntu di laptop. Katanya sih si Ubuntu ini sekarang jadi distro linux paling laris, karena kemudahannya dan komitmennya buat selalu free of charge
	Pas baru nginstall emang ada benernya tentang kemudahan itu. Beda dengan Fedora, yang instalasinya ribet, Ubuntu memasang sistem operasi linuxnya hanya dalam sedikit langkah. Bahkan waktu selesai, boot loadernya langsung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img border="0" alt="" src="http://brahmasta.blogsome.com/wp-admin/images/250pxUbuntu_Logo.svg.png" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" />
<p>Kemarin saya nyobain <a href="http://www.ubuntu.com">Ubuntu</a> di laptop. Katanya sih si Ubuntu ini sekarang jadi distro linux paling laris, karena kemudahannya dan komitmennya buat selalu free of charge</p>
	<p>Pas baru nginstall emang ada benernya tentang kemudahan itu. Beda dengan Fedora, yang instalasinya ribet, Ubuntu memasang sistem operasi linuxnya hanya dalam sedikit langkah. Bahkan waktu selesai, boot loadernya langsung memasukkan Windows di dalemnya. Masuk ke Windowsnya pun tanpa masalah. Kalo gak salah dulu waktu nyobain Fedora kalo mau masuk Windows pertama kali harus pake CDnya.</p>
	<p>Mengenai masalah-masalah, sejauh ini sih belum ada masalah dengan komputer saya (Iyalah nginstallnya baru tadi malam). Kayaknya sih dia bisa nge-detect semua driver yang  dibutuhkan. Konkrit.</p>
	<p>Sekian sekilas info :p Agak ga enak badan nih.. Main bolanya terlalu diforsir kemarin <img src='http://brahmasta.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.blogsome.com/2006/07/31/nyobain-ubuntu/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>8 Jam Sehari</title>
		<link>http://brahmasta.blogsome.com/2006/07/19/8-jam-sehari/</link>
		<comments>http://brahmasta.blogsome.com/2006/07/19/8-jam-sehari/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Jul 2006 09:35:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brahmasta</dc:creator>
		
	<category>Personal Life</category>
		<guid>http://brahmasta.blogsome.com/2006/07/19/8-jam-sehari/</guid>
		<description><![CDATA[	 Tadi pagi, waktu terbangun, waktu terasa begitu cepat berlalu. Sudah pagi lagi, sudah saatnya berangkat lagi. Ntar pas sampe rumah, pasti tiba-tiba udah ngantuk aja. Sudah malam, sudah saatnya tidur lagi. Entah 8 atau 10 atau 12 jam sehari, rutinitas tidak pernah berhenti. Dengan waktu sebanyak itu saya memang sudah melakukan banyak hal yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p> Tadi pagi, waktu terbangun, waktu terasa begitu cepat berlalu.<br /> Sudah pagi lagi, sudah saatnya berangkat lagi.<br /> Ntar pas sampe rumah, pasti tiba-tiba udah ngantuk aja.<br /> Sudah malam, sudah saatnya tidur lagi.<br /> Entah 8 atau 10 atau 12 jam sehari, rutinitas tidak pernah berhenti.<br /> Dengan waktu sebanyak itu saya memang sudah melakukan banyak hal yang sebelumnya saya rasa saya tidak bisa melakukannya secepat itu sewaktu kuliah.<br /> Jadi tersadar kalo waktu kuliah banyak jam-jam yang terbuang sia-sia.<br /> Padahal kalo diingat-ingat mestinya jumlah jamnya sama loh.<br /> Kalo di sini, berangkat jam 6 pagi dan pulang nyampenya jam 7 malam.<br /> Kalau kuliah, berangkat jam 7 pagi dan pulangnya antara jam 7 sampai 9 malam.<br /> Tapi aku tidak merasa dapat apa-apa dan tidak melakukan banyak hal sewaktu kuliah.<br /> Beda dengan sekarang. Ada aja progress yang berhasil dilakukan.<br /> Berarti kuliahnya belum beres nih. Kurang niat..&nbsp;<br /> Padahal mau tingkat terakhir loh!&nbsp;<br /> 
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.blogsome.com/2006/07/19/8-jam-sehari/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Mari Berdoa, Tapi..</title>
		<link>http://brahmasta.blogsome.com/2006/07/18/mari-berdoa-tapi/</link>
		<comments>http://brahmasta.blogsome.com/2006/07/18/mari-berdoa-tapi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Jul 2006 10:14:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brahmasta</dc:creator>
		
	<category>Uncategorized</category>
		<guid>http://brahmasta.blogsome.com/2006/07/18/mari-berdoa-tapi/</guid>
		<description><![CDATA[	Kemarin, Indonesia ditimpa musibah.
	Lagi.
	Kemarin juga saya mendengar pengakuan dosa orang-orang di Jakartan di sebuah stasiun radio. Tapi pengakuan dosa yang diungkapkan dengan bangga melalui sms ke penyiarnya.
	Ada yang udah tidur sama istri orang. Ada yang tidur dengan&nbsp; pacar teman baiknya. Macem-macem.
	Semua partisipan tertawa bersama, seolah itu hal yang sederhana.
	Saya sendiri entah kenapa merasa biasa dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Kemarin, Indonesia ditimpa musibah.</p>
	<p>Lagi.</p>
	<p>Kemarin juga saya mendengar pengakuan dosa orang-orang di Jakartan di sebuah stasiun radio. Tapi pengakuan dosa yang diungkapkan dengan bangga melalui sms ke penyiarnya.</p>
	<p>Ada yang udah tidur sama istri orang. Ada yang tidur dengan&nbsp; pacar teman baiknya. Macem-macem.</p>
	<p>Semua partisipan tertawa bersama, seolah itu hal yang sederhana.</p>
	<p>Saya sendiri entah kenapa merasa biasa dengan kondisi begitu. Kalo boleh melakukan generalisasi, emang kehidupan moral kita sudah seperti itu. Tidak mengherankan, bukan?</p>
	<p>Tapi setelah itu tiba-tiba ada sebuah sms yang mengabarkan bahwa Tsunami di Pangandaran itu beneran terjadi.</p>
	<p>Sang penyiar langsung mengajak kita berdoa bersama. Agar tidak ada yang terkena bencana lagi.</p>
	<p>Sebuah contoh nyata dimana kita mengingat Tuhan hanya ketika kita takut atau sudah ditimpa bencana. </p>
	<p>Kita sudah diperingatkan berkali-kali bukan?</p>
	<p>Tuhan masih sayang sama kita, karena kita sering diperingatkan.</p>
	<p>Mari kita berdoa bersama-sama, agar kita diauhkan dari segala musibah.</p>
	<p>Tapi jangan lupa, jangan lari dariNya ketika kita sedang berbahagia.&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.blogsome.com/2006/07/18/mari-berdoa-tapi/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenai Pemimpin dan Politik</title>
		<link>http://brahmasta.blogsome.com/2006/07/17/all-about-leadership/</link>
		<comments>http://brahmasta.blogsome.com/2006/07/17/all-about-leadership/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Jul 2006 18:08:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brahmasta</dc:creator>
		
	<category>Opini</category>
		<guid>http://brahmasta.blogsome.com/2006/07/17/all-about-leadership/</guid>
		<description><![CDATA[	Ada pengalaman pribadi yang menarik ketika saya pindah ke Bandung untuk menjadi seorang mahasiswa. Ini berkaitan dengan siapa yang akan menjadi pemimpin dalam suatu lingkungan, komunitas, apapun. Saya mengalami namanya perubahan lingkungan di sini.
	Paradigma sebelumnya, saya berpikir bahwa pemimpin, adalah seseorang yang diberikan tanggung jawab oleh orang banyak karena orang-orang tersebut percaya dengan kemampuannya. Pemimpin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Ada pengalaman pribadi yang menarik ketika saya pindah ke Bandung untuk menjadi seorang mahasiswa. Ini berkaitan dengan siapa yang akan menjadi pemimpin dalam suatu lingkungan, komunitas, apapun. Saya mengalami namanya perubahan lingkungan di sini.</p>
	<p>Paradigma sebelumnya, saya berpikir bahwa pemimpin, adalah seseorang yang diberikan tanggung jawab oleh orang banyak karena orang-orang tersebut percaya dengan kemampuannya. Pemimpin itu diperoleh dari musyawarah mufakat. Jadi tidak pernah ada dalam pikiran saya seorang pemimpin itu mencalonkan diri, mengungkapkan visi misinya, dan sebagainya.&nbsp; Yang ada dalam pikiranku adalah seorang pemimpin berusaha mencapai apa yang diinginkan bersama di komunitasinya, tentunya dengan juga memasukkan pikiran-pikirannya, agar tercapai kesepakatan bersama.</p>
	<p>Maka dari itu saya melihat seorang pemimpin punya tanggung jawab yang besar. Dan aku melihat itu juga gak sembarangan mencalonkan diri. Saya gak pernah berani mengajukan diri. Sebab itu berarti harus memiliki kepercayaan dari seluruh komunitasnya sebelum dia mencalonkan diri. Dan terus terang, di sini semua terasa berbeda.</p>
	<p>Saya kadang tidak suka dengan calon-calon pemimpin yang berusaha menarik perhatian dan kepercayaan secara instan, yaitu dalam masa kampanye. Calon-calon pemimpin ini sebelumnya tidak terlihat integritasnya di dalam komunitasnya tersebut. Tapi secara mendadak muncul, memberikan pikiran-pikirannya yang mendobrak dan inovatif, dan tentunya dengan strategi-strategi politis di balik tim suksesnya untuk menarik perhatian massa untuk memilihnya.</p>
	<p>Kenapa gak dari dulu mas?</p>
	<p>Entah kenapa, saya punya pandangan buruk dengan politik. Saya nggak suka. Sebab saya melihat egoisme di balik politik. Yang saya rasakan bukan malah melakukan sesuatu untuk kepentingan dan keuntungan bersama, tapi malah memunculkan egoisme masing-masing untuk mencapai keselamatan dan keuntungan pribadi.</p>
	<p>So, what&#8217;s your opinion? Saya berusaha membuka pikiran atas pikiran saya yang mungkin kolot ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.blogsome.com/2006/07/17/all-about-leadership/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>A Little Story about Leno</title>
		<link>http://brahmasta.blogsome.com/2006/07/17/leno/</link>
		<comments>http://brahmasta.blogsome.com/2006/07/17/leno/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Jul 2006 17:22:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brahmasta</dc:creator>
		
	<category>Personal Life</category>
		<guid>http://brahmasta.blogsome.com/2006/07/17/leno/</guid>
		<description><![CDATA[	Leno, adalah mobil Suzuki Baleno tahun 2000 yang udah dua tahun menjadi partner dalam berjalan ke sana kemari baik di Bandung maupun Jakarta. Mobil itu dibeli Bapak saya tahun 2004 dari rekannya yang ingin buru-buru menjual mobilnya karena akan pindahan ke kota lain.
	 Tapi mobil adalah tetap mobil (?). Mobil, terutama yang sudah berumur, pasti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Leno, adalah mobil Suzuki Baleno tahun 2000 yang udah dua tahun menjadi partner dalam berjalan ke sana kemari baik di Bandung maupun Jakarta. Mobil itu dibeli Bapak saya tahun 2004 dari rekannya yang ingin buru-buru menjual mobilnya karena akan pindahan ke kota lain.</p>
	<p> Tapi mobil adalah tetap mobil (?). Mobil, terutama yang sudah berumur, pasti rewel. Saya sendiri udah lupa berapa kali mengganti onderdilnya. Mulai dari Power Window, Knalpot, ampas kopling, dan sebagainya. Hebatnya lagi, Leno suka rewel di saat-saat yang tidak seharusnya. Beberapa masalah yang masih bisa diingat: </p>
	<p><strong>Power Window</strong></p>
	<p>Masalah ini udah kayak mendarah daging dengan Leno. Kira-kira mungkin ada sekitar setengah tahun saya menggunakan fasilitas &quot;membuka pintu&quot; buat ngambilin tanda masuk kampus, tiket di gerbang tol, dan karcis parkir. Setelah mengeluarkan 1,5 juta rupiah untuk membeli power window baru, barulah kaca terkutuk itu bisa naik turun. Sialnya lagi, setelah diperbaiki, masalah lain muncul. Kaca jendela tidak bisa tertutup dengan baik atau.. Miring! Udah berapa montir turun tangan buat nyelesaiin ini tapi akhirnya seseorang yang skillful dari Suzuki Kalimalang berhasil membereskannya minggu lalu.</p>
	<p><strong>Knalpot </strong></p>
	<p>Sewaktu sedang melaju di Tol Cikampek, saya dikejutkan dengan tenaga mobil yang tiba-tiba hilang. Gak lama kemudian seseorang dari mobil sebelah mengisyaratkan bahwa ada masalah dengan knalpot mobil ini. Saya langsung berhenti dan melihat ke bawah, dan ternyata pipa knalpotnya lepas dari ujung kenalpot dan menggesek jalan. Hmpf.. padahal di saat itu saya harus buru-buru ke Bandara Halimperdanakusuma buat jemput orangtua. Karena gak bisa nemuin sesuatu buat mengikat knalpot itu agar tidak menggesek jalanan, akhirnya saya minta bantuan patroli tol. Lalu mobil diderek ke bengkel di Bekasi. Orangtua saya akhirnya naik taksi dan Bapak saya menyusul ke Bengkel. </p>
	<p>Ada cerita lucu sih sewaktu di bengkelnya. Mobil ini sebelumnya pernah ke bengkel tersebut. Masalah knalpot ini bukan yang pertama. Kira-kira seperti ini kejadiannya:<br /><em> Montir</em> : &quot;Knalpotnya lepas pak, Knalpot yang Bapak pakai sekarang gak bagus kualitasnya.. Saya bisa ngasih yang bagus dan nggak bakal gini Pak..&quot;<em><br /> Bapak saya</em> : &quot;Lho? Kan knalpot yang lama itu dipasang di sini?&quot;<br /> <em>Montir</em> : (Kaget) &quot;&#8230;&quot;<br /> Akhirnya sang montir memberi diskon.</p>
	<p><strong>Ampas Kopling</strong></p>
	<p>Ya kembali, masalah muncul di jalan tol. Tiba-tiba mobil bisa di-gas dengan putaran mesin tinggi tapi kecepatannya gak naik-naik. Akhirnya saya mengemudikan mobil itu pelan-pelan sampai ke bengkel. Dan ternyata setelah didiagnostik di sana, ampas koplingnya sudah harus diganti. Buset. Kenapa sih kejadiannya selalu di jalan tol?</p>
	<p>Sebenernya sih ada beberapa masalah lain, seperti lampu belakang, tape, dan lain-lain yang sifatnya gak begitu penting. Tapi gak diceritain di sini. Sebenarnya masalah-masalah yang terkait lebih ke arah onderdil-onderdilnya yang sudah berumur dan waktunya untuk diganti. Mesinnya sih baik-baik aja. Mobil itu udah mengalami perjalanan jauh dari Pekanbaru - Bandung, Melewati daerah perbukitan (sewaktu pelantikan dan acara-acara himpunan lainnya). Mesinnya masih oke kok. Namun, Bapak saya kemarin menuturkan tekadnya untuk menjual mobil itu. Sayang banget sih sebenarnya kalo mobil itu harus dijual. Soalnya udah sehati sih.. Mau make ampe tua juga gapapa deh. Udah banyak kenangannya. Hehe.. <img border="0" src="http://brahmasta.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/rolleyes.gif" alt="emoticon" title="emoticon" /> </p>
	<p>Ada yang berminat?&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.blogsome.com/2006/07/17/leno/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Malam-Malam.. Bengong..</title>
		<link>http://brahmasta.blogsome.com/2006/07/17/malam-malam-bengong/</link>
		<comments>http://brahmasta.blogsome.com/2006/07/17/malam-malam-bengong/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Jul 2006 17:16:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brahmasta</dc:creator>
		
	<category>Personal Life</category>
		<guid>http://brahmasta.blogsome.com/2006/07/17/malam-malam-bengong/</guid>
		<description><![CDATA[	Wadoh&#8230;! 
	 
	Kenapa bisa bangun jam segini? Tidur sore-sore, dan kebangun jam 11 malam? Buset..
	 
	Jadilah sekarang malam yang panjang.
	 
	Terduduk di atas kasur 
	 
	Berduel dengan nyamuk-nyamuk ganas yang belum sarapan
	 
	Memandangi hp yang udah berisi 4 sms dan banyak sekali missed calls.&nbsp;
	 
	Beberapa hari yang lalu saya emang sempet menginginkan sebuah hari di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="left">Wadoh&#8230;! </p>
	<div align="left"> </div>
	<p align="left">Kenapa bisa bangun jam segini? Tidur sore-sore, dan kebangun jam 11 malam? Buset..</p>
	<div align="left"> </div>
	<p align="left">Jadilah sekarang malam yang panjang.</p>
	<div align="left"> </div>
	<p align="left">Terduduk di atas kasur </p>
	<div align="left"> </div>
	<p align="left">Berduel dengan nyamuk-nyamuk ganas yang belum sarapan</p>
	<div align="left"> </div>
	<p align="left">Memandangi hp yang udah berisi 4 sms dan banyak sekali missed calls.&nbsp;</p>
	<div align="left"> </div>
	<p align="left">Beberapa hari yang lalu saya emang sempet menginginkan sebuah hari di mana bisa dari rutinitas sehari-hari dan menghabiskannya dengan bermalas-malasan. Dan hari ini, hal itu bener-bener terjadi. Berikut kronologisnya:</p>
	<div align="left"> </div>
	<p align="left"><strong>05:00</strong><br /> Bangun pagi-pagi, nganterin orangtua ke Bandara Halimperdanakusuma, selanjutnya pulang, lalu tidur.</p>
	<div align="left"> </div>
	<p align="left"><strong>09:00</strong><br /> Bikin sarapan, terus main FM (Haha.. udah lama nih..), terus tiba-tiba keinget sama sebuah novel yang belum selesai dibaca. Akhirnya baca novel sampai siang.</p>
	<div align="left"> </div>
	<p align="left"><strong>14:00</strong><br /> Siangnya (kira-kira pukul 2 ) mandi, makan, lalu browsing-browsing bentar, lalu membaca majalah dan koran-koran, shalat, terus gak jelas (Lupa udah ngapain aja).</p>
	<div align="left"> </div>
	<p align="left"><strong>16.30</strong><br /> Tiba-tiba ngantuk setelah baca majalah.</p>
	<div align="left"> </div>
	<p align="left"><strong>23.00</strong><br /> Terbangun sambil menyaksikan jendela yang gelap. Terus bingung..</p>
	<div align="left"> </div>
	<p align="left">Anak-anak, jangan ditiru ya&#8230;&nbsp;&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.blogsome.com/2006/07/17/malam-malam-bengong/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>4 Days in Bali&#8230;!</title>
		<link>http://brahmasta.blogsome.com/2006/07/08/4-days-in-bali/</link>
		<comments>http://brahmasta.blogsome.com/2006/07/08/4-days-in-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Jul 2006 15:30:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brahmasta</dc:creator>
		
	<category>Personal Life</category>
	<category>Fun</category>
		<guid>http://brahmasta.blogsome.com/2006/07/08/4-days-in-bali/</guid>
		<description><![CDATA[	
Well, di tengah-tengah masa Kerja Praktek saya, dengan &#8216;kurang ajarnya&#8217; saya minta izin untuk berlibur ke Bali dengan alasan pernikahan sepupu. Untungnya sang bos mengizinkan. Jadilah saya, bersama rombongan keluarga besar sebanyak 12 orang, pergi berlibur ke Bali. Maaf ya Bos!
	   FYI, saya punya garis keturunan Bali. Bapak saya asli Bali dan dulunya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img width="100%" border="0" alt="" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://brahmasta.blogsome.com/wp-admin/images/tanahlot_jpg.jpg" />
<p>Well, di tengah-tengah masa Kerja Praktek saya, dengan &#8216;kurang ajarnya&#8217; saya minta izin untuk berlibur ke Bali dengan alasan pernikahan sepupu. Untungnya sang bos mengizinkan. Jadilah saya, bersama rombongan keluarga besar sebanyak 12 orang, pergi berlibur ke Bali. Maaf ya Bos!<img border="0" title="emoticon" alt="emoticon" src="http://brahmasta.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/bye.gif" /></p>
	<p>   FYI, saya punya garis keturunan Bali. Bapak saya asli Bali dan dulunya tinggal di Tohpati, Kesiman. Coba aja liat wajah saya. Kayak Dewa Budjana loh. Hehehe&#8230;  <img border="0" title="emoticon" alt="emoticon" src="http://brahmasta.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/tongue.gif" /> </p>
	<p>   Lanjut, kalo di KP kita punya activity log untuk memudahkan kita membuat laporan nantinya, saya juga punya sedikit &#8216;activity log&#8217; mengenai liburan beberapa hari ini. Buat apa? Biar inget udah ngapain aja di sana. Maklum saya anaknya pelupa. Sekalian bisa berbagi cerita. Kalo Anda mau sedikit melihat-lihat, silahkan scroll ke bawah.</p>
	<p>  <strong> Day 0, Selasa 4 Juli 2006</strong>   </p>
	<p>Yap! Liburan dimulai. Rombongan &quot;jalan-jalan-ke-Bali&quot; yang terdiri dari saya, Bapak, Ibu, Livy, Nomi, beserta tujuh orang anggota keluarga besar Petemon (Keluarga dari Ibu) bertolak dari Soekarno-Hatta dan tiba di bandara Ngurah Rai, Bali sekitar pukul 18:00 waktu setempat. Malamnya kami menginap di Inna Sanur Beach Hotel yang (tentunya..) berada di tepi pantai Sanur. Nggak ada aktivitas khusus malam ini. Habis buat perjalanan.</p>
	<p>  <strong> Day 1, Rabu 5 Juli 2006</strong></p>
	<p>   Hari ini adalah hari pernikahan. Soalnya dihabiskan dengan mendatangi acara pernikahan sepupu saya di Bali. Upacaranya berlangsung menggunakan adat Bali tentunya. Setelah mendatangi upacara pernikahan tersebut, saya jadi tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang budaya Bali. Soalnya sepertinya bener-bener orisinil. </p>
	<p>Oh iya ada yang menarik.&nbsp; Di acara pernikahan tersebut&nbsp; terdapat sebuah grup musik gamelan yang mengiringi acara pernikahan. Dan salah satu dari sekian banyak orang yang memainkan gamelan tersebut, hadirlah seorang Wanita Bule yang memainkan sejenis biola. Sedang apa dia ya? Mempelajari budaya Bali? Ingin menjadi orang Bali? Yang jelas kehadirannya begitu mencolok.</p>
	<p>Kembali ke acara pernikahan. Acara ini sendiri terdiri atas dua bagian. Yang pertama, pagi hari, adalah acara Mesakapan. Apa yang dilakukan di sana lebih kurang sebagai ucapan Ijab Kabul, peresmian ikatan pernikahan dengan menuliskannya di catatan Sipil, dan juga pengesahan ikatan pernikahan dalam agama Hindu. Acara berlangsung sekitar 1 jam plus makan-makan.</p>
	<p>   Bagian kedua, bernama Pamitan dan Wetonan, dilakukan sore harinya di rumah mempelai wanita. Acara ini berkaitan erat dengan budaya Bali mengenai status wanita yang dinikahi. Seorang wanita yang dinikahi, berarti &quot;diambil&quot; dari keluarganya. Setelah pengambilan tersebut, orangtua wanita itu tidak memiliki hak asuh lagi terhadap anaknya. Anak tersebut telah menjadi &quot;milik&quot; sang suami. Pamitan sendiri berarti pamit dari rumah, keluarga, dan leluhur. Sementara Wetonan dimaksudkan untuk menyelesaikan seluruh urusan sang wanita dengan rumah tersebut. Acara berlangsung juga lebih kurang selama 1 jam, lalu kembali dilanjutkan makan-makan dan silaturahmi.</p>
	<p>   Selain kedua acara tersebut, malamnya, seperti umumnya pernikahan, diadakan resepsi. Sebenarnya dalam budaya Bali tidak ada acara resepsi. Hanya saja acara ini diadakan untuk mengundang selueuh teman-teman dan rekan kerja agar bisa turut merayakan pernikahan ini.</p>
	<p>   Dan tau gak apa yang bisa didapatkan dari semua acara tersebut?</p>
	<p>Perut penuh..</p>
	<p>  <strong> Day 2, Kamis 6 Juli 2006</strong></p>
	<p>   Pagi hari, rombongan bertolak ke Inna Kuta Beach Hotel. Kami berganti suasana dari Pantai Sanur ke Pantai Kuta. Dari sepi ke ramai. Dari pemandangan matahari terbit ke matahari terbenam. Menarik juga melihat perbedaan yang begitu kentara dari kedua pantai tersebut. Kuta begitu ramai. Sementara Sanur sepi. Mungkin ini dikarenakan Sanur pantainya kecil dan tidak sebersih Kuta.</p>
	<p>   Setelah meletakkan barang-barang di hotel, rombongan ini langsung menelusuri tempat-tempat wisata di bagian Barat Bali (sebenarnya tengah sih..), yaitu Pura Kedaton, Bedugul, Tanah Lot, dan satu lagi tempat yang banyak kera-nya.. Sori lupa. Hehehe. Dari semua tempat itu yang paling berkesan adalah Tanah Lot. Pemandangan matahari terbenam dari Tanah Lot benar-benar indah. Semua orang yang datang ke sana menghabiskan waktu untuk mengabadikannya.</p>
	<p>Tapi bukan berarti tempat lain gak seru, di tempat kera itu (duh apa namanya ya?), kami dihadapkan dengan 500 kera liar yang kelaparan. Maklum, pengelola setempat tidak punya dana untuk memberi makan kera-kera tersebut. Makanan kera-kera itu datang dari kacang-kacang yang diberi pengunjung. Kacang-kacang itu bisa dibeli sewaktu masuk ke dalam. Sayangnya, dikarenakan jumlah turis yang menurun sejak ada Bom Bali I dan II, jumlah pengunjung tempat ini otomatis menjadi sedikit, yang juga berarti, jumlah makanan yang diberikan ke kera-kera menjadi sedikit. Hasilnya kera-kera tersebut selalu sigap mengambil kacang yang ada di tangan pengunjung dan bahkan seringkali berantem sesamanya untuk mendapatkan kacang-kacang yang jatuh. Sedih bener.</p>
	<p>Lebih menyedihkan lagi, setelah selesai, kami digiring ke salah satu dari puluhan tempat souvenir di sana oleh pemandunya dan setengah dipaksa untuk membeli souvenir-souvenir tersebut. Karena kasihan dan nggak enak, akhirnya kami membeli beberapa souvenirnya. Setelah melihat kondisi toko-toko dan kelakuan para penjualnya, saya ngerasa pasti toko-toko ini penjualannya sudah sangat minim.</p>
	<p>   Rombongan ini sampai kembali di Hotel kira-kira pukul 8 Malam. Perjalanan hari ini sangat melelahkan. Tapi jangan salah, anggota rombongan bergender perempuan tidak segan-segan melanjutkan hari dengan berbelanja di Kuta. Sementara anggota bergender lawannya tewas di tempat tidur. Hehe..</p>
	<p>  <strong> Day 3, Jumat 7 Juli 2006</strong></p>
	<p>   Inilah hari idaman para wanita. Hari ini jadwalnya adalah: Belanja! Kuta merupakan surga belanja karena bermacam-macam produk internasional berada di situ. Otomatis hari itu habis untuk belanja, berkeliling, dan membeli oleh-oleh. Nothing special..</p>
	<p>  <strong> Day 4, Sabtu 8 Juli 2006</strong></p>
	<p>   Pulang deh. Pesawat berangkat pukul 12.00 waktu setempat, dan akhirnya saya sampai di Bekasi kota tercinta pukul 16.30.</p>
	<p>Sebenernya ya, tempat wisata di Bali itu banyak banget. Kalo punya waktu seminggu, mungkin kita bisa menjelajahi seluruh tempat wisata di Bali. Tapi sayangnya, dari beberapa yang saya lihat sekarang dan tahun-tahun sebelumnya kunjungan ke kampung halaman ini, objek-objek wisata tersebut kurang dipelihara dengan baik. Sehingga banyak muncul hal-hal menyedihkan seperti kisah di atas. Bali bener-bener kaya akan budaya dan sangat menarik buat dikunjungi. Mestinya jangan sampai disia-siakan. Itu kan aset negara loh dari sektor pariwisata..</p>
	<p>Buat yang belum pernah ke Bali, segera lah ke Bali. Pemerintah setempat sedang berusaha mendatangkan turis-turis domestik, karena turis internasional mulai menurun. Dengan datang, kita bisa menghidupkan dan meramaikan lagi Bali agar kehidupan pariwisatanya bisa kembali. Banyak loh orang-orang yang kehilangan pendapatan karena peristiwa Bom Bali. Restoran-restoran yang biasanya ramai, jadi sepi. Pedagang kerajinan di pasar-pasar mulai bingung karena barang-barangnya tak kunjung dibeli.</p>
	<p>Jadi, datang ke Bali ya!&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.blogsome.com/2006/07/08/4-days-in-bali/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Tangisi Negeri Kita Sendiri</title>
		<link>http://brahmasta.blogsome.com/2006/07/02/tangisi-negeri-kita-sendiri/</link>
		<comments>http://brahmasta.blogsome.com/2006/07/02/tangisi-negeri-kita-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Jul 2006 14:31:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brahmasta</dc:creator>
		
	<category>Opini</category>
		<guid>http://brahmasta.blogsome.com/2006/07/02/tangisi-negeri-kita-sendiri/</guid>
		<description><![CDATA[	 Kemarin malam, saya tertegun menyaksikan kekalahan Inggris atas Portugal. Negara ini kembali gagal di tangan adu penalti. Suatu hal yang menjadi &#8216;kutukan&#8217;. Inggris tidak pernah menang melalui adu penalti. Selalu kalah menyakitkan.
	      Saya pun kembali melanjutkan menonton TV, sebuah komentar muncul dari salah satu pembawa acara kuis Piala Dunia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img border="0" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://brahmasta.blogsome.com/wp-admin/images/01persib.gif" alt="" /> Kemarin malam, saya tertegun menyaksikan kekalahan Inggris atas Portugal. Negara ini kembali gagal di tangan adu penalti. Suatu hal yang menjadi &#8216;kutukan&#8217;. Inggris tidak pernah menang melalui adu penalti. Selalu kalah menyakitkan.</p>
	<p>      Saya pun kembali melanjutkan menonton TV, sebuah komentar muncul dari salah satu pembawa acara kuis Piala Dunia di SCTV, yang mengatakan bahwa penggemar Inggris jangan bersedih. Di turnamen berikutnya pasti bisa lebih baik lagi.</p>
	<p>      Sewaktu mendengar itu, saya langsung kepikiran. Kenapa sih kita heboh-heboh menjadi pecinta dari salah satu negara yang ada di dunia? Kalo jadi penggemar saja sih mungkin tidak apa-apa, tapi kalo sudah sampai menangis sedih karena kekalahan suatu tim yang tidak ada hubungannya ke kita, dan lagi itu bukan tim nasional kita, tampaknya cukup aneh.</p>
	<p>      Penggemar sepakbola kita lebih cenderung memperhatikan dunia sepakbola internasional dibandingkan sepakbola nasional. Saya yakin banyak orang akan dengan mudahnya menyebutkan seluruh anggota timnas Inggris sampai pemain yang kurang dikenal, seperti Scott Carson misalnya, dibandingkan dengan anggota timnas kita yang lagi belajar di Belanda.</p>
	<p>      Kebanggaan kita terhadap negara kita sendiri sudah luntur.</p>
	<p>      Kita negara besar loh, ada lebih dari 200 juta penduduk di sini yang sebagian besar di antaranya mencintai sepakbola. Tapi kenapa tidak ada Lionel Messi, Ronaldinho, atau Wayne Rooney -nya Indonesia. Kenapa dari sekumpulan besar manusia itu nggak ada yang muncul seorang tokoh besar sepakbola yang akan membangkitkan sepakbola kita?</p>
	<p>      Mungkin jawabannya pembinaan pemain muda dan kualitas kompetisi kita.</p>
	<p>      So, sekarang, piala dunia, adalah saat kita untuk mempelajari kualitas sepakbola dunia dan membawanya ke Indonesia. Jangan tangisi kekalahan negara lain. Di pelupuk mata kita, sepakbola Indonesia, masih merangkak mencari bentuk diriya. Mencari dukungan dari bangsa kita sendiri untuk tetap hidup.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.blogsome.com/2006/07/02/tangisi-negeri-kita-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Main-Main C#</title>
		<link>http://brahmasta.blogsome.com/2006/06/26/main-main-c/</link>
		<comments>http://brahmasta.blogsome.com/2006/06/26/main-main-c/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jun 2006 13:16:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brahmasta</dc:creator>
		
	<category>Personal Life</category>
		<guid>http://brahmasta.blogsome.com/2006/06/26/main-main-c/</guid>
		<description><![CDATA[	Suatu hari di himpunan, Kira-kira April 2005.. Kepala lagi sedikit pusing mengerjakan tugas kuliah Strategi Algoritmik.
	&quot;Eh.. pada ngapain?&quot;, ujar seseorang yang baru datang ke himpunan.
	&quot;Lagi ngerjain tugas Stimik..&quot;, salah satu dari rekan kelompokku menjawab.
	&quot;Oh.. Eh Udah Main-Main C# belum?&quot;, tanya seorang temanku yang baru datang ke himpunan.
	&quot;He?&quot;, kami pun terdiam semua..
	&quot;Gampang loh!&quot;, ujar temanku yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Suatu hari di himpunan, Kira-kira April 2005.. Kepala lagi sedikit pusing mengerjakan tugas kuliah Strategi Algoritmik.</p>
	<p>&quot;Eh.. pada ngapain?&quot;, ujar seseorang yang baru datang ke himpunan.</p>
	<p>&quot;Lagi ngerjain tugas Stimik..&quot;, salah satu dari rekan kelompokku menjawab.</p>
	<p>&quot;Oh.. Eh Udah <strong>Main-Main C# </strong>belum?&quot;, tanya seorang temanku yang baru datang ke himpunan.</p>
	<p>&quot;He?&quot;, kami pun terdiam semua..</p>
	<p>&quot;<strong>Gampang loh!</strong>&quot;, ujar temanku yang tadi masih dengan polosnya..</p>
	<p>Kami masih diam. Bingung mau komentar apa..</p>
	<p>Dan topik lain pun untungnya bermunculan.</p>
	<p>Yah itu kira-kira setahun lalu, waktu kami masih baru belajar pemrograman berorientasi objek dan mengandalkan Delphi sebagai satu-satunya kakas yang bisa digunakan.Sekarang akhirnya saya bertemu dengan &quot;mainan&quot; teman saya itu di kerja praktek. Masalahnya adalah kami butuh sebuah aplikasi konsol yang terhubung dengan SQL Server. Logika saya (yang agak terbatas.. <img border="0" title="emoticon" alt="emoticon" src="http://brahmasta.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/laugh.gif" />)dan rekan saya mengarahkan kami untuk mencoba pakai .NET.</p>
	<p>Bermodal dengan cerita teman kami yang dulu bahwa ini gampang, kami pun memulai dengan yakinnya. Hehe..</p>
	<p>Tapi sialnya dan kerennya saya nggak nginstall MSDN Library di komputer. Dan saya memang nggak punya. Jadi kami bekerja tanpa dokumen Help. Sesuatu yang banyak menolong kami selama 2 minggu sebelumnya, baik dalam membuat aplikasi batch, mengambil mac address, instalasi dengan Sysprep, dan lain-lain. Seperti kata seorang dosen saya, &quot;Belajar itu cukup dari manual!&quot;. </p>
	<p>Jadi sekarang kami gimana Pak? Belajar cukup dari coba-coba ya Pak..&nbsp;</p>
	<p>Dan sejauh ini, hasil coba-coba kami, ya lumayan. Bisalah.. bisa dikerjain.&nbsp;</p>
	<p>Ada yang mau ikutan main-main C# bersama kami? <img border="0" title="emoticon" alt="emoticon" src="http://brahmasta.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/laugh.gif" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.blogsome.com/2006/06/26/main-main-c/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Salah Beli</title>
		<link>http://brahmasta.blogsome.com/2006/06/25/salah-beli/</link>
		<comments>http://brahmasta.blogsome.com/2006/06/25/salah-beli/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jun 2006 01:38:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brahmasta</dc:creator>
		
	<category>Personal Life</category>
		<guid>http://brahmasta.blogsome.com/2006/06/25/salah-beli/</guid>
		<description><![CDATA[	Pagi ini, saya baru aja mengantarkan orangtua ke bandara Halim Perdanakusuma. Beliau mau pulang ke Pekanbaru, setelah &#8216;eksplorasi&#8217; sekolah di Jakarta dan mengecek anaknya yang satu ini masih dalam kondisi sehat dan sejahtera .
	Sewaktu pulang, saya sempat mampir ke toko kecil yang jualan banyak majalah. Berhubung tadi malam nggak berhasil membangunkan diri buat nonton Jerman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Pagi ini, saya baru aja mengantarkan orangtua ke bandara Halim Perdanakusuma. Beliau mau pulang ke Pekanbaru, setelah &#8216;eksplorasi&#8217; sekolah di Jakarta dan mengecek anaknya yang satu ini masih dalam kondisi sehat dan sejahtera <img border="0" src="http://brahmasta.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/laugh.gif" alt="emoticon" title="emoticon" />.</p>
	<p>Sewaktu pulang, saya sempat mampir ke toko kecil yang jualan banyak majalah. Berhubung tadi malam nggak berhasil membangunkan diri buat nonton Jerman vs Swedia dan pengen tau persiapan Inggris menghadapi Ekuador ntar malam, dicarilah sebuah tabloid/koran yang banyak isi sepakbolanya. Mata melirik dan mencari-cari TopSkor, koran murah yang isinya sepakbola semua.. Setelah dapat terus beli dan langsung berjalan kembali ke mobil.</p>
	<p>Waktu mau nyampe mobil, koran itu langsung kubuka, soalnya mau lihat <em>headline</em>-nya.</p>
	<p>Di bagian atas ada &quot;<strong>Tim Orange Pesimis</strong>&quot;, ada gambar Robie Van Persie di sana dan formasi tim Belanda. Terus ke bawah lagi melihat berita lain. Lalu..</p>
	<p>&quot;<strong>Majikan Siksa PRT</strong>&quot;.. Loh kok? <img border="0" src="http://brahmasta.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/dunce.gif" alt="emoticon" title="emoticon" />&nbsp;</p>
	<p>Terus langsung liat judulnya deh..&nbsp;</p>
	<p>Ternyata Bukan TopSkor!!!&nbsp;<img border="0" src="http://brahmasta.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/doh.gif" alt="emoticon" title="emoticon" /></p>
	<p>Ternyata Pos Metro yang terbeli. Tiba-tiba jadi bingung sendiri.. Kok bisa salah ya..&nbsp; </p>
	<p>Yah gak papa deh.. yang penting banyak berita sepakbolanya..</p>
	<p>Sampai di rumah, saya langsung membuka koran itu, membacanya sebentar sambil minum susu. Hehe.. dan ternyata, isinya mirip-mirip dengan koran Lampu Merah atau sejenisnya. Tengok berita-berita terkini dari koran tersebut: &quot;<strong>Pemenang Waria Dikirim ke Bangkok</strong>&quot;, kemudian &quot;<strong>Kasus Keracunan Nasi Uduk 5 Karyawan Diperiksa</strong>&quot;, lalu &quot;<strong>Depok Surga Perampok</strong>&quot;.<img border="0" src="http://brahmasta.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/laugh.gif" alt="emoticon" title="emoticon" /></p>
	<p>Jadi resmi salah beli. Mendingan beli koran biasa deh.</p>
	<p>Pesan moral: Sebelum membeli sesuatu pastikan <strong>barang yang kamu ambil</strong> adalah barang yang <strong>benar</strong>. Hehehe.. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.blogsome.com/2006/06/25/salah-beli/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Bekasi itu Agak Jauh..</title>
		<link>http://brahmasta.blogsome.com/2006/06/24/bekasi-itu-agak-jauh/</link>
		<comments>http://brahmasta.blogsome.com/2006/06/24/bekasi-itu-agak-jauh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jun 2006 09:25:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brahmasta</dc:creator>
		
	<category>Personal Life</category>
		<guid>http://brahmasta.blogsome.com/2006/06/24/bekasi-itu-agak-jauh/</guid>
		<description><![CDATA[	
&quot;Lo tinggal di mana Bram?&quot;
	&quot;Bekasi&quot;
	&quot;Wah jauh ya?&quot;
	Kira-kira itu yang menjadi tanggapan orang ketika mendengar tempat tinggal saya. Semenjak kerja praktek di Siemens saya jadi merasakan bagaimana menjadi seorang pria kantoran yang tinggal di Bekasi. Soalnya selama dua bulan ini, saya menetap di sebuah rumah di Taman Century I Pekayon. Rumah itu rumah milik orangtua, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img border="0" alt="" src="http://www.geocities.com/bps3276/image/lambang.gif" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" />
<p>&quot;Lo tinggal di mana Bram?&quot;</p>
	<p>&quot;Bekasi&quot;</p>
	<p>&quot;Wah jauh ya?&quot;</p>
	<p>Kira-kira itu yang menjadi tanggapan orang ketika mendengar tempat tinggal saya. Semenjak kerja praktek di Siemens saya jadi merasakan bagaimana menjadi seorang pria kantoran yang tinggal di Bekasi. Soalnya selama dua bulan ini, saya menetap di sebuah rumah di Taman Century I Pekayon. Rumah itu rumah milik orangtua, dan biasa ditinggali sewaktu lagi liburan ke Jakarta (atau Bekasi?).</p>
	<p>Hm, jadi seperti apa menjadi orang kantoran tersebut?</p>
	<p>Lumayan..</p>
	<p>Lumayan capek!</p>
	<p>Haha.. setiap hari saya berangkat dari rumah antara pukul 06:00 pagi sampai 06:30. Sampai di Siemens antara pukul 07:15 sampai 07:30. Sorenya, saya berangkat pulang kira-kira 17.00-17:30. Dan sampainya antara pukul 19:00-20:00. Jadi total sekitar 12-14 jam dihabiskan di luar rumah.</p>
	<p>Sebenernya sih saya sudah cukup terbiasa dengan jumlah jam segitu. Tapi bedanya adalah sekitar tiga jam sehari dihabiskan untuk mengemudi. Dan itu ternyata cukup menyita tenaga. Sampai di rumah, bawaannya udah mau ke tempat tidur dan siap untuk bangun jam 5 pagi keesokan harinya.</p>
	<p>Tempat kerja saya sendiri terbilang cukup dekat. Di Siemens Business Park Pancoran. Masih agak-agak di timur Jakarta. Tapi kenapa lama? Karena biasanya ada sedikit kemacetan. Sewaktu berangkat kemacetan ada di Pintu Masuk Pondok Gede Timur dan jalan raya Halim-Cawang. Sementara kalo pulang di deket-deket Halim dan di Pintu Masuk Bekasi Barat.</p>
	<p>Selain membuang tenaga, posisi tempat tinggal di sini juga membuang banyak bensin. Saya sendiri belum menghitung berapa pengeluaran buat bensin. Tapi yang jelas jauh lebih banyak dibanding waktu di Bandung dulu.</p>
	<p>Jadi gajinya habis buat bensin dong? Haha.. yang penting pengalamannya bung! Saya sudah mulai menikmati kerja praktek di sini. Apalagi setelah tugas pertama mengenai instalasi Sysprep itu selesai. Jadi agak santai. Sekarang kerjaannya bantu-bantu partner KP saya, yang sibuk melakukan maintenance database komputernya Siemens. Kecapean yang diceritakan sebelumnya, merupakan bagian dari pengalaman-pengalaman menarik yang ada selama kerja praktek di sini.</p>
	<p>Pengalaman menarik? Yah tunggu aja cerita berikutnya!<img border="0" src="http://brahmasta.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/laugh.gif" alt="emoticon" title="emoticon" />&nbsp;</p>
	<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.blogsome.com/2006/06/24/bekasi-itu-agak-jauh/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Kerja Praktek dan CAT Client</title>
		<link>http://brahmasta.blogsome.com/2006/06/20/kerja-praktek-dan-cat-client/</link>
		<comments>http://brahmasta.blogsome.com/2006/06/20/kerja-praktek-dan-cat-client/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jun 2006 22:09:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brahmasta</dc:creator>
		
	<category>Personal Life</category>
		<guid>http://brahmasta.blogsome.com/2006/06/20/kerja-praktek-dan-cat-client/</guid>
		<description><![CDATA[	Libur pasca Semester 6 biasa digunakan oleh mahasiswa IF untuk menjalani kerja praktek. Sebuah mata kuliah wajib yang mengharuskan kita bekerja untuk sebuah instansi dan menerapkan ilmu-ilmu yang kita miliki di sana. Pada semester 7, semester di mana SKS kuliah ini diambil, setiap kelompok mahasiswa yang melakukan kerja praktek akan melakukan presentasi laporan hasil kerja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Libur pasca Semester 6 biasa digunakan oleh mahasiswa IF untuk menjalani kerja praktek. Sebuah mata kuliah wajib yang mengharuskan kita bekerja untuk sebuah instansi dan menerapkan ilmu-ilmu yang kita miliki di sana. Pada semester 7, semester di mana SKS kuliah ini diambil, setiap kelompok mahasiswa yang melakukan kerja praktek akan melakukan presentasi laporan hasil kerja prakteknya di hadapan dosen, yang bakal menelurkan nilai indeks untuk mata kuliah itu..</p>
	<p>Yah sebenernya pasti udah pada tahu sih..</p>
	<p>Liburan ini saya menjalaninya di Siemens AG. Sebuah perusahaan elektronik yang.. hm.. gak ngerti juga sih. Dia mengembangkan bisnisnya ke mana-mana, sampai alat-alat kesehatan. Sebelumnya aku mikirnya cuma alat elektronik seperti HP, HP, dan HP. Tapi ternyata nggak. Jadi jangan bayangkan Siemens itu HP doang yah. Lagian bagian pembuatan HPnya ternyata udah dijual ke BenQ.</p>
	<p>Hm, ngerjain apa di sana?</p>
	<p>Wah di luar bayangan deh..</p>
	<p>Yah aku melakukan eksplorasi terhadap sistem instalasi CAT Client dengan Metode Sysprep (Huwek.. susah amat bahasanya..). Jadi gini, komputer di Siemens itu kan banyak banget. Lebih dari 3000. Dan semuanya terintegrasi dalam sebuah sistem yang bernama Client Architecture Technology (CAT). Sistem ini berbasis Windows. Dengan sistem ini, setiap komputer milik Siemens sudah memiliki standar aplikasi dan setting dsb yang sama. Sistem ini juga secara otomatis melakukan update jika standar diperbaharui. Misalnya ada update untuk Office, antivirus, dan sebagainya. Pokoknya bikin komputernya gak bisa kita otak atik.. Dan komputer yang tidak berbasis CAT ini, gak bisa masuk ke dalam jaringannya Siemens.</p>
	<p>Lanjut, jadi ceritanya aku bekerja di bagian CIO infrastructure. Bagian ini menangani masalah troubleshooting segala infrastruktur di Siemens. Terutama ya si CAT itu. CAT ini banyak banget masalahnya. setiap hari kerjaan pegawai-pegawai bagian itu melayani keluhan dari banyak pengguna CAT di Siemens dan gak sempat melakukan kerjaan yang lain. Terus, setiap hari juga, komputer-komputer baru berdatangan. Jumlahnya 10-30 lah.. semuanya harus di-install-in CAT, yang memakan waktu 2 jam satu komputernya (sekalian nginstall Windows, Office, Antivirus, dll dalam satu paket instalasi).</p>
	<p>Dalam proses instalasi itu sendiri, ada dua metode yang dimiliki oleh CAT tersebut. Yang pertama, yang sekarang selalu digunakan, yaitu Unattended. Jadi proses instalasi (secara teori..) tinggal masukin CD, terus ditinggal (selama dua jam).. ngambil data dari server.. dan..jadi deh. Metode kedua adalah Sysprep. Jadi sebuah komputer diinstall dengan metode unattended sebagai master, selanjutnya komputer-komputer sejenis meng-klon komputer tersebut dengan menggunakan file image yang dihasilkan komputer master tersebut. Konon kata mbah-mbah yang berpengalaman di CIO dan dokumentasi-dokumentasi yang kubaca, bisa mempercepat si 2 jam itu menjadi setengah jam. Wow! Reduksi cost perusahaan yang tinggi. Soalnya perusahaan ini punya banyak sekali komputer yang harus diinstall CAT. Lebih kurang Sysprep itu seperti gambar di bawah</p>
	<p><img width="432" height="273" border="0" align="middle" title="" alt="" src="http://brahmasta.blogsome.com/wp-admin/images/ps2q03seradguide17.gif" /></p>
	<p>Tapi sayangnya di Siemens Indonesia ini, metode kedua belum diterapkan karena belum berhasil dicoba. Aku udah mencobanya selama seminggu ini dan sampai sekarang baru bisa membuat image dari komputer. Buat melakukan kloning.. ada sebuah error yang fatal. Aku masih berusaha menyelesaikan ini. Soalnya, ini bagian dari kerjaan di kerja praktekku.</p>
	<p>Yah semoga seiring dengan berjalannya waktu aku bisa menyelesaikan ini. Trial and Error untuk instalasi sangat memakan waktu. Ini yang menyebabkan perkembangannya tidak begitu cepat.</p>
	<p>Jadi bisa ya? Yuk..</p>
	<p>Cerita selanjutnya mengenai KP akan datang.. <img src='http://brahmasta.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.blogsome.com/2006/06/20/kerja-praktek-dan-cat-client/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Back to Incubus</title>
		<link>http://brahmasta.blogsome.com/2006/05/19/back-to-incubus/</link>
		<comments>http://brahmasta.blogsome.com/2006/05/19/back-to-incubus/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 May 2006 13:06:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brahmasta</dc:creator>
		
	<category>Fun</category>
		<guid>http://brahmasta.blogsome.com/2006/05/19/back-to-incubus/</guid>
		<description><![CDATA[	
Setelah sekian lama akhirnya telinga ini kembali ke koleksi lama grup musik favorit: Incubus. Yah jatuh cinta lagi deh.. Padahal udah lama melupakannya.. hehe..
	Sekarang Incubus sedang mengerjakan album terbarunya. Hm, judulnya saya belum tahu. Tapi ternyata setelah album A Crow Left of a Murder, band ini sempat menyumbang empat lagu untuk soundtrack film Stealth (2005). [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img border="0" alt="" src="http://brahmasta.blogsome.com/wp-admin/images/sample.JPG" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" />
<p>Setelah sekian lama akhirnya telinga ini kembali ke koleksi lama grup musik favorit: <a title="Incubus on Wikipedia" target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Incubus_%28band%29">Incubus</a>. Yah jatuh cinta lagi deh.. Padahal udah lama melupakannya.. hehe..</p>
	<p>Sekarang Incubus sedang mengerjakan album terbarunya. Hm, judulnya saya belum tahu. Tapi ternyata setelah album A Crow Left of a Murder, band ini sempat menyumbang empat lagu untuk soundtrack film Stealth (2005). Satu lagu dari empat tersebut adalah lagu lama, Aqueous Transmission, yang udah keluar di album Morning View. Sisa tiga lagu lainnya itu lagu baru. Admiration, Make a Move, dan Neither of us Can See..</p>
	<p>Saya baru menyadari keberadaan tiga lagu itu setelah meng-copy seluruh file musik Incubus dari kampus. Pas diputar di kamar, jadi bingung. Kok yang ini gak pernah denger ya? Tadinya kupikir lagu lama, tapi rasanya ada yang aneh. Soalnya nuansanya seperti album terakhir, A Crow Left of a Murder. setelah lihat tahunnya.. 2005!</p>
	<p>Setelah eksplorasi di internet, baru ketahuan kalo tiga lagu itu jadi soundtrack film.</p>
	<p>Btw, ngomong-ngomong tentang Incubus, saya udah jatuh cinta sejak 5 tahun lalu. Ketika album Morning View lagi baru keluar. Saya waktu itu dapetin dari Mp3 punya temen, dan akhirnya diputar di komputer, diulang.. diulang.. diulang.. gak bosen-bosen.</p>
	<p>Morning View sendiri merupakan album favorit saya. Sesuai dengan covernya yang menggambarkan suasana pagi, albumnya bener-bener menyegarkan (emang mandi?). Waktu itu saya lagi jenuh ngelihat teman-teman sekitar sibuk mendengarkan Limp Bizkit, Linkin Park, Slipknot, dan banyak sejenisnya lah. Hip metal pokoknya.. Morning View memberi nuansa beda aja waktu itu. Mendampingi album Coldplay dan Matchbox Twenty saya.</p>
	<p>Incubus sendiri emang nggak terlalu terkenal di sini. Jarang banget ada publikasi mengenai band ini baik itu di majalah, maupun video klip. Tapi sepertinya penggemarnya banyak banget kok. Contohnya aja waktu baru pindah ke Bandung, temen kamar sebelah saya demen banget ama lagu-lagunya Incubus, sampe punya koleksi video klipnya di komputer.. </p>
	<p>Hm, tertarik mendengarkan?? <img border="0" src="http://brahmasta.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/smile.gif" alt="emoticon" title="emoticon" /> Oh iya kalo mau ke website resminya ada di <a title="Incubus Official Website" target="_blank" href="http://www.enjoyincubus.com">http://www.enjoyincubus.com</a> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.blogsome.com/2006/05/19/back-to-incubus/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Formasi Kamar</title>
		<link>http://brahmasta.blogsome.com/2006/04/25/formasi-kamar/</link>
		<comments>http://brahmasta.blogsome.com/2006/04/25/formasi-kamar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Apr 2006 11:57:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brahmasta</dc:creator>
		
	<category>Personal Life</category>
		<guid>http://brahmasta.blogsome.com/2006/04/25/formasi-kamar/</guid>
		<description><![CDATA[	Seringkali saya memperhatikan hal-hal yang sesunggihnya nggak begitu esensial. Hal ini sangat terlihat pada perhatian ke barang-barang yang ada di sekitar.
	Contohnya ketika komputer ini mengalami sedikit cacat di bagian bawahnya langsung kepala pusing memikirkannya. Berikutnya waktu gitar listrik lecet untuk pertama kalinya langsung pusing memandangi dan memikirkan bagaimana memperbaiki cacatnya. Waktu handphone lecet juga gitu. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Seringkali saya memperhatikan hal-hal yang sesunggihnya nggak begitu esensial. Hal ini sangat terlihat pada perhatian ke barang-barang yang ada di sekitar.</p>
	<p>Contohnya ketika komputer ini mengalami sedikit cacat di bagian bawahnya langsung kepala pusing memikirkannya. Berikutnya waktu gitar listrik lecet untuk pertama kalinya langsung pusing memandangi dan memikirkan bagaimana memperbaiki cacatnya. Waktu handphone lecet juga gitu. Duh rasanya gak seneng liatnya.</p>
	<p>Bukan Cuma ke kondisi fisik barang-barang, tapi juga susunan, tata letak dan keserasian warna. Kalo lagi parah bisa habis waktu buat ngurusin yang nggak penting gituan. Di kosan, kamar 213 yang kuhuni ini adalah yang paling sering berganti formasi. Formasi pertama begini, eh gak puas, bulan depan ganti formasi lain.</p>
	<p>Malam ini lagi-lagi pikiran ini pusing mikirin itu. Akhirnya formasi kamar kembali ke bulan lalu. Kulkas bertukar posisi dengan komputer, Yang membuat saya sedikit nyaman kalo main (main? Belajar kali? Gak ding main..) komputer sambil nonton.</p>
	<p>Sebenernya sih masih ada ketidakpuasan sih. Posisi meja belajar, yang dekat dengan pintu kamar mandi. Selalu menjadi masalah. Entah kenapa ada feeling gak bagus di situ&hellip;Jadinya bau kamar mandi yang gak sedap kecium waktu duduk di meja belajar.. WOI BRAM!!!.. Ngapain sih dipikirin.. Hahaha..</p>
	<p>Saatnya kembali ke tugas besok MPPL, trus besoknya Grafika, terus besoknya terusin PPL, SBD juga dikerjain.. Tapi eh dapet tugas grafika lagi, lalu rupanya tugas Progin udah keluar, jadi ngerjain Progin deh.. Tapi sambil ngerjain Grafika loh, PPLnya lupa. SBD apa lagi. Eh besoknya gak kerasa tiba-tiba PPL udah mau Deadline! Grafikanya ditunda dulu, yang sks banyak diutamakan. Lalu&hellip; Terus.. Lantas&hellip;</p>
	<p>GILA!! </p>
	<p>(Untung gak ngambil Jarkom..)</p>
	<p>n.b. </p>
	<p>Sebenernya gak seheboh ini koq. Tekanan batin lebih banyak dirasakan oleh penulis dibandingkan dengan effort yang diberikan penulis untuk mengerjakannya. Untuk itu penulis sering mencari pelampiasan. Liat aja, sekarang lagi nonton F1 sambil nulis.. Hehehehe&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.blogsome.com/2006/04/25/formasi-kamar/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Manchester United 1999</title>
		<link>http://brahmasta.blogsome.com/2006/04/17/manchester-united-1999/</link>
		<comments>http://brahmasta.blogsome.com/2006/04/17/manchester-united-1999/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Apr 2006 09:47:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brahmasta</dc:creator>
		
	<category>Fun</category>
	<category>Opini</category>
		<guid>http://brahmasta.blogsome.com/2006/04/17/manchester-united-1999/</guid>
		<description><![CDATA[	 
	Hari ini, 17 April 2006, Manchester United (MU) berhasil memenangkan pertandingan melawan Tottenham Hotspurs dengan skor 1-2. Wayne Rooney menjadi pahlawan kemenangan MU dengan dua golnya. Dengan kemenangan ini, perayaan juara Chelsea jadi sedikit tertunda. Tidak hari ini Chelsea.. Hehe..
	 Ketika melihat MU sekarang dibandingkan dengan MU dulu, ketika meraih Treble Winners tahun 1999 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img width="385" height="287" border="0" title="Gol kemenangan Soskjaer di final 1999" alt="Gol kemenangan Soskjaer di final 1999" src="http://brahmasta.blogsome.com/wp-admin/images/manutdb.jpg" /> </p>
	<p>Hari ini, 17 April 2006, Manchester United (MU) berhasil memenangkan pertandingan melawan Tottenham Hotspurs dengan skor 1-2. Wayne Rooney menjadi pahlawan kemenangan MU dengan dua golnya. Dengan kemenangan ini, perayaan juara Chelsea jadi sedikit tertunda. Tidak hari ini Chelsea.. Hehe..</p>
	<p> Ketika melihat MU sekarang dibandingkan dengan MU dulu, ketika meraih Treble Winners tahun 1999 (Juara Liga, Piala FA, dan Liga Champions), saya melihat sangat banyak perbedaan. Mulai dari cara bermainnya, karakter pemain-pemainnya (ya iyalah pemainnya juga udah ganti..), dan yang paling penting yang saya rasakan, adalah sekarang saya nggak berani yakin bahwa MU bakal menang dalam suatu pertandingan. Pasti bawaannya nggak tenang kalo nonton MU. Mereka bisa mempertahankan keunggulan ga ya? Mereka bisa mencetak gol gak ya? Itu Ronaldo bakal main nggak konkrit gak ya? Rio Ferdinand bakal main bagus gak ya?</p>
	<p>Kalo nonton MU tahun 1999 dulu, sampai beberapa tahun berikutnya, saya nggak akan khawatir MU bakal kalah atau ditahan imbang 0-0. Pertandingan pasti akan dihadiri banyak gol berkualitas. Bukan gol-gol kebetulan hasil kesalahan lawan, tapi gol-gol hasil kerjasama yang baik dari tim.</p>
	<p>Ryan Giggs pasti akan mengobrak-abrik pertahanan dari sayap kiri, memberi umpan silang yang matang, atau muncul lepas dari jebakan offside mendapatkan umpan lambung dari belakang.</p>
	<p>David Beckham adalah spesialis bola-bola jauh dari sayap kanan. Dia tidak pernah menggiring bola. Dia cukup memberikan bola langsung kepada siapapun yang punya kesempatan mencetak gol. Permainannya stabil. Dan menghasilkan banyak assist buat gol-gol MU.</p>
	<p>Paul Scholes selalu mengejutkan dari luat kotak penalti dengan tendangan kerasnya. Roy Keane adalah pemimpin tim yang sangat dibutuhkan sebagai pemberi inspirasi. Lini belakang selalu dipegang oleh Jaap Stam, Ronny Johnsen, Dennis Irwin, dan Gary Neville yang meskipun gak terlalu tangguh, cukup membuat hati tenang</p>
	<p>Di lini depan ada duet keling Dwight Yorke dan Andy Cole. Meski kadang sering kelihatan kurang skill, tapi konkrit. Banyak golnya.. Yorke selalu siap menerima umpan silang Beckham dan meneruskan ke gawang.</p>
	<p>Kalau misalnya si duet keling itu lagi gak jelas, MU punya cadangan yang gak kalah kelas. Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer siap menggantikan dan mencetak&nbsp; gol di menit-menit terakhir. Ingat aja contohnya di final Liga Champions. Keduanya mencetak gol kemenangan MU pada saat injury time.</p>
	<p>Oh iya jangan lupain cadangan-cadangan lainnya, masih ada Nicky Butt, Phil Neville, Henning Berg, David May, Jesper Blomvqist (bener gak ya namanya), Wesley Brown (baru masuk tim), dan Raymond van der Gouw.</p>
	<p>Wah kalo diceritain pasti banyak lagi. MU is my favorite. Jadi inget waktu saya loncat teriak ngelihat gol Soskjaer dan heboh sendiri malam-malam di rumah pas final Liga Champion 1999 (kebayang?). Musim itu benar-benar jadi musim terbaik untuk MU. Kapan ya bisa terulang lagi?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.blogsome.com/2006/04/17/manchester-united-1999/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Sajian Televisi Kita..</title>
		<link>http://brahmasta.blogsome.com/2006/04/17/sajian-televisi-kita/</link>
		<comments>http://brahmasta.blogsome.com/2006/04/17/sajian-televisi-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Apr 2006 05:25:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brahmasta</dc:creator>
		
	<category>Opini</category>
		<guid>http://brahmasta.blogsome.com/2006/04/17/sajian-televisi-kita/</guid>
		<description><![CDATA[	Sejak selesai berkutat dengan penyakit hepatitis beberapa waktu yang lalu, saya jadi sering menghabiskan waktu di kostan. Sebelumnya, waktu sakit, saya juga menghabiskan waktu di tempat tidur. Satu-satunya aktivitas yang tidak menghabiskan tenaga dan gampang dilakukan adalah menonton televisi. Gampang. Tinggal nyalakan, dan nikmati.
	Tapi setelah berhari-hari melihat acara televisi, saya menemukan bahwa dunia pertelevisian udah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Sejak selesai berkutat dengan penyakit hepatitis beberapa waktu yang lalu, saya jadi sering menghabiskan waktu di kostan. Sebelumnya, waktu sakit, saya juga menghabiskan waktu di tempat tidur. Satu-satunya aktivitas yang tidak menghabiskan tenaga dan gampang dilakukan adalah menonton televisi. Gampang. Tinggal nyalakan, dan nikmati.</p>
	<p>Tapi setelah berhari-hari melihat acara televisi, saya menemukan bahwa dunia pertelevisian udah nggak semenarik waktu masih SD dulu (Lha jauh banget ya bandingannya?). Yah nggak pas SD aja sih. Pokoknya sebelum kuliah. Dulu, saya punya beberapa tontonan wajib. Tontonan yang nggak akan ditinggalkan walau apapun yang terjadi. Contohnya kartun-kartun hari minggu, siaran sepakbola Liga Inggris plus berita-berita sepakbola, Si Doel anak sekolahan, Seputar Indonesia, dan apa lagi ya? Banyak kayaknya. Bahkan saya begitu merasakan kehadiran Dunia Dalam Berita yang hadir jam 7 malam dan 9 malam [CMIIW]. Jam-jam segitu terasa begitu sakral. Haha..</p>
	<p>Kembali ke atas, kenapa saya bilang dunia televisi kita kurang menarik? Karena acara-acaranya monoton. Setiap channel sepertinya memberi sesuatu yang sama. Nggak ada yang bener-bener unik. Contohnya ya acara gosip yang selalu ada pagi, siang, sore, dan bahkan tengah malam, sinetron yang ceritanya melulu tentang cinta anak SMU, dan sebagainya. Semuanya terlihat begitu jelas dan mudah ditebak. Ketika Anda mencoba melihat seluruh channel di suatu waktu sama, pasti kebanyakan acaranya menyajikan sesuatu yang sejenis. Jadi Anda akan dengan cerdasnya bisa menebak acara apa itu.</p>
	<p>Terus hal lain yang saya perhatikan adalah acara-acara tersebut terkesan begitu mudah dibuat. Dangkal. Entah kenapa. Contohnya acara-acara kuis seperti Indosat Super Show atau sejenisnya yang membawa suatu nama komersil. Pasti isinya ada band yang tampil, kuis-kuis berhadiah baik melalui sms maupun telepon, terus ada pembawa acara yang cantik-cantik disodorkan biar penonton pria pada melotot memandanginya.</p>
	<p>Kedangkalan lain yang terlihat jelas adalah acara-acara agama. Dari judulnya aja udah terlihat kurang mencari makna. Sebut misalnya Kusebut NamaMu, yang nota bene adalah reff dari lagu Dewa 19. Terlihat sekali sengaja dipas-pasin. Terus ada Taubat, Insyaf dan apapun yang sejenisnya yang menunjukkan kitab Al-Quran di logo awalnya tapi isinya banyak gak jauh-jauh dari prostitusi. Yang ditontonkan wanita-wanita yang ceritanya terlibat prostitusi yang pastinya berpakaian seksi. Film agama kok ngasih cewe-cewe berbaju seksi. Kalo memang cerita seperti itu harus diungkapkan, jangan dipertontonkan! Ya nggak? Kenapa sih, ceritanya nggak orang-orang yang kena akibatnya karena korupsi, kolusi, dan nepotheisme? Atau ceritakan tentang seorang manusia yang bisa teguh membawa diri di tengah maraknya budaya barat yang muncul, tetap berbakti pada orangtua, jujur dalam segala aktivitasnya. Kan lebih baik ngajarin masyarakat untuk bersikap jujur daripada memunculkan ide di benak mereka buat melakukan yang nggak-nggak. Jadi kembali ke dangkal tadi, film-film rohani tersebut kehilangan maknanya.</p>
	<p>Begitulah yang terjadi, banyak acara-acara kita yang kehilangan maknanya. Waktu kita habis untuk menonton sesuatu yang tidak menambah sesuatu ke dalam kita. Saya jadi ingat dulu di TPI ada acara yang membahas pelajaran-pelajaran yang ada di sekolah. Ilmu-ilmu Fisika, Matematika, Biologi. Saya selalu nonton itu sebelum berangkat ke sekolah yang dimulai siang hari. Saya jelas-jelas mendapat sesuatu dari situ..</p>
	<p>Tapi di luar itu, saya masih punya beberapa acara yang menarik buat saya. Menurut saya cukup unik dan menghibur, meski gak selalu saya tonton:  </p>
	<ul>
<li>Sport TV7 : Menarik, karena muncul setiap pagi [jam 7.30]dan membahas seluruh kejadian dalam dunia olahraga. Buat yang suka olahraga pasti jadi tontonan wajib.</li>
	<li>Autobiography : Acara satu jam yang membahas tentang perjalanan hidup tokoh-tokoh penting dunia. Ada di Metro TV setiap Sabtu pukul 17.00</li>
	<li>Extravaganza :      Nggak tau kenapa jarang nggak lucu. Bagus buat hiburan.</li>
	<li>Bajaj Bajuri : Sampai kapanpun kayaknya saya pasti nonton acara ini. Padahal diulang-ulang terusMenarik karena seperti melihat bangsa sendiri. Beneran loh..</li>
	<li>Bang Jagur : Yah membawa penyegaran rohani dengan sederhana dan menghibur..    </li>
	<li>Liga Inggris!! Haha yah sekarang liga Inggris menjadi liga paling banyak ditonton di dunia [Hasil poling ESPN]. Saya selalu nonton big match dan highlightnya.</li>
  </ul>
	<p>Hm, setelah dilihat-lihat emang banyak juga yang menarik ya? Pesannya, tonton acara yang berkualitas. Karena menonton TV itu menyia-nyiakan waktu. Membuat kita nggak produktif.. Sip?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.blogsome.com/2006/04/17/sajian-televisi-kita/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Bola, Laptop, Grafika, dan Makanan</title>
		<link>http://brahmasta.blogsome.com/2006/03/02/bola-laptop-grafika-dan-makanan/</link>
		<comments>http://brahmasta.blogsome.com/2006/03/02/bola-laptop-grafika-dan-makanan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Mar 2006 02:02:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brahmasta</dc:creator>
		
	<category>Personal Life</category>
		<guid>http://brahmasta.blogsome.com/2006/03/02/bola-laptop-grafika-dan-makanan/</guid>
		<description><![CDATA[	Rabu Malam, di sebuah kamar yang sumuk, hadir di sini menulis di sebuah laptop baru. hehehe.. Sekarang lagi masa ujicoba nih. Habis nginstall program-program yang dirasa dibutuhkan, bingung mau ngapain. Duasar.. jadinya nulis2 d. 
	Malam ini anak2 cikapayang pada main bola. Tadinya pengen ikut, tapi aduh gak enak badan ei. Udah beberapa hari. Tadi aja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Rabu Malam, di sebuah kamar yang sumuk, hadir di sini menulis di sebuah laptop baru. hehehe.. Sekarang lagi masa ujicoba nih. Habis nginstall program-program yang dirasa dibutuhkan, bingung mau ngapain. Duasar.. jadinya nulis2 d. </p>
	<p>Malam ini anak2 cikapayang pada main bola. Tadinya pengen ikut, tapi aduh gak enak badan ei. Udah beberapa hari. Tadi aja pas kuliah grafika udah kedinginan mampus. Kuliah Grafika hari ini berlangsung seperti biasa. Beberapa orang jadi korban penunjukan buat dikerjain di depan. Terus sebagai penutup, dateng tugas mingguan. Tugasnya lebih berat dari minggu sebelumnya. Sekarang harus bongkar font di windows, memodifikasi, merotasi, dan (yang hubungannya gak ada dengan font) membuat animasi pesawat datang ke arah kita, dengan badan yang membesar dan baling-balingnya berputar. Jadi animasi pesawat ini menerapkan prinsip rotasi dan translasi. Oh iya semua tugasnya dikerjain dalam DOS mode. DOS. Katanya sih tahun lalu itu tugas 4 minggu. Koq sekarang jadi satu minggu ya? </p>
	<p>Yah anyway, kemarin gw dikasitau ama Dini supaya gak ganti-ganti obat. Soalnya gw habis cerita ama dia kalo beli obat flu yang gak pernah gw coba. Katanya ada temennya yang suka minum obat gak teratur dan ganti2 terus meninggal. Hiks. Dan dia serius cerita gitu. Bukan becanda.Tapi habis itu dia cerita kalo temannya itu hidupnya gak teratur juga. Hm.. beda dong ama gw. hehehe gak ding.. Kalo diingat-ingat beberapa kejadian yang udah lewat, banyak indikasi kalo makanan yang beredar itu gak sehat ya? Kemarin ada isu formalin. Terus gw juga dibilangin bahwa makan mi instan itu gak baik. Ada zat kandungannya yang gimanaaaa gitu males nulisnya. Terus gw juga habis nonton sinetron rohani yang gak jelas (Tahu kan yang mana? Sinetron yang tokohnya suka susah dikuburin, mati berubah jadi apa.. ) yang menceritakan tentang penjual ayam bangkai . Gak penting ya yang terakhir? Jadi kita harus pandai memilih makanan.. Makanan rumah yang paling baik d kayaknya. Jadi kangen rumah.. </p>
	<p>Hm, udah ah. Lama-lama makin nyampah. Ya udah deh&#8230; See u.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.blogsome.com/2006/03/02/bola-laptop-grafika-dan-makanan/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>The Future is Yours</title>
		<link>http://brahmasta.blogsome.com/2006/02/25/the-future-is-yours/</link>
		<comments>http://brahmasta.blogsome.com/2006/02/25/the-future-is-yours/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Feb 2006 03:37:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brahmasta</dc:creator>
		
	<category>Movies</category>
		<guid>http://brahmasta.blogsome.com/2006/02/25/the-future-is-yours/</guid>
		<description><![CDATA[	Kayak iklan apa ya? Well, gw baru aja habis menyelesaikan trilogi Back to the Future. Filmnya Steven Spielberg taun 80-an. Walopun gw udah nonton itu film berulang-ulang, tetep aja film itu bikin gw puas banget. Nggak kayak sinetron-sinetron nasional yang sepertinya menghina kecerdasan organisme.
	 Well, gw gabisa (baca: males) nyeritain filmnya kayak apa, cuma yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><a href="http://photos1.blogger.com/blogger/306/507/1600/Back_to_the_Future.1.jpg"><img width="181" height="284" border="0" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/306/507/320/Back_to_the_Future.1.jpg" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 181px; height: 284px;" /></a>Kayak iklan apa ya? Well, gw baru aja habis menyelesaikan trilogi <a href="http://www.bttfmovie.com/">Back to the Future</a>. Filmnya Steven Spielberg taun 80-an. Walopun gw udah nonton itu film berulang-ulang, tetep aja film itu bikin gw puas banget. Nggak kayak sinetron-sinetron nasional yang sepertinya menghina kecerdasan organisme.</p>
	<p> Well, gw gabisa (baca: males) nyeritain filmnya kayak apa, cuma yang pasti bagus banget. Cukup membuat kepala ini berpikir, dan penasaran! I recomend u to watch these movies (Buat yang belum pernah). Ada versi VCDnya koq dijual di pasaran.</p>
	<p> Ada sesuatu yang gw dapatkan dari film itu. Yaitu, masa depan ditentukan oleh kita sendiri. Di film itu diliatin kalo suatu perubahan kecil di masa lalu bisa mengubah semuanya di masa yang akan datang. Masa datang merupakan hasil dari fungsi apa yang kita lakukan masa kini.</p>
	<p> Oleh karena semua masa depan itu bergantung pada kita saat ini, lakukanlah sesuatu di masa sekarang dengan sebaik2nya! Sekali kita melangkah ke depan, kita tidak akan pernah kembali ke masa lalu. Lakukan yang terbaik sekarang agar kita bisa mendapatkan yang terbaik nantinya.
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.blogsome.com/2006/02/25/the-future-is-yours/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>This day</title>
		<link>http://brahmasta.blogsome.com/2006/02/23/this-day/</link>
		<comments>http://brahmasta.blogsome.com/2006/02/23/this-day/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2006 12:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>brahmasta</dc:creator>
		
	<category>Personal Life</category>
		<guid>http://brahmasta.blogsome.com/2006/02/23/this-day/</guid>
		<description><![CDATA[	OK bagaimana kabar hari ini? baik sih. Lumayan. Tadi pagi sempat kesel karena habis keluar kelas nggak boleh masuk lagi. Ternyata sang dosen memberi aturan bahwa tidak boleh ada keluar masuk. Dan gw kena d.. Again and again.
	Ya kenapa again and again? Soalnya gw gak tau karena gw gak baca peraturannya. Sama seperti kasus waktu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>OK bagaimana kabar hari ini? baik sih. Lumayan. Tadi pagi sempat kesel karena habis keluar kelas nggak boleh masuk lagi. Ternyata sang dosen memberi aturan bahwa tidak boleh ada keluar masuk. Dan gw kena d.. Again and again.</p>
	<p>Ya kenapa again and again? Soalnya gw gak tau karena gw gak baca peraturannya. Sama seperti kasus waktu gw cuma diperbolehkan mengambil 12 sks. Gw gak baca aturan kampus yang menuliskan kalo ngambil ksm nggak boleh terlambat. Jadilah kena sanksi akademik.</p>
	<p>Selain kejadian di atas, nggak ada yang spesial sih. Paling diberondong tugas-tugas kuliah. Biar kata orang semester ini paling berat, ternyata gw belum ngerasa berat (ya 12 sks gitu loh.. Gak ding 4 sks sisanya gw nabung). Soalnya gw tercatat GB nih. Tugas pertama Grafika dikerjain gak ngambil peran, tugas 2 juga. PPL masih dikit. Jadi ya, relatif gak berat sih. Tapi tunggu aja minggu2 berikut.</p>
	<p>Apa lagi ya? wah jadi nginget2 waktu ulang tahun dua hari lalu. Gilee dini nyiapinnya pol2an ampe dirayain anak2 di himpunan. Terus mana bikin buku ucapan selamat, yang diisi banyak orang. Padahal malemnya ya, udah ngerayain di rumahnya. Kue ulangtahunnya pizza lagi. hehehe..</p>
	<p>Eh sekarang si dia ada di sebelah. Hehe jadi udah dulu ya. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://brahmasta.blogsome.com/2006/02/23/this-day/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
